
"Kau pikir aku tidak tahu Lily jika kau meminta Tim untuk melakukan tes DNA ulang?"
Lily terdiam rupanya rencana nya sudah terendus oleh Lizard sejak awal.
"Aku tahu jika Ozgy bukan anakku, aku tahu dan itu tidak jadi masalah untukku kalau aku harus membiayai anak itu!"
"Kenapa?! karena kau masih menyimpan rasa pada ibunya karena itu tidak masalah kau biayai hidup anaknya begitu?!" cecar Lily tidak mau kalah.
"Lily sejauh ini aku diam karena aku ingin tahu apa rencana Grace dan kenapa ia muncul tiba-tiba, aku mencurigai ia adalah mata-mata dari musuhku"
Tim terdiam, kenapa ia tidak terpikir sejauh itu.
"Baiklah kau sudah puas? atau masih mau berdebat denganku lagi?!" tantang Lizard.
Lily berbalik dan pergi meninggalkan ruang kerja Lizard.
Giliran Tim yang berkeringat dingin. Lizard menatap asistennya itu sembari menyulut sebatang rokok.
"Bagus sekali Tim kau berani berkhianat padaku! dengan apa kau akan membayar pengkhianatan mu ini?!
Tim berlutut sembari menunduk ia menyesali perbuatannya.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan Lizard, saya hanya terbawa perasaan karena ingin membantu dokter Lily. jujur saya tidak ingin anda dan dokter Lily sampai berpisah karena masalah ini"
"Siapa yang menyuruhmu bekerja dengan perasaanmu?! kau itu mafia! penjahat kelas kakap! bukan pemain drama Opera sabun! Jadi lupakan perasaan mu itu aku muak mendengarnya!"
"Maafkan saya tuan"
"Rumah tanggaku dengan lily tidak semuanya menjadi urusanmu Tim, jadi berpikir waras lah ketika kau akan melakukan sesuatu di belakangku"
Lagi-lagi Tim hanya menunduk merasa bersalah dan malu pada Lizard. rupanya Lizard sudah tahu semua tentang Grace justru tim dan Lily yang tidak pernah bisa membaca pikiran Lizard.
"Sekarang pergilah! jangan menampakkan batang hidung mu di hadapanku sebelum dua Minggu berlalu!" itu artinya Tim di skors oleh Lizard.
Tim memejamkan matanya menerima hukumannya. masih beruntung ia tidak tertembus timah panas dari senpi Lizard. bosnya itu hanya menghukum nya dengan skors dua Minggu.
Tim mengangguk lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan Lizard.
Di kamar Lily termenung di atas tempat tidur. ia menerka-nerka sebenarnya apa yang Lizard inginkan.
Untuk apa Lizard mempertahankan wanita itu?! akut idak percaya jika alasannya hanya karena musuhnya! aku yakin Lizard masih ada perasaan pada Grace!
Lizard masuk kedalam kamar, ia mematikan rokoknya dan membuka kemejanya lalu melemparnya ke keranjang pakaian kotor.
__ADS_1
Lizard berjalan menuju kamar mandi tanpa melihat Lily yang juga membuang pandangan darinya.
🌵🌵🌵
Paginya Grace sudah mulai bekerja di VC hospital sesuai keinginan Lizard. Tim masih dalam masa skors tidak bisa berbuat apapun ia hanya bisa diam di apartemen sembari melakukan perbaikan kinerjanya pada Lizard.
"Pagi dokter" sapa Grace pada Lily yang di tanggapi Lily dengaan acuh saja.
Grace tidak peduli, ia langsung ke ruang kerjanya di bagian obat.
"Apa?! vaksin kita kurang?! tidak mungkin hal itu terjadi!" terdengar suara Eric sedang marah di ruang kerjanya. ia marah pada staf rumah sakit yang menyediakan pembelian obat dan kelengkapan fasilitas rumah sakit.
"Maaf dokter Eric kami akan memeriksa kenapa Vaksin kita bisa hilang dalam jumlah banyak"
"Hmmm cepat cari tahu!"
Lily masuk ke ruang kerja Eric bersama dokter Rud.
"Ada apa Eric?" tanya dokter Rud.
"Vaksin kita banyak yang hilang pa"
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu?! apa keamanan di rumah sakit ini mulai longgar jadi pencuri bebas merajalela?!" tuan Rud terlihat kesal. bukan masalah harga vaksin yang memang mahal tapi kenapa rumah sakit miliknya bisa di tembus oleh pencuri.
"Papa tanya saja pada anak kesayangan papa,dia memasukan orang baru ke rumah sakit kita, siapa tahu jika orang itu yang sengaja mengambil nya.