
Reyzard tiba di Amsterdam setelah penerbangan yang cukup melelahkan. ia merentangkan tangannya melonggarkan otot yang sejak dua jam lalu terasa kaku.
Sho mengedarkan pandangannya ke sekeliling bandara sembari menunggu jemputan. mata Sho menangkap keberadaan Kinn di bandara itu. ia seperti sedang mengikuti seseorang.
"Ada apa Sho?" tanya Reyzard santai ia duduk sembari mengeluarkan sebungkus permen mint sebagai pengganti rokok.
"Saya melihat Kinn" kata Sho masih memandang kejauhan.
"Kinn? asisten Vegas?"
"Benar tuan, sepertinya Kinn sedang mengikuti seseorang!"
Reyzard berdiri dari duduknya ia tertarik melihat arah pandangan asistennya itu. Reyzard tersenyum licik mengajak Sho untuk mengikuti Kinn. ia penasaran siapa yang sedang di buntuti oleh pria Thailand itu.
"Vegas memberi tugas apa pada Kinn? kenapa dia ada di bandara selarut ini?" gumam Reyzard sembari menunduk bersembunyi di balik jajaran troli.
Kinn berjalan mundur dan berbalik ia menuju pintu keluar bandara. tiba-tiba seseorang menarik kerah jas hitam yang di pakainya. refleks Kinn akan melayangkan tinjunya ke arah pria itu.
"Hei santai Kinn! ini aku!" Reyzard mendorong tubuh Kinn.
"Ada apa?! kenapa di tempat ini?" tanya Reyzard.
Kinn terdiam ia tidak menjawab pertanyaan Reyzard.
"Ayolah, apa Vegas sedang memberi mu tugas?"
"Saya memang sedang mengikuti seseorang" jawab Kinn.
"Siapa?"
__ADS_1
"Pria bernama Balkan, saya mengikutinya dan berakhir di tempat ini"
"Hmm menarik, lalu dimana Balkan?"
"Saya kehilangan jejak"
Reyzard tertawa mendengar jawaban Kinn.
"Aku rasa kau tidak akan selamat jika Vegas tahu kau kehilangan jejak musuh mu!"
Ponsel Kinn berbunyi ia seperti mendapat laporan dari seseorang di telepon.
"Apa jasad di ruang forensik?!" wajah Kinn terlihat cemas dan panik seketika. ia berlari keluar bandara tidak mempedulikan Reyzard dan Sho yang mengamatinya.
"Brengsek dia membuatku penasaran! Sho kita ikuti dia!"
"Baik tuan"
Tidak tuan Vegas, jangan sentuh jasad itu!
Ponsel Kinn berdering rupanya Reyzard yang masih penasaran mencoba mengejarnya dan menelponnya.
"Kinn bisa katakan ada apa sebenarnya?! jangan membuatku penasaran!" bentak Reyzard di telepon.
"Tuan Vegas dalam bahaya, ada kiriman bom masuk ke laboratorium forensik"
"Apa? Bom? bagaimana bisa..?"
Kinn tidak peduli lagi ia mematikan telepon dan menambah kecepatan mobilnya. sementara Reyzard masih bingung menerka sebenarnya apa maksud Kinn dengan Bom itu.
__ADS_1
"Dia bilang Vegas dalam bahaya, ada Bom di rumah laboratorium?! aku tidak mengerti maksud Kinn!"
"Ruang laboratorium?" Sho berubah cemas.
"Ada apa Sho?"
"Apa saya bilang ke anda kalau nona Amara sedang berada di laboratorium forensik?"
"Kau tidak bilang apapun?! untuk apa Amara ada di sana bersama Vegas?!"
"Menyusun tugas akhir tuan, ia ikut bersama dokter Vegas selama beberapa hari ini"
"Kenapa kau baru bilang brengsek!!" Reyzard kesal ia meminta Sho menambah kecepatan mobilnya menuju VC hospital.
"Dimana Bom itu berada? tidak mungkin Vegas tidak tahu jika ada yang mencurigakan?!" kata Reyzard panik. ia memikirkan keselamatan Amara.
Sementara di ruang laboratorium forensik dokter Vegas dan tim kembali melakukan identifikasi pada jasad gangster di depannya. dengan hati-hati dokter Vegas membedah perlahan bekas sayatan di perut gangster itu.
tik..tik...tik..
suara yang mirip sekali dengan gerak jarum jam terdengar halus di telinga. Vegas mengentikan gerakannya. ia mendekatkan telinganya ke arah perut pria di hadapannya.
Sial! rupanya Bom yang di tanam di dalam perut gangster ini!
"Cepat semua keluar dari ruangan ini!" teriak Vegas tanpa menggerakkan tangannya. ia tidak berani menggerakkan tangannya yang sedang menyentuh pisau bedah yang menempel di luka sayatan di jasad.
"Ada apa dokter?" tanya Amara.
"Cepat menyingkir, didalam perut pria ini ada peledak! benda itu sengaja di tanam di dalam salah satu organ"
__ADS_1
Semua panik dan berhamburan untuk keluar ruangan laboratorium tapi saat menarik handel pintu. rupanya pintu telah terkunci dari luar.
"Dokter pintunya terkunci dari luar!" teriak Amara dengan wajah pucat.