
Lily duduk di tepi ranjang, ia sudah selesai bersih-bersih dan berganti pakaian. Sementara Lizard baru saja akan ke kamar mandi. ia melepas kemejanya lalu ikat pinggang dan celananya.
"Lizard boleh aku meminta sesuatu?" suara Lily terdengar parau karena habis menangis berjam-jam.
Lizard meloloskan celananya dan mengenakan kimono mandi.
"Tentu saja sayang kau boleh meminta apapun dariku"
"Apapun?!"
"Iya, apapun yang kau mau!"
"Kalau begitu aku akan meminta kejujuran darimu!"
Kening Lizard mengernyit, ia menggaruk dagunya dengan jemari sembari memandang wajah Lily.
"Kejujuran macam apa yang akan kau minta Lily? bukankah dalam beberapa hal kita memang perlu menutupi sesuatu agar tidak saling menyakiti satu sama lain?".
"Apakah termasuk menutupi rasa cintamu pada wanita itu?"
Lizard tertegun, bibirnya tergagap seketika ia membeku dan tidak bisa berkata-kata di hadapan Lily.
Ternyata berperang dengan mafia lebih mudah di banding menghadapi satu wanita dengan segala kerumitannya. Lizard meremas rambutnya dengan gemas.
"Jawab saja Lizard! aku akan kuat mendengar semua isi hatimu itu!" kata Lily dengan mata polos nya yang memerah menahan tangis.
Mati lah kau Lizard! Lily sungguh sakit hati padamu! batin Lizard bergemuruh.
Bagaimana ini?! apa aku harus menelpon Tim dan meminta saran darinya?! tapi untuk apa aku meminta saran si bodoh itu? menikah saja dia belum pernah, dia tidak akan tahu penderitaan pria yang sudah menikah!
"Jawab Lizard! harus berapa kali aku mengulangi pertanyaan ku?! kau masih mencintai Grace bukan? lalu kau tidak berkutik saat dia memiliki anak darimu?!"
__ADS_1
Kejantanan Lizard sebagai mafia seolah terkuliti di hadapan istrinya. ia seperti tidak berdaya dengan pertanyaan Lily.
"Aku memang mencemaskan soal anak yang di katakan Grace padaku, tapi aku sudah tidak menyimpan perasaan padanya!"
Lily tersenyum sinis ia tidak percaya ucapan Lizard. jelas terlihat Dimata Lizard jika ia masih menyimpan rasa pada wanita itu.
"Jika aku meminta mu memilih, kau akan pilih siapa?!"
"Tentu saja aku akan memilih mu sayang"
"Baiklah aku akan menerimamu tapi hanya kau seorang tidak dengaan anak itu!"
Lizard kembali terdiam, ia memejamkan matanya. mood nya untuk mandi luntur sudah. Lizard mengenakan kaos hitam dan celana panjangnya lalu pergi meninggalkan kamar.
"Lizard tunggu!" Lily menarik lengan kanan Lizard yang bertato.
"Buka bajumu!" pinta Lily dengan sorot mata tajam.
"Iya cepat buka baju mu!"..
"Lily aku kira kau lebih bersabar karena selama ini aku yang selalu memintamu membuka baju lebih dulu" Lizard menahan tawanya.
"Diam Lizard! cepat buka!"
"Iya sayang baiklah aku akan membukanya"
Lizard membuka bajunya dan Lily mengamati sebuah tulisan kecil di dada Lizard yang di ukir sebagai tato permanen.
"Ternyata bukan nama wanita itu, yasudah pakai lagi bajumu!" Lily kembali ke kamar membanting pintu dan ambruk di ranjang.
Lizard termangu dengan perlakuan istrinya yang di luar nalar.
__ADS_1
Aku minta seribu mafia seperti Jerry datanglah aku tidak gentar! tapi jangan Lily yang marah aku bisa gila!
🌵🌵🌵
Hari yang di sepakati telah tiba. saatnya Lizard bertemu Grace dan anaknya. siang itu Lily ikut serta meski dengan wajah menahan kesal dan cemburu serta sakit hati yang membuat menjadi satu. tapi ia penasaran juga seperti apa wanita itu dan anak yang di bilang adalah anak biologis Lizard.
"Lizard..?" Grace tersenyum melihat Lizard berdiri memandang dirinya.
"Aku senang akhirnya kau menemui ku dan anak kita" mata Grace berbinar. Lizard beralih memandang anak perempuan yang di gandeng oleh Grace.
Lizard mengamati dengan seksama apakah anak itu mirip dengannya atau tidak.
Dan sialnya bola mata anak itu juga berwarna biru mirip sekali dengan Lizard.
Lizard melirik Lily yang pasti sudah sadar dengan kesamaan yang di miliki Lizard dengan anak itu.
"Grace, aku bersama istriku Lily" kata Lizard sembari meraih tangan Lily yang sengaja duduk di kursi yang terletak di belakang Lizard.
wajah Grace nampak kecewa dan marah ketika melihat Lily ada disana.
"Mom siapa mereka?" tanya Ozgy yang bingung bertemu orang baru.
"Bukan siapa-siapa Ozgy, ayo kita pulang!" Grace menarik anaknya untuk berjalan cepat menuju mobil . ia kecewa kenapa Lizard tidak menemuinya seorang diri.
Dasar pengecut! sampai kapanpun tetap pengecut!! umpat Grace di dalam mobil.
Sementara Lizard termenung mengingat wajah cantik anak kecil yang di akui Grace sebagai anak biologis Lizard.
Lily memandangi Lizard yang hanya duduk membeku seolah tidak menganggap keberadaan Lily di sampingnya.
Bagaimana Lizard apa hatimu sudah goyah karena anak itu? -Lily-
__ADS_1