
Celine terbangun membuka matanya, ia mengusap wajahnya.
Sepertinya tadi malam aku bermimpi buruk...
Celine menyibak selimutnya, ia terkejut karena dirinya hanya mengenakan pakaian dalam saja.
"Apa yang terjadi semalam?!" Celine mencoba mengingat apa yang menimpanya semalam.
"Oh tidak!!" wajah Celine langsung merah padam, ia memandang dirinya di depan cermin. Ia ingat apa yang terjadi tadi malam dan apa yang sudah ia lakukan dengan River. Rasa malu mulai membebani pikiran Celine. Ia tidak tahu harus bagaimana jika nanti berpapasan dengan River.
Celine melirik jam dan langsung bergegas mandi. Hari ini ia mau pulang ke rumah daddy. Entah ada angin apa atau kerasukan jin mana River mengizinkannya pulang tanpa pengawalan. Celine tidak akan buang waktu sebelum River berubah pikiran.
Selesai mandi dan bersiap, Cenline keluar dari kamarnya menuju ruang utama. Disana ada River yang sedang berdiri di depan para anggota Loco lainnya. Wajah pria itu terlihat sangat marah tangannya memainkam senpi. Semua tertunduk diam termasuk Khan.
Celine mengintip apa yang di lakukan para mafia itu sepagi ini.
"Sudah ada penghianat di anggota Loco! Mereka bahkan sangat berani padaku!" suara River menggelegar matanya menatap tajam ke arah dua pria yang tergeletak di tanah.
Celine ingat dua pria itu yang tadi malam mencoba untuk melecehkan dirinya tapi ketahuan oleh River.
"Hukuman setimpal akan di terima oleh penghianat! Khan bawa mereka untuk makan siang Jack!"
__ADS_1
Khan mengangguk mencengkram kerah baju kedua pria malang itu dan menyeretnya ke kandang Jaguar peliharaan River.
Teriakan minta ampun terdengar memilukan. Celine menutup wajahnya menyaksikan kekejaman River yang ia lihat di hadapannya. Tapi kedua orang itu juga salah mereka berbuat sesuatu yang sangat tidak pantas.
Tapi jangan di berikan pada jaguar juga...itu terlalu kejam..-Celine-
Celine menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya membayangkan bagaimana si Jack mengunyah mereka.
"Apa yang kau lakukan disini?!" suara berat itu membuat Celine terkejut. Jantungnya berdebar saat melihat River ada di hadapannya.
"Emm aku...mau pulang. Kau sudah berjanji bukan kalau hari ini aku boleh ke rumah daddy?" kata Celine tanpa memandang River. Wajahnya memerah tak kuasa menahan malu atas kejadian tadi malam.
"Ayolah sayang kau harus meminum obat mu " River membujuk Zivana yang sudah pucat. Zivana nampak kesakitan sejak tadi.
"Baiklah kita ke rumah sakit saja" River menggendong Zivana menuju mobilnya. Sementara Celine dan Khan baru saja terlihat pergi meninggalkan halaman mansion dengan salah satu mobil River.
"Jika terjadi sesuatu padaku berjanjilah kau tidak akan melepaskan Celine?" Zivana menggenggam tangan River.
"Aku tidak mau"
"Kenapa River? Celine adalah wanita yang pantas untuk mu"
__ADS_1
"Karena dia tidak seperti dirimu" River menatao sedih ke arah istrinya. Zivana memeluk River sembari tersenyum meneteskan air matanya.
Zivana tahu lambat laun River pasti akan jatuh hati pada Celine. Ia tidak cemas lagi jika harus pergi meninggalakn River.
Mobil tiba di VC hospital, River mengikuti Zivana yang di bawa ke ruang ICU.
River sudah mencoba rumah sakit lain tapi dokter yang biasa menangani Zivana memindahkan Zivana ke VC hospital yang lebih memadai.
River tampak kalut menunggu di luar ruang ICU hingga dokter Maxime menghampirinya.
"Apa yang terjadi? Apa Zivana drop lagi?" tanya Maxime sembari menepuk bahu River.
River yang terlihat tanpa penjagaan anak buahnya nampak lebih santai dan manusiawi. Ia tidak terlihat seperti mafia tapi seperti pria pada umunnya. Maxime mencoba mengajak River bicara ke ruangannya dan menenangkan pria itu. Sebenarnya Maxime ingin berbicara soal Celine tapi situasi sedang tidak memungkinkan. Ia mengurungkan niatnya.
"Oh ya dimana Celine?" tanya Maxime.
"Dia sudah pulang ke rumah orang tuanya, Khan mengantarnya"
"Syukurlah" Maxime menghela napas lega.
River sedang tidak peduli dengan yang lain ia juga sedang tidak mood membahas Celine atau masalah lain. Saat ini kondisi Zivana menguras konsentrasinya.
__ADS_1