
"Selamat pagi tuan...." Timoti dengan ragu membangunkan Lizard. Ia sedikit tersenyum melihat Lily terlelap di pelukan Lizard.
Tim menyentuh lengan Lizard dan menggoyangkan perlahan.
Lizard bergerak dan membuka matanya. Ia terkejut melihat kepala Lily bersandar di dadanya.
"Ahhh gadis ini bisa tidur dimana saja termasuk di pelukanku! pasti dia mencari kesempatan dalam kesempitan!" omel Lizard sembari perlahan memindahkan kepala Lily ke bantal.
"Kau lihat apa?!" teriak Lizard pada Tim
"Maaf tuan..."
Lizard bergegas bangkit dari tempat tidur reot yang untung tidak roboh saat ia dan Lily tempati.
"Jam berapa sekarang? bagaimana meeting ku hari ini?"
"Sekarang pukul delapan tuan, meeting akan di mulai sekitar jam satu siang. jarak dari pemukiman ini ke pusat kota adalah enam jam. saya meminta meeting untuk di mundurkan sampai anda tiba di kantor"
"Mana baju ganti ku?"
"Ada di mobil anda tuan"
"Aku mandi di kantor saja"
"Tidak keburu tuan, lebih baik anda mandi disini"
"Apa maksud mu aku harus mandi disini?" Lizard dan Tim tiba di kamar mandi milik Viola. Kamar mandi itu terletak di kebun dan hanya menggunakan penutup seadanya.
__ADS_1
"Apa ini? aku tidak mengerti kalian menyebut ini kamar mandi?"
"Hah tempat penampungan air ini apakah bersih? dan benda apa ini?"
"Itu gayung tuan silahkan anda mandi dengan benda itu" jawab Timoti yang menahan senyumnya.
"Dimana shower nya?"
Shower? memangnya anda pikir ini di hotel? atau di rumah anda mandi menggunakan shower?
"Tidak ada tuan, silahkan mandi dan ini perlengkapan mandi anda" Timoti menyerahkan punch hitam berisi sabun, pasta gigi, sikat gigi dan shampo milik Lizard.
Tim selalu membawa perlengkapan cadangan di mobil Lizard jika di perlukan dalam kondisi darurat termasuk baju ganti dan perlengkapan mandi.
"Tim kau kurang ajar sekali bagaimana aku mandi dengan benda ini, dan penampungan air ini apakah ini bersih? aku tidak yakin!" Lizard terus mengomel tidak jelas.
"Vio dimana kamar mandinya?"
"Di belakang dokter, silahkan anda lurus saja dan disana akan ada kamar mandi" Viola santai saja karena ia pikir Lizard dan Lily adalah suami istri jadi tidak masalah jika Lily memergoki Lizard sedang mandi.
Lizard mandi dengan separuh badan terlihat dari luar karena penutup kamar mandi itu sungguh ajaib yaitu hanya separuh saja di tutup dengan terpal dan karung goni yang di robek.
Lily yang baru saja membuka pintu belakang langsung terkejut mendapati Lizard sedang mandi.
"Lizard?..."
"Argh! pergi kenapa kau disini cepat pergi!" wajah Lizard memerah dan Lily tertawa melihatnya .
__ADS_1
Timoti dan Viola ikut tertawa dengaa. kegaduhan pagi itu.
"Lily cepat pergi!"
"Iya maaf Lizard aku hanya mengintip sedikit tenanglah..." kata Lily sambil tertawa menggoda Lizard yang sudah malu tingkat dewa.
Lizard membanting gayung itu di bak dan bergegas mengenakan bajunya. Ia keluar kamar mandi itu dengan wajah kesal dan cemberut.
"Hei kau sudah selesai mandi?" bisik Lily didekat Lizard yang sedang duduk mengenakan sepatunya.
"Diam kau dokter, ini gara-gara kau"
"Gara-gara aku? maaf Lizard tapi boleh aku katakan sesuatu?"
"Apa?!"
"Kau sexy sekali saat mandi tadi..." Lily langsung kabur ia berhasil membuat Lizard jengah dan malu. wajah tampannya memerah dan tidak ingin memandang siapapun. Ia berjalan menuju mobilnya tanpa berpamitan pada Lily dan Viola.
"Cepat bawa aku pergi dari tempat ini Tim!"
"Baik tuan"
"Oh sial aku malu sekali, bisa-bisa nya gadis itu melihat ku mandi dengan payung"
"Gayung tuan bukan payung"
"Iya maksudku benda sialan itu!"
__ADS_1