
Lily memasangkan dasi untuk Lizard. hal baru yang ia lakukan selama menjadi istri Lizard Van Camont.
"Kau pasti merasa beruntung sekali karena bisa memasangkan dasi untuk ku?" kata Lizard penuh percaya diri.
"Tidak juga"
"Oh ya sayang berapa bulan usia anak kembar kita?"
"Empat bulan sayang"
"Apa sudah waktunya si kembar punya adik?"
"Apa?!"
Lily mendorong tubuh Lizard agar segera keluar kamar menuju ke lantai utama. karena kalau terus di kamar Lily sangsi Lizard tidak akan memundurkan jam berangkat ke kantornya.
"Ayo cepat sarapan sebelum Tim datang menjemput mu"
"Memangnya kalau Tim datang kenapa? dia bisa menunggu"
"Baiklah terserah pada mu saja" Lily meletakkan seporsi sarapan di hadapan Lizard.
"Kapan Zack dan Bella bisa makan pagi bersama daddy mereka yang tampan ini?"
"Nanti kalau sudah enam bulan anak-anak bisa di beri makanan lunak"
"Aku tidak sabar melihat mereka segera berjalan dan berbicara"
Lily tersenyum sembari meletakkan secangkir kopi di hadapan Lizard.
Memandang secangkir kopi di depannya senyum Lizard mengembang. ia ingat di tahanan untuk minum kopi saja sangat susah harus menunggu ada pembagian gratis atau kunjungan keluarga.
"Oh ya apa yang akan kau lakukan di kantor nanti? kau sudah memecat banyak karyawan mu" tanya Lily membuyarkan lamunan Lizard tentang kopi.
"Tenang saja banyak yang berlomba untuk bekerja di VC group. aku pasti segera dapat pengganti yang lebih baik"
"Lizard..."
__ADS_1
"Hmm"
"Berhati-hatilah jangan sampai terulang kembali masalah seperti kemarin. sungguh berat berpisah lama dari mu"
"Baik aku berjanji istriku sayang dokter Lily Van Camont" Lizard berdiri dari duduknya dan mencium rambut Lily. ia melihat jam tangannya.
"Tidak biasanya Tim tidak disiplin"
"Ada apa?" tanya Lily
"Tidak biasanya Tim terlambat menjemput ku"
"Mungkin dia bangun kesiangan"
"Tidak mungkin itu tidak pernah terjadi"
"Sayang Tim juga manusia biasa bukan robot pasti dia juga pernah kesiangan"
"Benarkah tahu dari mana kalau Tim bukan robot? selama ini aku pikir dia robot!"
"Jangan bercanda" Lily mencubit pinggang Lizard.
"Hai anak-anak kesayangan Daddy"
"Yo cepatlah besar sayang, Daddy ajak kalian main golf, belajar berkuda, naik sepeda, main bola dan masih banyak lagi. Daddy kalian ini jagoan dan serba bisa sayang"
Lagi-lagi Lily hanya tersenyum melihat tingkah Lizard.
Tidak berapa lama Tim akhirnya tiba untuk menjemput Lizard.
"Maaf tuan saya sedikit terlambat" kata Tim sembari merapikan kancing jasnya.
"Sedikit?!" Lizard mengangkat tangannya dan melihat jam di pergelangan tangan kanannya.
"Maaf tuan maksud saya sangat terlambat" kata Tim yang menyadari kesalahannya.
"Apa kau ada masalah?"
__ADS_1
"Tidak ada tuan"
"Bagus, besok jangan terlambat"
"Baik tuan"
Tim membukakan pintu mobil untuk Lizard.
Lizard mencium kening Lily lalu bergegas memasuki mobil. Lily melambaikan tangan pada Lizard.
Di perjalanan Lizard memainkan ponselnya. ia tiba-tiba teringat sesuatu.
"Tim, ..."
"Iya tuan?"
"Belikan kopi dalam jumlah banyak dan camilan juga dalam jumlah banyak"
"Maaf tuan apa tadi anda belum minum kopi? atau sarapan di rumah?"
"Bukan untukku tapi untuk para tahanan"
"Baik tuan nanti akan saya belikan dan saya kirim langsung ke sana"
"Apa Schedule ku hari ini?"
"Hari ini anda akan menemui calon direktur baru untuk interview tuan"
"Berapa orang?"
"Lima orang"
"Lima orang? itu membosankan sekali! kau saja yang interview mereka"
"Tapi tuan..."
"Sudahlah kau pilih yang terbaik dan pastikan mereka tidak akan berkhianat pada ku seperti pekerja ku yang sebelumnya"
__ADS_1
"Baik"
"Setelah urusan perusahaan beres, susun rencana untuk menghabisi Nicolas!" kata Lizard datar sembari memandang jalanan dari balik kaca mobil.