
"Sudah Berhenti!!" Tuan Rud memisahkan Lizard dan Eric yang bertengkar di rumah sakit.
Lizard terlihat membersihkan sedikit darah segar di sudut bibirnya akibat pukulan Eric. sementara Eric wajahnya lebam karena pukulan Lizard.
"Dengar baik-baik, jangan berani macam-macam padaku! aku anggap ini hanya lelucon!!" gertak Lizard.
Lily cemas melihat kondisi Eric, ia berjalan mendekati Eric.
"Eric kau baik-baik saja?"
Lizard terkejut dengan tingkah Lily itu. ia menarik lengan Lily dan mengajaknya pergi.
Di ruang kerjanya tuan Rud sedang berbicara dengan Eric.
"Sejak kapan kau menyukai Lily?" tanya tuan Rud.
Eric diam tidak menjawab, ia sibuk mengompres luka lebam di wajahnya.
"Eric papa tanya sekali lagi, sejak kapan kau menyimpan perasaan pada Lily? bukankah kau menyadari jika dia kakak ipar mu?"
Eric tersenyum sinis, jemarinya memijat lebam di bawah mata kanan nya.
"Untuk apa papa tahu? bukankah sejak dulu hanya Lizard yang menjadi prioritas papa?!"
"Eric! kau salah paham! papa sama menyayangi kalian bertiga, Lizard, kau dan Meri"
"Lalu kenapa papa memilih menjodohkan Lily dengan kak Lizard?!"
"Papa tidak tahu jika kau menyimpan rasa pada Lily"
__ADS_1
"Papa memang tidak mau tahu apapun jika tidak berhubungan dengan putra kesayangan papa itu!"
"Eric...." tuan Rud merasa bersalah. selama ini ia memang keras pada Eric tapi itu demi kebaikan Eric sendiri.
Tuan Rud menghela napas berat, ia duduk diam merenung atas semua yang telah terjadi.
Eric berdiri dari duduknya dan berjalan pergi, ia masih kesal dengan Lizard, tapi Eric tersenyum mengingat Lily mencemaskan nya tadi.
Sepertinya aku memang harus merebut mu dari Lizard! akan ku buat kau bahagia bersama ku Lily ...
🌵🌵🌵
Setibanya di rumah Lizard langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar. Lily terseok mengejar langkah Lizard.
Lizard membanting pintu kamar dengan keras. Lily memundurkan langkahnya.
"Kau sengaja?!" bentak Lizard di depan wajah Lily.
"Sengaja apa?"
"Kau tahu bukan jika Eric menyukai mu sejak lama?"
"Aku tidak tahu, tapi setidaknya dia berani mengungkapkan isi hatinya!"
"Apa kata mu Lily? jadi menurutmu semua yang aku lakukan selama ini tidak menunjukan cintaku padamu? tidak meyakinkan hatimu tentang perasaanku hah?!!" Lizard mendorong tubuh Lily hingga membentur dinding.
Lily ketakutan dan mencoba menghindar tapi Lizard sudah menghalangi nya. Lengannya mengunci posisi Lily yang sedang berhadapan dengannya.
"Katakan padaku! apa yang harus ku lakukan untuk meyakinkan mu!"
__ADS_1
Lily mencoba mengindari bentakan Lizard di depan wajahnya.
"Apa aku harus memberimu pelajaran? oh jadi kau kecanduan aku menghukum mu?! baiklah kalau begitu ayo kita coba untuk hukuman mu! aku akan memberimu kejutan sayang....!"
Lily merinding mendengar Lizard memanggilnya sayang saat sedang marah.
"Lizard, aku lelah aku ingin kita berpikir dulu masing-masing"
"Apa kau bilang? berpikir?! apa kau kira aku masih bisa berpikir setelah adikku mengungkapkan rasa cintanya pada istriku?!"
"Aaahh Brengsek!!" Lizard memukul dinding tepat di samping wajah Lily.
Lily yang ketakutan memeluk lengan Lizard sembari menangis.
Melihat tangisan istrinya, Lizard berhenti sejenak dari amarahnya.
Lizard meraih tangan Lily dan mendorongnya dengan kasar keatas ranjang.
"Aku marah sekali Lily, marah sekali!"
"Tunggu Lizard! aku tidak pernah melawan dengan semua skandal mu bersama banyak wanita! bahkan sekarang kau punya anak dengan salah satu wanita mu itu!".
Lizard memejamkan matanya menahan amarah, dengan kasar ia melepas jas dan kemejanya lalu menyentaknya ke lantai.
"Aku tidak peduli Lily, bicaralah sesukamu! aku juga akan melakukan apa yang aku sukai dari mu!"
Lizard mendekati Lily dan menarik rambut Lily hingga Lily berteriak kesakitan.
"Kau akan menerima hukuman berat malam ini sayang!!" bisik Lizard di telinga Lily yang membuat bergidik ngeri.
__ADS_1