
Siang itu Tim bersiap dengan stelan jasnya seperti biasa. dokter Rud akan membawanya menemui Lizard di tahanan.
Tim menggunakan kursi roda di bawa menuju mobil dokter Rud. beberapa bodyguard mengikuti mereka dan menjaga dari belakang.
Tim memandang lurus kedepan melihat jalanan sembari menyiapkan mentalnya bertemu Lizard. ia merasa berhutang nyawa pada bosnya. dan kini Tim tidak tahu apa ia bisa tegar melihat Lizard di tahanan menderita seorang diri.
"Tim tenanglah, jangan terlalu membebani pikiran mu nanti berakibat pada pemulihan fisik mu" kata dokter Rud yang seolah bisa menebak pikiran Tim yang sedang berkecamuk.
Tidak berapa lama mobil yang di kendarai dokter Rud tiba di lapas tempat Lizard di tahan.
Dua orang bodyguard dengan sigap mengangkat tubuh tegap Tim dan mendudukkannya di atas kursi roda.
"Kalian tunggu disini" pinta dokter Rud pada para pengawalnya.
Dokter Rud mendorong kursi roda Tim memasuki ruangan depan lapas. setelah meminta izin mereka di beri waktu setengah jam untuk menemui Lizard di ruangan khusus.
Dua orang sipir membawa Lizard keluar dari sel. betapa hancur hati Tim melihat bosnya mengenakan baju tahanan dengan celana pendek dan baju lusuh.
Tim refleks hampir berdiri dari kursi rodanya. tapi dokter Rud menahannya.
"Tim?!" Lizard segera menghampiri Tim dan memeluknya serta menepuk bahunya.
Tim tak kuasa menahan tangisnya melihat Lizard di depan matanya.
"Tuan maafkan saya, karena kelalaian saya anda berakhir di tempat ini"
__ADS_1
"Sudahlah Tim, terimakasih kau sudah mau bangun dari tidur mu dan kau datang membantuku" Lizard menepuk sekali lagi bahu asistennya itu.
"Apa yang bisa saya lakukan tuan? perintah lah saya akan jalankan"
"Tim kau satu-satunya korban sesungguhnya di kejadian dimana kita di jebak di pasar itu. aku tahu kepala polisi Nicolas terlibat di dalamnya jadi berhati-hatilah ketika kau akan bersaksi untuk ku di pengadilan nanti"
"Baik tuan"
"VC group sedang di ambang kehancuran,.Lily pasti kebingungan sekarang. tolong bantu dia. Pecat semua karyawan yang berdemo dan beri mereka bonus terakhir beserta pesangon. pastikan mereka yang macam-macam dengan ku tidak akan lagi di terima bekerja di perusahaan manapun!"
"Baik tuan"
"Cari tahu apakah ada staf dalam yang terlibat, jika iya singkirkan mereka secepatnya aku tidak butuh pengkhianat!"
"Tim cepatlah pulih, selama aku belum bebas tolong jaga Lily dan anak-anak"
"Pasti tuan"
"Waktu habis!" kata seorang sipir.
Lizard memeluk tuan Rud.
"Terimakasih pa"
"Besok pengacara akan kemari menemui mu"
__ADS_1
"Baik pa"
Dua orang sipir kembali membawa Lizard memasuki selnya. melihat itu hati Tim kembali terkoyak. dalam hati ia berjanji akan melakukan apapun agar tuannya bisa bebas.
Selesai dari tahanan Tim kembali ke rumah sakit untuk pemulihan. Lily ternyata sudah menunggunya.
"Tim kau bertemu Lizard?" tanya Lily dengan mata berkaca-kaca.
Tim mengangguk tak kuasa memandang nyonya bos.
"Tim tolong bebaskan dia dari tempat itu" kata Lily sambil menahan air matanya.
"Anda jangan cemas dokter Lily, saya pastikan tuan Lizard akan segera bebas. dan soal perusahaan anda juga jangan cemas saya akan menghandel semua"
Lily mengangguk lega, akhir nya satu persatu masalah akan selesai.
🌵🌵🌵
Paginya sebelum menghadiri sidang perdana Lizard yang akan di gelar di pengadilan, Tim menyempatkan diri ke perusahaan.
Ia mulai bersih-bersih perusahaan dengan memecat semua karyawan yang terlibat demo kemarin. masing-masing mendapat bonus dan pesangon di tambah hadiah berupa penolakan dari perusahaan manapun untuk mereka bekerja.
Selama ini Lizard selalu baik pada karyawannya dan memikirkan kesejahteraan mereka. tapi begitu Lizard dalam masalah mereka semua berkhianat padanya.
"Ini akibatnya jika berani bermain-main dengan Lizard Van Camont!" kata Tim pada para staf petinggi perusahaan yang mulai terlihat gelisah dan tak berdaya karena satu macan telah kembali untuk menggantikan singa si raja hutan memimpin sementara.
__ADS_1