
Selama Vegas menolong korban penculikan yang di sekap di ruangan khusus terutama Emma, sementara di ruang bedah Anna sedang berjuang melepaskan diri dari tali tambang yang mengikat tangannya. Ia di baringkan di atas bangsal dengan tangan dan kaki terikat, mulutnya di lakban. Anna melihat sang dokter yang sedang menyiapkan alat-alat tempurnya.
Anna diam-diam mencoba melepaskan ikatan pada tangannya. Sementara di sisi nya sudah berjajar pisau bedah berbagai ukuran. Si dokter mendekati Anna bersiap menyuntikan bius padanya. ikatan di tangan Anna terlepas ia segera meraih pisau kecil di sampingnya dan menancapkan benda tajam itu ke leher sang dokter.
Darah mengucur, dengan mata melotot dokter yang terkejut memegangi lehernya dan akhirnya jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Anna bergegas melepas satu ikatan tali lagi di tangannya. Di waktu yang sama Vegas dan Emma muncul.
"Kau menghabisinya seorang diri?" tanya Vegas pada Anna yang terlihat lega saat Emma muncul di hadapannya.
"Syukurlah kau selamat!" Emma dan Anna saling berpelukan sembari menangis.
"Ayo cepat keluar dari tempat ini!" Kata Vegas seraya melirik tremos besar yang berjajar di ruangan itu. Sudah pasti tremos itu pasti berisi org*an manusia.
***
Polisi melakukan investigasi pada kasus perdagangan Org*n manusia yang di lakukan kelompok gangster dan para mafia.
Emma dan Anna yang berhasil selamat akhirnya di rawat di VC hospital untuk memulihkan luka fisik dan trauma mereka atas penculikan itu.
__ADS_1
Vegas berada di ruang perawatan Emma. Ia menggenggam tangan Emma.
"Bagaimana perkembangan kasusnya?" tanya Emma.
"Sedang di tangani oleh polisi"
"Vegas..."
"Hmmm"
"Kemarin aku melihat mu menggunakan senjata, sepertinya kau sangat lihai apa kau benar-benar mafia? Maksudku dulu?"
"Cepatlah sembuh dan kembali memgomel seperti biasanya!"
"Kau rindu omelanku?" Emma tertawa ia memeluk Vegas yang duduk di pinggiran ranjang.
Vegas membalas pelukan Emma dengan menepuk lembut punggung Emma.
__ADS_1
Emma melepaskan pelukannya saat melihat seseorang berdiri di ambang pintu ruang rawatnya. Seorang pria Asia yang jelas bukan Kinn. Emma sudah hapal betul wajah Kinn.
"Vegas..." Gumam Emma sembari melepas pelukannya. Vegas yang duduk membelakangi pintu berbalik mengikuti arah pandangan Emma. Ia menatap dingin pria yang berdiri di ujung sana.
Kedua pria itu saling diam dengan sorot mata yang sulit di jelaskan. Rahang Vegas menengang dan tangannya mengepal. Ia berdiri dari duduknya. Sementara pria itu berjalan mendekati Vegas dan Emma dengan senyum tersungging di bibirnya. Yang jelas itu bukanlah senyum yang bersahabat.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu lagi saudaraku" kata pria itu. Emma melihat ke arah Vegas menunggu penjelasan.
"Ternyata kau cepat sekali move on dari Sidney? aku kira kau akan gila setelah istrimu meledak dan kau tidak mampu berbuat apapun!"
Vegas tetap diam, ia memejamkan matanya menahan emosi, amarah dan trauma yang kembali muncul di ingatannya.
Emma mengerutkan keningnya menatap pria yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.
Kenapa dia bisa tahu tentang Sidney? Siapa pria ini? Kenapa Vegas hanya diam saja?!
"Aku dengar kau pensiun jadi mafia? Itu lucu sekali! Aku kemari ingin membuktikan apa kau benar-benar pensiun atau hanya melarikan diri dari masalah mu!"
__ADS_1
Vegas menatap tajam ke arah pria Asia itu.
"Apa mau mu Reyzard?!"