
Tim duduk di sofa sembari melonggarkan dasinya. Apartemennya terasa begitu sepi seperti dulu, tidak ada yang menyapanya saat ia pulang bekerja. Gadis itu marah dan sekarang entah pergi kemana.
Kenapa aku memikirkannya? Tidak masalah kalau gadis bodoh itu pergi jauh!
Tim berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur. Ia membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin. Refleks Tim mencari gelas di atas meja. Beberapa waktu ini ia selalu minum menggunakan gelas karena Wuri yang memintanya.
Tapi meja itu bersih tidak ada gelas satu pun disana. Tim membuka tutup botol dan langsung meneguk minumannya.
🌵🌵🌵
Lizard masih belum bisa berangkat ke VC group. Untuk sementara Tim yang menghandel semuanya.
Dari pagi hingga siang Tim menjalani meeting, bertemu klien dan beberapa vendor perusahaan. Hari itu sungguh sibuk dan padat. Ia bahkan belum ke rumah sakit mengunjungi Lizard.
Tim duduk bersandar di kursi kerjanya, setengah jam lagi ia harus pergi ke luar kantor untuk meeting bersama klien.
"Aku ingin secangkir kopi seperti biasanya" kata Tim pada kepala OB yang kebetulan sedang membersihkan ruang kerjanya.
"Baik tuan"
" Tunggu sebentar, apa gadis itu tidak masuk bekerja?"
"Gadis siapa tuan?"
__ADS_1
"Maksudku Wuri"
"Oh Wuri sudah resign, apa ia tidak berpamitan pada anda?"
Tim terdiam tidak menjawab, ia langsung salah tingkah dan mengalihkan pandangannya ke laptop di hadapannya.
Kepala OB itu berjalan mendekati meja kerja Tim, ia meraih secarik surat dari saku bajunya dan menyerahkannya pada Tim.
"Ini ada titipan dari Wuri, ia bilang titip untuk tuan Timoti"
Kening Tim berkerut samar memperhatikan lipatan kertas putih yang di serahkan kepala OB padanya.
"Baiklah kau boleh pergi"
"Permisi tuan"
Tuan Tim....terimakasih karena sudah banyak membantuku membayar semua hutang ku. Aku akan tetap membayar hutang itu pada mu tuan tentunya dengan cara di cicil. Tadinya aku marah padamu karena kau memakiku dan aku merasa sakit hati sekali, tapi sudahlah aku memaafkan makian mu. Oh ya gelas di atas meja sudah habis kau pecahkan tapi aku menyimpan satu gelas yang aku sembunyikan di suatu temlat di apartemen mu. aku berharap kau akan menemukan gelas itu suatu hari nanti sebagai kenang-kenangan dari gadis bodoh sepeti ku.
Jaga diri anda,
Wuri
Tim termenung sejenak dengan surat itu. Senyum tipis terlihat di bibirnya. Entah kenapa ada kelegaan di dalam hatinya setelah membaca surat dari Wuri.
__ADS_1
Gadis bodoh!
Sementara di VC hospital, dokter Lily sedang memeriksa kondisi luka bekas operasi di dada Lizard.
"Apa di rumah sakit ini tidak ada dokter lain yang bisa memeriksa ku selain dirimu?" tanya Lizard dengan nada kurang suka.
Dokter Lily hanya terdiam sembari membuka perban di dada Lizard.
"Apa kau sudah bisa menggerakkan tangan kanan mu?" tanya dokter Lily.
Lizard mencoba menggerakkan dan mengangkat tangan kanannya.
Ia sedikit meringis menahan sakit dan nyeri di dadanya.
"Baiklah tidak perlu kau paksakan, aku akan mengatur jadwal terapi untuk mu"
Lizard melihat ekspresi dingin di wajah manis Lily.
Ada apa dengan wanita ini? Kemarin dia memaksa dan mengaku menjadi istriku tapi sekarang dia acuh padaku, apa maunya?
"Baiklah aku pergi dulu, dokter Rud akan memeriksa kondisi paru sebelah kanan mu nanti"
Lily berdiri dari duduknya dan berbalik tapi Lizard menahan yangannya.
__ADS_1
"Tunggu"
Hati Lily bergetar ketika tangan Lizard menyentuh tangannya.