
"Apa yang kau lakukan disini?!" Amara menoleh ke sampingnya yang sudah duduk Reyzard tanpa di persilahkan. pria itu tersenyum membuat Amara kesal.
"Makan siang, apa kau tidak ingin makan siang?" tanya Reyzard usil.
"Iya tapi tidak denganmu!" jawab Amara jutek.
"Tapi aku sangat ingin bersamamu" Reyzard menyulut sebatang rokok disamping Amara. gadis itu mengipaskan tangannya karena asap rokok itu mengepul ke arahnya.
"Kau sungguh menyebalkan!" Amara hampir pergi ia berdiri dari kursinya. Reyzard menahan sebelah tangan Amara.
"Baiklah aku matikan, jadi kembali duduk"
Pelayan kebetulan datang mendekat ke meja Amara dan Reyzard mengantarkan pesanan Amara.
"Bawakan aku makanan yang sama seperti itu" kata Reyzard pada pelayan yang di iyakan dengan anggukan sopan.
Amara terpaksa kembali duduk di kursinya. ia memasang raut wajah jengah, tangannya sibuk mengikat rambut pirangnya dengan sebuah tali rambut.
"Biar aku bantu" kata Reyzard kembali menjahili Amara.
"Hentikan! singkirkan tanganmu!"
__ADS_1
Keduanya terlihat menikmati makanan seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. siang itu restoran terlihat ramai karena di penuhi para karyawan dan staf VC hospital.
Damn! aku lupa jika restoran ini dekat VC hospital pasti Vegas juga akan makan siang disini!
Reyzard memandang ke arah pintu masuk restoran. benar saja tidak berapa lama Vegas dan Emma nampak bersama memasuki restoran menuju meja satu-satunya yang masih kosong di ruangan itu.
Reyzard menghentikan makan siangnya, Amara melirik ke arah pria disampingnya yang tiba-tiba seperti kehilangan napsu makan. wajah Reyzard bahkan tidak seperti tadi yang terlihat ramah dan jahil.
"Bagus jika kau kehilangan selera makan mu sebaiknya kau pergi" kata Amara.
Reyzard hanya terdiam, ia berdiri dari kursinya lalu meraih tangan Amara dan menggenggamnya.
"Aku akan pergi tapi denganmu" kata Reyzard tersenyum seraya menarik tangan Amara berjalan keluar dari restoran itu. Vegas yang menyadari keberadaan Reyzard hanya memandang dari tempatnya duduk. ia mengerutkan keningnya sepertinya Vegas mengenali gadis yang bersama Reyzard siang itu.
"Sepertinya aku melihat Reyzard"
"Reyzard? dimana?"
"Sudahlah dia sudah pergi ayo lanjutkan makannya" kata Vegas sembari meraih sendok dan garpu yang sempat ia letakkan.
Sementara Reyzard terus membuntuti langkah Amara. gadis itu berjalan sangat cepat setengah berlari. Reyzard hanya tersenyum melihat tingkah Amara ia malah semakin gemas dan penasaran.
__ADS_1
"Berhenti! serahkan barang-barangmu!" dua orang pria turun dari kendaraan motor besar dan menodongkan senjata tajam pada Amara. gadis itu terlihat takut dan terkejut. ia mengangkat kedua tangannya.
"Tunggu kalian siapa? akan kulaporkan pada polisi!! kalian perampok?!" Amara balik mengancam. Reyzard berdiri tidak jauh dari Amara. ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana melihat kejadian menarik di hadapannya. Reyzard hampir tertawa melihat Amara dan kawanan perampok itu.
"Jangan banyak bicara! cepat serahkan barang-barang mu!" lalu entah darimana lagi seorang perampok wanita muncul menghampiri mereka. ia membantu menggeledah Amara. dilihat dari wajah para perampok itu Reyzard sudah tahu jika mereka pasti para pengonsumsi obat. wajah mereka pucat dan tingkahnya sangat agresif terutama. si perampok betina itu.
"Sudahlah hentikan" kata Reyzard santai. Amara menyadari ada Reyzard di belakangnya. ia terlihat memohon meminta bantuan melalui tatapan matanya yang ketakutan.
"Kau siapa? jangan ikut campur!" bentak si perampok.
"Lepaskan dia, rampok saja aku" kata Reyzard mencoba bernegosiasi sembari mengeluarkan smartphone canggih dengan harga yang mahal Reyzard juga mengeluarkan dompetnya lalu membukanya didalamnya terselip banyak sekali lembaran dolar. Reyzard belum sempat menukar mata uang ia masih memegang dollar.
Kawanan perampok itu ternganga melihat Reyzard memamerkan barangnya. mereka berganti mengerubungi Reyzard dan menodongkan senjata tajam ke ulu hati pria Asia itu. Dengan gerakan kepala Reyzard meminta Amara pergi. tapi gadis itu menggeleng tidak mau.
"Pergilah! cepat!" kata Reyzard yang sedang di rampok. ponsel dan dompetnya di ambil kawanan itu. Amara terpaksa berlari meninggalkan Reyzard karena ia sangat takut.
"Sudah selesai? Reyzard mengeluarkan senpi dari pinggangnya dan menodongkan ke kepala si perampok betina berambut pirang, lusuh dan tidak terawat.
"Sebelum menarik pelatuk senpi ini aku biasa menghitung sampai tiga. satu! dua!..." para perampok itu saling lihat lalu mereka kabur.
Reyzard membungkuk mengambil ponsel dan dompetnya yang terjatuh. ia bergegas menyimpan kembali senpinya lalu pergi mencari Amara.
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja sejak tadi Reyzard menghabisi para penjahat jalanan itu tapi ia tidak ingin membuat citra buruk di depan gadis yang sedang ia sukai. Amara tidak boleh tahu siapa Reyzard sebenarnya.