Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 183 After Insiden


__ADS_3

Amara menunggu Reyzard dengan gelisah. ia melihat pria itu dari kejauhan berjalan menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan tadi?!" Amara memukul dada Reyzard dengan sebelah tangannya. ia kesal melihat pria itu sok jagoan.


"Mereka bisa saja benar-benar menggunakan senjata tajam itu pada mu!" Amara masih lanjut mengomel. Reyzard terpana melihat gadis itu memarahinya. itu pertanda Amara peduli padanya.


Yeahhh berhasil! kau perhatian padaku rupanya ...


"Yah mereka memang sangat menakutkan, aku di buat gemetar. kau tahu tadi si wanita itu menendang perutku sampai aku kesakitan dan terguling di tanah!" Reyzard mulai hiperbola agar gadis di hadapannya semakin cemas dan perhatian padanya.


"Benarkah? apa sangat sakit?" wajah Amara terlihat khawatir.


"Sakit sekali!"


"Kalau begitu ayo biar aku lihat, mungkin kau terluka" Amara menarik lengan Reyzard.


"Tidak perlu...aku baik-baik saja. mungkin kau hanya perlu memberiku secangkir teh saja" Reyzard mengusap perutnya berlagak kesakitan.


"Baiklah, ikut ke rumahku" Amara terpaksa menawari Reyzard untuk ke rumahnya.


"Tentu saja, baiklah ayo! kita naik mobilku saja"


"Dimana mobilmu?"


"Disana" Reyzard menunjuk ke seberang jalan.


Mobil mewah keluaran Jerman nampak di hadapan Amara. ia mengerutkan keningnya. ia tadi juga sempat melihat isi dompet dan ponsel Reyzard.


"Kau sangat kaya rupanya" gumam Amara sembari membuka pintu mobil dan duduk di samping kursi pengemudi.

__ADS_1


"Oh idak ini hanya mobil pinjaman, barang-barang yang di rampok tadi juga milik bosku"


"Apa?! lalu bagaimana kalau bos mu marah dan kau di pecat?!"


"Tidak masalah aku bisa cari kerja yang lain"


Amara menghela napas perlahan. ia memandang Reyzard lalu mengalihkan pandangannya ke jalan.


"Ada siapa saja di rumah mu?" tanya Reyzard.


"Aku seorang diri, setiap akhir pekan daddyku akan mampir untuk menginap"


"Ibumu?"


"Sudah tidak ada"


"Boleh aku tahu sesuatu? kenapa kau mau jadi dokter?" tanya Reyzard.


"Karena Daddy, dia juga seorang dokter hebat. aku ingin sepertinya"


"Oh begitu ya"


"Kau sendiri bekerja dimana?" tanya Amara kini ia memandang lekat ke arah Reyzard.


"Aku bekerja di sebuah perusahaan multi nasional"


"Kau juga hebat, pasti gajimu besar di perusahaan itu"


"Ah tidak juga biasa saja"

__ADS_1


"Apa aku perlu membantumu bertemu bos mu? aku akan menjelaskan padanya insiden perampokan tadi" kata Amara polos.


"Oh tidak perlu, bos ku itu sangat pemarah dan sedikit bodoh kelemahannya adalah wanita cantik nanti dia bisa naksir padamu!"


"Oh ya? aneh sekali"


"Iya dia memang orang yang aneh" jika terpaksa Reyzard akan mengakui Sho sebagai bosnya. asistennya itu pasti tidak akan mengelak untuk mengikuti permainannya di depan Amara.


Tidak berapa lama mobil Reyzard tiba di rumah Amara. rumah yang tidak luas tapi sangat nyaman dan menyenangkan. gadis itu terlihat merawat rumah itu dengan baik.


"Ini rumahku, ayo masuklah" Amara membuka pintu lalu menyalakan lampu. sementara Reyzard langsung duduk di sofa meski belum di persilahkan.


"Aku akan membuatkan mu teh"


"Terimakasih" Reyzard meraih ponselnya karena ada pesan dari asistennya. tanpa Reyzard sadari Amara berdiri membawa secangkir teh hangat. ia memandangi Reyzard yang memainkan ponselnya.


"Bukankah benda itu tadi di rampok?" tanya Amara membuat Reyzard terkejut.


"Oh ini .. ini ponselku sendiri tadi yang di curi orang adalah ponsel milik bosku"


Amara mengangguk percaya saja. ia meletakkan cangkir teh di atas meja dan sepiring biskuit.


Reyzard menyesap tehnya sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang tamu. ada foto keluarga terpajang di dinding.


"Ini kedua orang tua mu?" Reyzard berdiri mendekat ke arah foto yang terpajang.


"Iya itu Daddy dan mommy"


"Oh daddy mu terlihat hebat di foto, lain kali aku akan berkenalan dengannya" kata Reyzard penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2