Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 201


__ADS_3

Celine merasakan pergelangan tangannya begitu sakit dan nyeri karena tali tambang yang mengikat kedua pergelangan tangannya .


"Hei orang sinting cepat bebaskan aku!" teriak Celine pada para pengawal yang berjaga di sekitar ruangan Celine di sekap.


Khan datang membawakan nampan berisi makanan untuk Celine.


"Lepaskan ikatannya" kata Khan pada penjaga sekaligus menyerahkan nampan berisi piring makanan agar diserahkan pada Celine.


"Apa ini?! Aku tidak mau makanan ini! Aku mau sandwich atau steak daging yang di masak dengan matang dan di taburi sedikit lada hitam lalu di beri toping bawang dan di panggang dengan sempurna" kata Celine yang sepertinya tidak menyadari juga kalau dirinya sedang dalam marabahaya.


River yang baru saja tiba di ruangan itu hampir tertawa mendengar serentetan keinginan Celine. River melihat dari kejauhan bagaimana cara Khan menahan kesabaran meladeni tawanan mereka.


"Dengar dokter, apa yang ada sebutkan tadi mustahil untuk saya berikan" kata Khan.


"Kenapa? Tempat ini mewah dan bos mu juga terlihat kaya! masa tidak bisa memberi makanan bergizi untuk tawanannya? Jika aku mati kelaparan maka kalian akan berurusan dengan polisi dan terjerat pasal penganiayaan, penelantaran dan pembunuhan!" ancam Celine.


Khan menggelengkan kepalanya, gadis di hadapannya entah polos atau bodoh. Ia tidak ada rasa takut pada River atau dia memang tidak mengenal siapa River Vanares.


puk...puk...puk...


River muncul dan bertepuk tangan mendengar serentetan pasal yang di sebutkan oleh Celine.


"Hmm jadi kau mau makan enak?" tanya River mengambil alih keadaan dari Khan yang sepertinya tidak berdaya menghadapi tawanan mereka yang satu ini.


"Aku ingin steak daging import" kata Celine dengan angkuhnya sembari mengelus pergelangan tangannya yang terluka.

__ADS_1


River melirik Khan untuk membuka pintu sel yang menjadi penjara bagi Celine di ruangan itu.


"Bawa dia!" kata River.


Khan segera menarik lengan Celine dengan kasar dan mengajaknya untuk mengejar langkah River menuju kandang Jack si jaguar hitam kesayangan.


"Kau lihat itu?" River menunjuk jaguar jantannya yang sedang memandang mereka dengan tatapan buas. Hewan itu menyadari ada orang baru diantara mereka. Jika dengan River atau Khan hewan-hewan itu akan berlaku jinak. Tapi karena Jack sepertinya mencium keringat manusia lain ia menjadi beringas dan bertingkah liar di dalam kandang. Celine yabg melihat peliharaan River itu langsung ciut dan gemetar hebat.


"Kau tidak bercanda bukan? Kau tidak akan mengancam aku dengan hewan itu bukan?!" Celine memundurkan langkahnya.


River tersenyum menang dan senang. Hatinya terasa terhibur melihat Celine ketakutan.


"Tentu tidak untuk sekarang, tapi aku tidak menjamin jika kau tidak menjadi santapan mereka! Aku akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum aku memberikanmu pada jaguar itu. Sebagaimana kau menyiksa Don dan membuatnya m*ti mengenaskan!"


"Don? Maksudmu pasienku yang meninggal karena tertembak? Jadi karena ini kau menculik ku rupanya, Siapa kau apa hubunganmu dengan pasienku yang bernama Don?"


"Aku kakak Don dan aku tidak terima kau melakukan mal praktik pada adikku!"


"Mal praktik? Apa maksudmu, aku tidak pernah melakukan mal praktik pada pasienku! Baik itu adik mu atau pasienku yang lain"


"Apa kau pikir aku percaya?! Kau penyebab adikku ..."River tak kuasa melanjutkan perkataannya.


"Aku akan membuatmu membayar semua perbuatan mu" kata River sembari menarik rambut Celine hingga wajah Celine mendongak menatap wajah River.


"Kau mau menyiksaku? Lakukan saja jika kau bisa! Aku adalah anak dari Vegas Van Camont kau akan berurusan dengan daddy ku!" kata Celine penuh percaya diri.

__ADS_1


River menarik Celine bersamanya memasuki kandang Jack yang sudah mengeram tidak sabar untuk menerkam mangsa baru.


Kedua jaguar itu berkumpul melingkari River dan Celine.


"Ampun, aku mohon jangan biarkan mereka memakan ku! Aku mohon River!"


Mendengar jaguar itu berjalan mendekat, Celine semakin ketakutan ia sampai memeluk River dan berdiri di atas sepatu yang di kenakan River.


"Aku mohon ayo keluar dari sini! kau orang gila! Hei Khan tolong aku!!" Celine terus berteriak ketakutan. River menikmati saat tawanannya merasa sangat takut. Ia merasa terhibur dengan hal itu.


***


Zivana menunggu River yang sedang berada di ruang rahasia. Sejak dulu River tidak mengizinkan Zivana untuk memasuki ruangan itu bahkan setelah dua tahun pernikahan mereka.


River menginginkan seorang anak dari Zivana tapi sampai saat ini Zivana belum bisa memberikannya dan kata dokter akan sedikit sulit untuk melakukan bayi tabung karena ada masalah kesuburan dengan Zivana.


"Sayang...?" Zivana langsung menghampiri River begitu ia melihat suaminya muncul dari ruang utama.


"Aku harus pergi ke pembebasan lahan tambang" kata River tanpa memandang Zivana.


"Kapan kembali?"


"Nanti malam atau besok pagi" jawab River sembari meminum segelas jus segar yang di serahkan oleh Zivana tadi.


River mengusap rambut Zivana dengan lembut lalu ia mengecup kening istrinya. River berjalan pergi di ikuti Khan di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2