Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 29


__ADS_3

"Bisakah nanti kau pulang lebih awal?" tanya Lily dengan ragu. Lizard terlihat sedang merapikan dasinya di depan cermin. pintu kamar Lizard terbuka jadi Lily masuk ke kamar Lizard.


"Ada apa?" tanya Lizard yang masih sibuk dengaan dasinya.


"Aku mau memasak makanan malam sebagai ucapan terimakasih"


"Terimakasih?" Lizard masih tidak menoleh ke arah Lily, ia sibuk merapikan rambut lurusnya dengan jemari tangannya.


"Iya karena kemarin aku pikir Tim yang sudah menggendong ku saat aku tertidur di ruang kerja mu, ternyata Tim bilang kau yang melakukannya"


"Baiklah, aku akan pulang lebih awal jika masakan mu tidak enak kau tahu akibatnya?!"


"Iya aku pasti masak enak" kata Lily sumringah.


Lizard berjalan menuruni anak tangga menuju ruang tengah. Lily mengikutinya dari belakang.


"Pastikan kau tidak memasak yang aneh-aneh!" kata Lizard yang tiba-tiba menghentikan langkahnya sehingga membuat Lily menabrak punggung Lizard dengan keningnya.


"Ouhhh sakit" gumam Lily sambil mengelus keningnya. Lizard sama sekali tidak menggubris nya.


"Tim ayo kita berangkat"


"Baik tuan Lizard"


Apa maksudnya memasak yang aneh-aneh? bukan kah dia yang aneh?!


Lily langsung pergi ke swalayan untuk membeli bahan masakan. Ia akan membuat bakso daging, sushi kesukaan Lizard dan sup ikan kesukaannya sendiri.


Lily membeli beberapa kantung camilan dan memasukannya ke dalam troli belanjaan.


"Hai Lily ..kau disini?"


"Nic?"


"Bisa kita bicara? dekat sini ada cafe yang lumayan enak untuk mengobrol"


"Baiklah, aku akan ke kasir dulu kau tunggulah di luar" kata Lily sembari mendorong troli yang penuh belanjaan menuju kasir.


Nic membantu memasukan kantung-kantung belanjaan Lily ke dalam bagasi mobil.


"Kau belanja banyak sekali, apa akan ada pesta?" tanya Nicolas sembari menutup pintu bagasi mobil Lily.


"Tidak hanya aku pikir sekalian belanja bulanan saja tadi"

__ADS_1


"Oh ya apa mobil mu juga baru? sejak kapan kau bisa mengemudi?" Nicolas terlihat ingin tahu segalanya tentang Lily. ia benar-benar jatuh hati pada Lily dan berusaha merebut Lily dari Lizard.


"Aku kemari di antar sopir, Ini mobil milik Lizard"


"Oh aku kira kau mengemudi sendiri saat kemari"


"Ayo kita ke cafe" Lily meraih tasnya dan berjalan menuju kafe yang terletak di samping swalayan.


"Ada apa Nic? kau mau bicara apa?"


"Kau pasti sudah tahu jika kemarin Lizard membuat konferensi pers tentang tuduhan tambang ilegalnya?"


"Iya aku melihatnya di TV"


"Lalu apa tanggapan mu?"


Lily mengingat pria tawanan Lizard yang entah bagaimana nasibnya sekarang, ia hidup atau mati. Lily tidak mungkin menceritakan perbuatan Lizard pada Nic. secara tawanan Lizard itu adalah suruhan Nicolas.


"Lily?..." Nic menjentikan jemarinya di depan wajah Lily yang sedang melamun.


"Oh aku tidak tahu Nic, untuk bisnis Lizard aku tidak ikut campur sama seperti dia juga tidak mencampuri pekerjaan ku sebagai dokter"


"Jadi begitu...jika aku menemukan cukup bukti yang memberatkan Lizard aku pastikan dia akan di tangkap dan masuk bui!"


Degh ....


"Oh ya Nic maaf aku harus segera pulang" Lily berdiri dari duduknya dan berjalan pergi. ia tidak menghiraukan Nicolas yang mencoba menahannya.


🌵🌵🌵


Lizard pulang lebih awal, ia menepati janjinya pada Lily. saat pintu rumah di buka aroma masakan langsung tercium menggugah selera.


"Kau mencium bau masakan?" tanya Lizard pada Tim yang berdiri di belakangnya.


"Benar tuan, saya rasa dokter Lily sedang memasak"


"Gadis bodoh itu bilang padaku akan memasak makan malam sebagai ucapan terimakasih. apa menurut mu dia akan memberi racun ke dalam makanan ku?"


"Mungkin saja tuan, karena selama ini anda sering mengerjai dokter Lily sampai menangis"


"Sial! kenapa kau malah membuat ku cemas sungguhan?!"


"Kalian..? kenapa hanya berdiri disana? kemarilah makan malam sudah siap" kata Lily yang malam itu juga terlihat cantik dengan dress pendeknya. rambut panjangnya tergulung rapi ke atas karena ia baru saja selesai memasak.

__ADS_1


Lizard memandang sajian di atas meja. ia melihat ada sushi kesukaannya. ada tamagoyaki juga.


"Seperti nya ...enak" gumam Lizard ragu.


"Ini sungguh enak cobalah"


Lily meraih sepotong Sushi dengan sumpit lalu menyuapkannya pada Lizard.


Lizard yang terkejut tapi tidak bisa mengelak akhirnya pasrah saja mencicipi masakan Lily.


"Bagaimana rasanya ..enak?"


"Tidak buruk tapi juga biasa saja rasanya"


"Kalau begitu coba sup ini, tidak pedas kau tenang saja" Lily menyuapkan sesendok sup ke pada Lizard.


"Bagaimana enak?"


"Emmmm biasa saja"


Lily setengah putus asa dia tidak peduli lagi masakannya enak atau tidak. Yang jelas ia sudah lapar..


Selesai makan malam Lizard merasa gatal-gatal dan kulit nya langsung memerah.


"Lily! apa ini?" tanya Lizard sembari menggaruk wajahnya.


"Kau kenapa Lizard?"


"Apa sup ini memakai bubuk udang?" kata Lizard sembari mendelik ke arah Lily.


"Benar agar lebih gurih jadi aku menambahkan bubuk udang.....Upsss kau alergi bubuk udang?!"


"Iyahhh dokter Lily!" kata Lizard penuh penekanan. ia masih menggaruk lengannya. Lizard mengendorkan dasinya dan menggulung lengan kemejanya.


"Lizard kulit mu merah sekali, duduklah kemari aku akan memeriksa mu"


Lizard duduk di sofa sembari tetap garuk-garuk. ia tidak tahan jadi melepas kemejanya.


"Baiklah minum ini, ini obat alergi" Lily menyerahkan tiga butir pil dan segelas air putih pada Lizard.


Setelah meminum pil pemberian Lily, ia duduk di sofa dengan wajah menahan marah.


"Maaf Lizard aku tidak sengaja, aku tidak tahu kau alergi bubuk udang"

__ADS_1


"Lizard meraih kemejanya yang tergeletak disofa dengan kasar. Lizard mendiamkan Lily sambil berjalan menuju kamarnya.


Sementara Timoti yang melihat semua kejadian itu hanya menggelengkan kepala.


__ADS_2