Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 213


__ADS_3

River membuka pintu kamarnya, wajahnya nampak terkejut sekali melihat Celine duduk di depan kamarnya bersandar dinding.


"River? .." Celine bergegas berdiri dari duduknya. Ia melihat keadaan kamar yang berantakan. Lantainya berserakan dengan pecahan barang-barang. Pasti River menghancurkan seisi kamar. Sekilas Celine melihat wajah River terluka. Ia pasti mengobati lukanya seadanya.


River tetap membisu ia tidak berniat bicara dengan Celine. Tapi berbeda dengan Celine yang peduli pada River. lebih tepatnya ia prihatin dengan River yang kehilangan adik dan istrinya.


"Pergi dari sini, bukankah aku sudah membiarkan mu bebas?" suara berat River sedikit bergetar. Dengan hati-hati Celine melangkah mendekati River ia menghindari puing dan pecahan cermin dan vas yang berserakan di lantai.


"Aku tahu saat ini kau dalam masa sulit tapi bisa kah kita bicara?" Seline mencoba meraih tangan River tapi dengan kasar River menepis lengan Celine. tubuh Celine gontai hingga ia terjatuh ke lantai dan tanpa sengaja bagian punggungnya menindih pecahan kaca.


River langsung melihat ke arah Celine dengan cemas ia berjongkok.


"Sakit..!" kata Celine tertahan.


River segera mengangkat tubuh Celine keluar kamar, tanpa memakai alas kaki ia juga menginjak pecahan kaca hingga telapak kaki River berdarah.


"Khan! Khan! Siapkan mobil!" kata River sembari setengah berlari mengangkat tubuh Celine ke dalam mobil.


"Ayo tuan" Khan dengan cekatan membantu membaringkan Celine di mobil.


"Cepat ke rumah sakit!"


"Baik tuan" Khan bergegas menyalakan mesin mobil dan melaju menuju rumah sakit. Celine terbaring di pangkuan River. Punggungnya mengeluarkan banyak darah yang mengotori baju River.


"Cepat Khan!"


"Iya tuan" Khan menambah kecepatan mobilnya dan tidak berapa lama tiba di VC hospital. Perawat berlari mendatangi mobil River karena ia berteriak panik meminta bantuan.


Maxime yang berada di loby rumah sakit segera berlari mendekat ke arah River. Ia terkejut melihat sepupunya terbaring penuh darah.


"Kau apakan dia?!" Maxime kalap ia menarik kerah kemeja putih yang dikenakan River.


"Ingat River jika sampai terjadi sesuatu pada Celine aku pastikan kau akan membayarnya dengan mahal!" Maxime menghempaskan cengkramannya di kerah baju River hingga River terhuyung hampir jatuh. Maxime sangat marah melihat kondisi Celine yang berakhir dengan luka parah. Ia bergegas menyusul ke IGD untuk melihat kondisi Celine.

__ADS_1


"Tuan kaki anda terluka" Kata Khan panik. Ia memapah bosnya untuk mendapat perawatan juga.


"Khan apa dia akan baik-baik saja?" tanya River cemas. Ia tidak ingin Celine pergi seperti Zivana dan Don.


"Saya yakin dokter Celine akan baik-baik saja tuan"


Maxime keluar dari ruang IGD dengan tertatih River menghampiri dokter Maxime.


"Bagaimana keadaannya?"


"Lukanya cukup dalam, pecahan kaca itu menembus dalam dan mengenai saraf belakang Celine. Sekarang dokter sedang melakukan penanganan operasi pada Celine" kata Maxime menahan rasa kesalnya pada River.


River terdiam merasa bersalah. Beberapa kali ia mengusap wajahnya yang mulai di tumbuhi bulu halus.


"Pergilah! Jangan sampai paman Vegas melihat mu disini" Maxime memberi isyarat pada Khan agar membawa River pergi secepatnya.


"Mari tuan kita pulang" Khan memapah River menuju mobil yang terparkir di depan loby rumah sakit.


"Baik tuan, tapi tuan tunggu di mobil saja biar saya yang mencari tahu tentang kondisi dokter Celine"


***


Tuan Vegas dan nyonya Emma bergegas ke ruang ICU mereka melihat putri kesayanan mereka tergolek tidak berdaya di ruangan khusus.


"Kenapa bisa terjadi seperti ini Max? Bukankah hari ini Celine full praktik di rumah sakit ini?"


"Maaf paman, sebenarnya hari ini Celine tidak ada jadwal praktik"


"Apa maksud mu Max?! Paman tidak mengerti"


"Celine hanya beralasan saja berangkat ke VC hospital agar ia bisa melarikan diri dari paman. Celine pergi menemui....River"


"Apa?! Jadi dia yang sudah membuat putriku jadi begini?! Brengsek!" amarah tuan Vegas hampir tak terkendali. Nyonya Emma berusaha menenangkan suaminya.

__ADS_1


***


Celine sudah di pindahkan ke kamar khusus dengan pelayanan terbaik di rumah sakit itu. Celine susah siuman dan terlihat lebih baik.


"Daddy?" gumam Celine.


"Celine bagaimana sayang apa kau masih merasa sakit?" tanya tuan Vegas cemas.


"Tidak apa-apa Dadd, Celine baik-baik saja tapi dimana River?"


Tuan Vegas dan Maxime saling melihat dalam diam.


Flash back


Tuan Vegas menemui River setelah ia dari VC hospital melihat kondisi Celine yang mengkhawatirkan.


"Dimana bos kalian?!" tanya tuan Vegas pada anggota Loco yang berjaga di halaman RV mansion.


"Tuan vegas, mari kita bicara" kata Khan.


"Aku kemari untuk bertemu bos mu jadi segera suruh dia kemari"


River muncul sembari menahan nyeri di telapak kakinya yang luka. Tanpa aba-aba tuan Vegas menempelkan senpinya di pelipis River.


River bisa saja menangkis benda itu tapi ia masih menghormati Vegas sebagai mertuanya meski ia tidak di akui sebagai menantu.


"Aku minta maaf, aku tidak akan membuat Celine celaka lagi" kata River.


"Celaka lagi? Jangan harap Celine ku akan celaka lagi bersamamu! Mulai detik ini jangan ganggu anakku apa kau mengerti?!" gertak tuan Vegas. River hanya diam karena ia juga merasa bersalah.


"Dengar River jangan lagi berani muncul di hadapan Celine. Soal pernikahan kalian itu tidak ada gunanya! Aku tidak akan pernah setuju dan menganggap pernikahan mu dan Celine adalah sungguhan!"


Tuan Vegas pergi meinggalkan RV mansion. Sementara River hanya bisa diam menyesali kejadian yang menimpa Celine.

__ADS_1


__ADS_2