Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 179 Berebut Kekuasaan


__ADS_3

"Apa maumu Reyzard?!"


"Aku senang kau bertanya apa mauku Vegas! Sesekali kau memang harus mengalah dari orang lain jangan egois dan menguasai semua seorang diri! Itu serakah Vegas!"


"Cepat katakan apa maumu?!" Vegas menggertakkan rahangnya, Emma meraih tangan Vegas agar pria itu lebih tenang.


"Hmm baiklah aku mau kau berikan VC hospital padaku!" kata Reyzard.


"Apa?!" Emma yang menyahut karena terkejut mendengar permintaan Reyzard.


"Vegas dia siapa? Kenapa meminta rumah sakit ini?" tanya Emma.


"Vegas wanitamu bertanya tentang aku kenapa tidak di jawab?" Reyzard menyeringai.


"Pergilah aku tidak akan memberikan rumah sakit ini padamu"


"Apa kau lupa kalau aku juga Van Camont?! Aku juga berhak atas warisan kakek!" kata Reyzard mulai kesal.


"Pikirkan sekali lagi permintaan ku" Reyzard menyeringai sembari mengenakan kaca mata hitamnya lalu berjalan pergi meninggalkan VC hospital.


Vegas kembali ke ruang kerjanya, ia memanggil Kinn untuk datang ke VC hospital. disaat seperti ini Vegas perlu bantuan Kinn untuk membuat siasat mengalahkan Reyzard.

__ADS_1


Sebenarnya Reyzard tidak salah jika ia meminta VC hospital karena ia juga bagian dari keluarga Van Camont posisinya sama seperti Vegas. orang tua mereka kembar dan seharusnya memang memiliki hak yang sama atas warisan kakek mereka.


"Tuan memanggil saya?" Kinn tiba di hadapan Vegas.


"Kinn baru saja aku bertemu Reyzard"


Wajah Kinn tidak terkejut, ia memang sudah tahu jika Reyzard ada di Amsterdam. Kinn pernah lebih dulu bertemu dengan Reyzard secara tidak sengaja. tapi ia urung bercerita pada Vegas karena tuannya sedang sibuk dengan urusan pekerjaan sebagai dokter forensik.


"Dia meminta saham VC hospital untuk di alihkan atas namanya, apa pendapat mu Kinn?"


"Apa tuan akan berikan? VC hospital memang rumah sakit milik keluarga tapi tidak bisa jika Reyzard menguasai seorang diri. saya rasa anda bisa membagi dua kepemilikan rumah sakit ini dengan tuan Reyzard"


***


Reyzard menghentikan mobilnya di sebuah kampus ternama. ia berdiri bersandar mobilnya mengamati seorang gadis yang berhasil menjerat hati Reyzard. berhari-hari Reyzard memantau gadis itu mencari tahu semua tentang si gadis yang ia temui pertama kali di halte bus sewaktu Reyzard baru tiba di Amsterdam.


Melihat incarannya berjalan dari kejauhan Reyzard langsung mendekat. ia melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya dan menyelipkan benda itu di saku kemejanya.


"Hai, kau mau ku antar pulang?" tanya Reyzard basa basi. wajahnya terkesan bak pangeran tampan yang ramah dan baik hati. jauh dari kesan Yakuza atau mafia. gadis itu hanya melirik Reyzard tanpa mempedulikannya.


Si gadis bernama Amara mahasiswi tingkat akhir fakultas kedokteran. bukan Reyzard sengaja mencari dokter untuk ia incar menjadi kekasihnya tapi itu memang hanya kebetulan saja.

__ADS_1


"Pergilah" kata Amara dingin.


"Aku tidak mau, sebelum kau bersedia aku antar pulang aku akan terus mengikuti mu! kata Reyzard sambil terus mengejar langkah Amara.


Amara menghela napas ia menyibakkan rambut pirangnya. mata abu-abunya membuat Reyzard terkesima.


"Kalau kau terus mengganggu maka aku akan melaporkan mu pada polisi" ancam Amara.


"Wow kenapa harus melapor ke polisi? aku hanya ingin mengantar mu pulang itu saja"


"Tapi aku tidak mau!"


"Baiklah tidak masalah, lain kali pasti kau akan setuju untuk menaiki mobilku. sampai jumpa nona pirang!" Reyzard tersenyum seraya menggoda Amara. ia berjalan menjauh menuju mobilnya. sementara Amara hanya bisa terdiam kesal memandang mobil Reyzard berlalu pergi.


"Pria Asia yang menyebalkan! dia menggangguku tanpa sebab yang jelas! apa maunya!" gerutu Amara sambil terus berjalan menuju halte bus.


Amara menaiki bus menuju VC hospital. ia akan menjenguk teman sekaligus dosennya di rumah sakit itu. Amara mempercepat langkahnya begitu tiba di rumah sakit. ia bergegas menuju ruang perawatan dosennya yaitu dokter Emma.


....


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2