Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 57


__ADS_3

Tim mengemudikan mobilnya seorang diri melalui jalanan yang biasa ia lalui setiap harinya. Di belakang mobilnya ada dua buah mobil yang juga mengikuti dirinya.


Merasa ada yang menguntit, Tim bergegas membahas kecepatan mobilnya hingga ia berbelok ke sebuah tempat lapang yang sepi dan jauh dari jalan raya.


Dua buah mobil yang mengikutinya ikut berhenti. segerombolan orang turun dari dalam mobil itu dan mengepung Timoti yang seorang diri.


Tim mencoba tetap tenang menghadapi mereka.


"Mau apa kalian?" tanya Tim.


"Mau menghabisi mu!"


"Tidak akan semudah itu! kalian siapa? dari rival tuan Lizard yang mana?"


"Kau tidak perlu tahu, yang jelas keberadaan mu membuat tuan kami repot!" kata seorang pimpinan dari gerombolan itu.


"Kasihan sekali, hanya karena orang seperti ku tuan kalian kerepotan! kalau begitu kalian juga akan ku buat tidak berdaya seperti tuan kalian" senyum tersungging di bibir Tim.


Baku hantam tak terelakan, Tim membela diri dengan mengeluarkan senjata yang ia selipkan di pinggangnya. tapi karena gerombolan itu cukup banyak dan ia sendirian Tim akhirnya kalah.


Seseorang memukul kepalanya dari belakang dan menyebabkan ia tumbang. beberapa orang menginjak-injak tubuh Tim yang terkapar di tanah.

__ADS_1


Mereka merogoh saku Tim mencari ponsel lalu membuangnya jauh-jauh agar Lizard tidak bisa menemukan keberadaan asistennya.


Gerombolan itu menyeret tubuh Tim dan memasukannya ke dalam bagasi mobil lalu membawanya pergi.


🌵🌵🌵


Di ruang meeting Lizard merasa sedikit gelisah karena Tim tidak memberinya kabar. ia mencoba menelpon salah satu anak buahnya dan menanyakan keberadaan Tim.


Rupanya sejak mengantarkan Lizard ke VC Group Tim belum tiba di gedung tempat akan diadakannya kampanye dan pertemuan dengan para pendukung politik Lizard.


Diaman dia? tidak biasanya Tim seperti ini. pergi tanpa kabar itu bukan kebiasaannya.


Lizard melirik jam tangannya dan menyelesaikan segera meeting siang itu. ia berjalan menuju loby dan berpesan pada sekretarisnya untuk segera mengabarinya jika melihat Tim di kantor.


Setibanya di rumah ada Lily yang akan berangkat ke rumah sakit. ia sudah rindu untuk membuka praktik. Lily meninggalkan sebentar anak-anak bersama pengasuh mereka.


Lily terkejut melihat Lizard pulang lebih awal dan terlihat tergesa-gesa.


"Apa Tim kemari?" tanya Lizard pada Lily.


"Tidak, memang ada apa?"

__ADS_1


Lizard tidak menggubris pertanyaan Lily, ia bergegas menuju ruang bawah tanah. Lizard mengganti bajunya dengan melepas stelan jasnya dan mengganti dengan celana jeans dan jaket kulitnya.


Tidak lupa ia mengisi amunisi penuh sebelum pergi lalu menyelipkan senpinya di pinggang.


Lizard mencoba menelpon ponsel Tim sejak tadi tapi selalu nihil.


Lily yang melihat tingkah Lizard ikut cemas.


Sebenarnya ada apa? kenapa Lizard terlihat cemas dan terburu-buru?


"Aku akan pulang malam" kata Lizard yang berjalan melalui Lily yang berdiri di dekat pintu dengan wajah bingung.


"Oh ya jangan kemana-mana kau sebaiknya di rumah dan jaga anak-anak"


"Tapi ada apa?"


"Aku bilang tetap di rumah!" suara Lizard meninggi dan ia segera pergi memasuki mobilnya.


Lily terkejut Lizard membentaknya, rasa jengkel membuncah di hati Lily.


Dia pikir siapa dia berani sekali membentak ku tanpa alasan jelas!

__ADS_1


Tapi Lily segera menuruti perkataan Lizard, ia tidak jadi pergi ke rumah sakit dan kembali ke kamar anak-anaknya.


__ADS_2