
"Lizard telah sadar!" kata dokter Rud pada Lily yang sedang berada di ruang kerjanya bersama Meri.
"Benar pa?" Lily berdiri dari duduknya dan bergegas menuju ruang rawat Lizard yang sudah berada di VC hospital.
Lily memandang Lizard dengan mata berkaca-kaca. ia mendekati suaminya dan menyentuh tangan Lizard.
"Siapa kau?" Lizard menepis perlahan tangan Lily yang menyentuh tangannya.
"Lizard ini aku Lily, istrimu" kata Lily terkejut melihat reaksi Lizard setelah sadar.
"Istri?! aku sudah menikah?!"
"Lizard kau kenapa? apa yang terjadi?" air mata Lily tumpah.
Tuan Rud yang melihat reaksi Lizard langsung memeriksa kondisinya.
"Lily tenanglah dulu, papa akan berbicara dengan dokter yang menangani Lizard sebelumnya"
"Tapi pa .....Lizard....." Lily tidak bisa melanjutkan perkataannya. ia hanya bisa menurut pada tuan Rud.
Siang itu dokter Rud pergi menemui dokter yang sebelumnya menangani Lizard dan menceritakan kondisi Lizard saat ini.
"Seperti dugaan saya sebelumnya dokter Rud, putra anda mengalami trauma akibat pukulan benda tumpul di kepalanya. Itu bisa menyebabkan hilang ingatan baik keseluruhan ataupun sebagian"
"Maksud dokter apa dengan hilang ingatan keseluruhan atau sebagian?"
"Bisa jadi Lizard masih mengingat kejadian selama beberapa tahun yang lalu. coba anda check dan ajak Lizard bicara apakah ia lupa semua dengan dirinya atau hanya sebagian dalam hidupnya yang ia lupa"
Tuan Rud terdiam mendengar penjelasan dokter.
"Baiklah, terimakasih dokter"
"Sama-sama dokter Rud, semoga Lizard lekas sembuh dan kembali pulih seperti sedia kala"
__ADS_1
🌵🌵🌵
Tim memandangi Lizard yang tertidur di ranjang perawatan ada perban di kepalanya dan Dadanya juga masih di balut perban.
Saya senang sekali anda selamat tuan....
Lizard membuka matanya dan perlahan memandang Tim yang duduk di samping ranjangnya.
"Tim" gumam Lizard perlahan.
"Tuan Lizard, ini saya Tim anda ingat saya?"
"Jelas aku mengingat mu dasar bodoh" gumam Lizard lagi.
Tim tersenyum lega Lizard masih mengingatnya.
Tapi kenapa tuan Lizard tidak ingat dengan dokter Lily?
"Dimana Rachel?" tanya Lizard sembari memegangi pelipisnya.
"Iya, apa dia tidak menungguku disini?"
"Tuan apakah anda tidak ingat?"
"Ingat apa?"
"Anda sudah lama berpisah dari nona Rachel dan bahkan anda sudah menikah dan memiliki anak kembar"
"Kau jangan ngelantur Tim! apa kau sedang mabuk?!"
"Tidak tuan yang saya katakan benar adanya"
"Mana mungkin aku sudah menikah dan memiliki anak kembar katamu?! omong kosong!"
__ADS_1
"Tuan percayalah istri anda dokter Lily sangat mencintai dan mencemaskan anda"
"Lily? wanita itu, yang menemui ku dan menangis histeris?"
"Iya benar, anda sangat mencintainya tuan"
"Kau bicara apa bodoh! semakin melantur"
Lizard memegangi kepalanya dan terlihat kesakitan.
"Tuan anda tidak apa-apa?!" Tim panik dan segera memanggil dokter.
Tuan Rud yang baru saja kembali dari luar segera ke ruangan Lizard.
"Ada apa Tim?"
"Tuan Lizard kesakitan"
"Baiklah kau keluar dulu, aku akan memeriksanya"
Tim mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan ruang rawat Lizard.
Tim berpapasan dengan Lily yang terlihat cemas menunggu di luar kamar rawat Lizard.
"Dokter, saya harap anda kuat dan bisa bersabar menghadapi kondisi tuan Lizard saat ini"
Lily tersenyum pahit seraya menahan tangis. Tim tidak tega melihat Lily bersedih. ia bergegas pergi ke kantin rumah sakit membeli segelas kopi hangat dan roti panggang untuk Lily. ia yakin istri bosnya itu belum makan karena mencemaskan suaminya.
Tidak lama Tim kembali dari kantin membawa segelas kopi dan makanan ringan. dilihatnya Lily masih berdiri di depan kamar rawat Lizard dengan wajah setengah putus asa.
"Dokter makanlah dulu, ini kopi panas dan makanan untuk anda" Tim menyerahkan kopi itu.
Lily duduk di ruang tunggu dan memakan sedikit roti panggang yang di berikan Tim. ia mengunyah makanan sembari terisak, air matanya mengalir deras membasahi pipinya.
__ADS_1
Tim memegang bahu Lily mencoba menenangkan nya.
Lily menyandarkan keningnya di punggung Tim yang sengaja berbalik memberi sandaran untuk Lily.