
Malam itu Lizard mampir ke restoran Daniel. lama ia tidak bertemu dan berbicara dengan sahabatnya itu.
"Lizard?!" Daniel menyambut Lizard dan berjabat tangan ala lelaki macho seperti di film-film mafia.
"Duduklah, kau sudah sembuh?" tanya Daniel.
"Aku baik-baik saja" Lizard duduk di sofa yang terletak di sudut ruangan restoran yang sudah mulai tutup dan lampu juga sudah gelap. hanya cahaya temaram yang menyinari tempat duduk Lizard dan Daniel.
"Aku akan membuatkan mu makanan"
"Tidak perlu kawan aku sudah makan, aku kemari karena ingin bertemu dengan mu saja"
"Pasti kau belum di perbolehkan minum, jadi aku tidak akan menawari mu minum untuk malam ini"
Lizard tersenyum sembari mengeluarkan sebungkus rokok. ia menyalakan sebatang dan mengepulkan asapnya ke langit-langit.
"Siapa bilang aku tidak di perbolehkan minum?" Lizard meraih gelas minuman Daniel dan menyesapnya sedikit.
"Hei Lily bisa marah padaku jika ia tahu kau minum denganku!"
"Oh ya Lizard aku dengar kau lupa ingatan? termasuk dengan Lily, lalu bagaimana kau bisa mengingatku sekarang?"
"Kau sahabat macam apa? aku lupa ingatan kau tidak menjengukku"
"Aku menjenguk mu di rumah sakit tapi kau mengusirku!"
"Benarkah?"
__ADS_1
"Benar, jangan bilang kau juga lupa kejadian itu?!"
"Aku lupa" Lizard tertawa.
"Bagaimana hubungan rumah tangga mu apa baik-baik saja?"
"Hmmm sudah membaik"
"Baguslah, karena aku melihat mu beberapa kali sedang jalan dengan Rachel"
"Dia hanya pelampiasan disaat aku lupa"
"Hei kau masih setia dengan Lily bukan?"
"Tentu saja, aku tidak mempedulikan Rachel aku juga tidak menyentuhnya"
"Baguslah, Lily sangat baik ia wanita yang manis dan lembut. jangan menyakitinya Lizard"
"Kau gila?!"
"Oh iya aku lupa kau menyukai Meri" Ejek Lizard.
Wajah Daniel langsung berubah sedikit memerah.
"Kau tidak memberikan Meri padaku jadi yasudah aku melajang sampai sekarang"
Lizard terdiam memandang Daniel yang menghabiskan minumannya dengan sekali teguk.
__ADS_1
Ia tahu Daniel menyukai Meri tapi Lizard juga menyadari keadaan adiknya. ia tidak ingin adiknya tersakiti suatu hari nanti oleh Daniel yang merupakan pria tampan, mapan dan sama baji*gan-nya seperti Lizard.
Lizard menyulut sebatang rokok lagi sebelum ia pulang.
"Kenapa kau kemari?" tanya Daniel.
"Hanya ingin mampir saja, baiklah kalau begitu aku pulang dulu"
"Besok kembalilah aku akan membuatkan khusus makanan Jepang untuk mu"
"Hmmm" Lizard menepuk bahu Daniel seraya berjalan pergi.
Sebelum memasuki mobilnya Lizard melirik ke kaca spion mobil. ia tahu ada yang mengikuti dirinya.
Siapa lagi ini? musuh baru? sepertinya sangat menarik!
Lizard menginjak puntung rokoknya dengan kasar lalu memasuki mobil dan bergegas pulang.
🌵🌵🌵
Lily sibuk menata baju dan beberapa barang di kamar. Sikembar sedang di pegang suster Silvi dan suster Ana.
Selesai berbenah Lily menyiapkan air hangat di bathtub untuk ia mandi sebelum tidur nanti. tidak lupa Lily menambahkan aroma terapi ke dalam bathtub yang berisi air hangat.
Lily mulai melepas pakaiannya dan berendam dengan nyaman. memejamkan matanya dan mendengarkan musik klasik hingga ia tidak menyadari jika Lizard sudah pulang dan memandanginya diambang pintu kamar mandi.
"Lizard..?" Lily terkejut dan merubah posisinya menjadi duduk. separuh tubuhnya tertutup busa hingga ke bahu.
__ADS_1
Lizard melepas kemeja dan dasinya, nampak tubuh kekar bertato Lizard. ia berjalan menghampiri Lily yang terlihat gugup.
"Mari kita bersenang-senang.....sayang!" kata Lizard sembari mengerlingkan sebelah matanya.