
Lily menunggu kedatangan Lizard dengan sedikit gelisah. Sejak pagi ia tidak mau makan dan hanya minum susu serta makan buah.
Pintu rumah utama terbuka Timoti membawakan koper dan barang-barang Lizard masuk kedalam rumah.
Lizard turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah dengan lincah ia menaiki anak tangga menuju kamar Lily.
Lizard berdiri di ambang pintu, Lily bergegas berdiri dari duduknya. ia meletakan novel yang baru di bacanya beberapa halaman.
"Aku pulang" kata Lizard sambil tersenyum jahil memandang Lily.
Lily berjalan menuju Lizard dan memeluknya. Lily sendiri geli dengan tingkahnya. ia juga tidak mengerti kenapa ia akhir-akhir ini hobi sekali memeluk Lizard.
"Hmmm aku dapat laporan kau tidak mau makan sejak pagi. Lihat wajahmu pucat"
Lily hanya menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba saja ia ingin menangis. berat bagi Lily merasakan kehamilannya tanpa bertemu Lizard beberapa hari.
"Viola tolong bawakan makanan Lily kemari serta vitamin yang baru di berikan oleh dokter"
"Baik tuan"
Lizard mengajak Lily duduk di sofa yang ada di kamar itu. Ia menyuapi Lily makan begitu Viola mengantarkan makanan itu ke kamar Lily.
"Kau harus makan dan minum vitamin, anak kita di dalam perutmu butuh asupan yang memadai"
"Apa kau bersenang-senang di negeri orang? apa banyak wanita yang menemani mu?"
"Lily sudah ku katakan aku bekerja, tidak ada wanita manapun"
"Benarkah?"
"Selama kau disisiku aku tidak akan tergoda wanita manapun"
"Aku tidak percaya pada mu!"
"Bagus, kau jangan mempercayaiku nanti kecewa"
Lily mencubit lengan Lizard dengan gemas.
__ADS_1
"Ouch sakit Lily!" Lizard tertawa sembari meminumkan vitamin pada Lily.
"Kapan anak ini lahir? aku ingin menggendongnya"
"Memang kau bisa menggendong bayi?"
"Tentu saja, aku sudah belajar menggendong bayi"
"Belajar dimana?"
"Kau tidak perlu tahu"
Lizard menyingkirkan helaian rambut yang menutupi setengah wajah Lily.
"Lihat dirimu kau gendut tapi semakin cantik"
Lily melempar bantal ke arah Lizard. yang di sambut tawa dan cubitan di pipi Lily.
Lily sesungguhnya merasa sedih dan bingung ia tidak tahu nasibnya setelah melahirkan anak mereka. apakah Lizard akan menahannya di sisinya atau mendepak Lily dari kehidupannya dan anak-anaknya.
Pagi itu selesai sarapan Lily bersantai di kursi malas di temani Viola. Ia membuka berita online melalui ponselnya.
Matanya membulat karena terkejut dengan salah satu gambar yang menghiasi berita online itu. Di halaman depan berita itu di muat foto Lizard Van Camont berpelukan mesra dengan mantan kekasihnya yaitu Rachel.
Wajah Lily menegang dan memucat. ia merasa marah karena Lizard berkhianat padanya disaat dirinya tengah hamil besar.
"Aku sudah menduga, perasaanku tidak enak saat Lizard meninggalkan rumah kemarin untuk perjalanan bisnisnya" kata Lily dengan bibir gemetar.
"Ada apa dokter Lily kenapa anda pucat?" Viola mencoba melihat layar ponsel Lily. Ia sebenarnya juga sudah mengetahui dan membaca berita online itu. hanya saja bukan kapasitasnya untuk berkomentar apalagi mengadu pada Lily tentang berita itu.
"Dokter tenanglah, saya akan ambilkan anda minum" Viola pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih.
Lily memegangi perutnya yang tiba-tiba mulas dan terasa sangat nyeri.
"Dokter Lily anda kenapa?" Viola panik dan segera menelpon Tim.
Sementara di gedung VC Group Lizard sedang meeting dengan Timoti.
__ADS_1
Ponsel Tim bergetar di dalam saku jasnya.
"Ada apa Viola?"
"Dokter Lily kesakitan saya akan membawanya ke VC hospital tolong segera menyusul"
"Apa yang terjadi?! baiklah kami akan kesana"
"Ada apa?! kenapa dengan Lily?" Lizard berdiri dari duduknya wajahnya terlihat cemas.
"Dokter Lily kesakitan tuan dan Viola sekarang membawanya ke VC hospital. mereka sedang dalam perjalanan"
Lizard bergegas pergi, ia berlari menuju lift.
"Ada masalah apa kenapa tiba-tiba Lily sakit perut?" gumam Lizard.
"Lebih baik kita lihat dulu nanti kondisi dokter Lily tuan"
Pintu lift terbuka Lizard dan Tim berlari menuju mobil. keduanya bergegas ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Lily segera mendapat perawatan. ia di bawa ke IGD karena Lily akan melahirkan.
"Anda silahkan tunggu disini tuan" kata dokter menghentikan Lizard yang hampir menerobos masuk ke ruang IGD.
"Ada apa dengan istriku?!" tanya Lizard pada Viola yang ketakutan setengah mati.
"Tadi dokter Lily membaca berita online dan langsung bereaksi seperti ini tuan"
"Berita apa?!"
"Berita..itu ...tentang anda dan mantan kekasih anda"
"Apa?! apa lagi ini?!"
Lizard segera mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas dan membuka situs gosip. ia melihat berita yang memicu kemarahan Lily. foto Lizard dan Rachel terpampang jelas sedang berpelukan.
"Ah sial aku di jebak! brengsek!"
__ADS_1