
"Sepertinya kalian semakin dekat?" tanya Daniel sambil meletakkan pesanan sushi untuk Lizard.
Lily sedang pergi ke toilet jadi Daniel mencuri waktu untuk berbicara dengan Lizard.
"Tidak juga, aku sudah bercerita padamu insiden apa yang menimpa gadis bodoh itu kemarin bukan?"
"Kau cemas sekali padanya sampai kau menjemputnya sendiri?"
"Apa maksud mu hei Daniel?!"
"Biasanya kau akan menyuruh Timoti untuk menjemput nya"
"Timoti sedang ku beri pekerjaan penting, proyek tambang ku sedikit menemui kendala"
"Hei kalian sedang mengobrol apa?" Lily sudah kembali dari toilet dan duduk di hadapan Lizard.
"Oh kami sedang membicarakan mu" jawab Daniel.
Lizard melirik tajam ke arah Daniel.
"Dasar si mulut besar, jangan hiraukan dia cepat makan dan pulang, aku ada urusan lain jadi harus pergi lagi"
"Urusan apa?"
Lizard diam saja lagi pula urusan apapun. Lily tidak perlu tahu.
"Kalau kau terburu-buru aku bisa pulang sendiri naik taxi seperti biasanya"
"Mau naik taxi sendiri? apa kau lupa kejadian apa yang kau alami kemarin?"
Wajah Lily langsung berubah muram. ia masih trauma dengan kejadian kemarin.
"Sudahlah cepat habiskan makanan mu" kata Lizard merasa bersalah.
__ADS_1
Lizard memakan dengan lahap sushi pesanannya dan Lily menikmati sup ikan pedas kesukaannya.
Ponsel Lizard bergetar ada telepon dari Tim.
"Ya ada apa?"
............
"Baiklah aku akan segera datang Tim"
"Kau akan ke perusahaan? kalau begitu aku akan pulang sendiri"
"Tidak bisa! kau ikut dengan ku" Lizard menarik lengan Lily dan berjalan menuju mobilnya.
"Lizard! apa ini kenapa aku harus ikut dengan mu?! hei Lizard lepaskan!"
Lizard melaju dengan mobilnya menuju perusahaannya untuk membereskan dokumen penting.
Setibanya di VC group Lizard dan Lily di sambut Tim.
"Tim antarkan Lily ke ruang kerja ku biarkan dia menunggu disana sementara aku akan meeting"
"Baik tuan, mari dokter"
Lily menurut saja, ia menunggu di ruang kerja Lizard.
Ruangan yang mewah dengan warna abu-abu tua.
Dimeja kerja Lizard ada foto keluarga. Dan ia mencoret wajah Eric di foto itu.
Kekanakan sekali, dia marah dengan Eric sampai mencoret foto Eric dengan sepidol.
Lily beranjak dan duduk di kursi kerja Lizard.
__ADS_1
"Ah nyaman sekali kursi ini"
Lily duduk bersandar kursi kerja milik Lizard sembari memainkan ponselnya hingga ia tertidur pulas.
Di ruangan meeting Lizard dan Tim sedang bernegosiasi dengan koleganya. Ada sedikit kendala di perusahaan.
"Bagaimana tuan Ekspor kita tertunda karena masalah perizinan"
"Tenang Tim kau tetap pastikan semua barang produksi kita di packing dengan baik. untuk perizinan akan ku urus sendiri besok pagi"
"Baik tuan"
Lizard dan Tim berjalan meninggalkan ruangan meeting.
"Dimana Lily?"
"Dokter Lily ada di ruang kerja anda"
"Lizard memasuki ruangannya, ia menghentikan langkahnya ketika melihat Lily tertidur pulas di atas kursi kerjanya.
"Gadis seperti apa yang bisa tidur sembarangan seperti ini?"
"Apa perlu saya bangunkan dokter Lily?"
"Jangan Tim, biarkan dia. kau siapkan mobil di depan loby akan ku bawa Lily turun ke loby"
"Baik tuan"
Begitu Tim pergi Lizard langsung mendekati Lily dan mengangkat tubuh gadis itu.
"Kau berhutang pada ku dokter" gumam Lizard sembari memasuki lift dan masih menggendong tubuh Lily yang tertidur pulas.
"Kau tidur seperti orang pingsan" gumam Lizard sembari tersenyum.
__ADS_1
Tim yang menunggu di loby terkejut melihat Lizard menggendong Lily dari lantai dua belas menuju loby. ya meskipun turunnya menggunakan lift tapi ini terlihat ganjil bagi Timoti. ia tidak pernah melihat bosnya berlaku seperti itu sebelumnya.