
Malam itu beberapa anak buah David mengawasi rumah pribadi Vegas. tampak sepi dan lengang sepertinya Vegas sudah tertidur.
David mengangguk pada anak buahnya pertanda penyerangan akan dilakukan. semua sudah bersiap dengan topeng dan sarung tangan. tidak ada yang boleh meninggalkan sidik jari ketika sedang berbuat kejahatan itulah prinsip mafia David beserta anak buahnya.
Pintu utama tidak terkunci anak buah David dengan perlahan melangkah memasuki rumah itu tanpa curiga. lampu ruangan di nyalakan remang-remang saja. lalu mereka berjalan menaiki anak tangga menuju kamar pribadi Vegas. pintu kamar juga tidak terkunci. nampak pria itu tertidur di atas ranjangnya tanpa menyalakan lampu tidur dan ruangan gelap.
Anak buah David segera mengeluarkan suntikan berisi obat bius dosis tinggi. mereka bersiap menyerang Vegas yang tertidur di atas ranjang. Baru akan membuka selimut tiba-tiba tendangan kaki melayang ke arah para penjahat itu. serentak mereka terkejut dan mengantisipasi keadaan.
Lampu ruangan di nyalakan Vegas bahkan sedang santai duduk di sudut ruangan memainkan segelas minuman di tangannya. sementara yang sengaja berbaring di ranjang adalah Kinn.
Serangan dimulai, perkelahian tak terhindarkan. Vegas merebut suntikan itu lalu mengancam anak buah David.
"Untuk menjadi mafia besar kalian masih harus banyak belajar, hindari menyerang di ruangan gelap tanpa kalian tahu sebelumnya tempat itu. cari tahu juga riwayat musuh kalian sedetail mungkin agar kalian bisa menemukan kartu As nya dan menghancurkannya tanpa harus berlelah-lelah seperti sekarang ini" kata Vegas sembari dengan cepat menyuntik kasar leher salah satu mafia muda itu.
Kinn tersenyum, adrenalin ya kembali terpacu. ia merasakan semangat lagi menjalani hari-hari. menjadi mafia adalah profesi yang Kinn inginkan. inilah saatnya kembali bersenang-senang.
"Kinn seret mereka keluar, aku yakin pimpinan mereka sedang menunggu di dalam mobilnya!"
Kinn mengangguk dan bergegas menyeret mafia-mafia itu keluar rumah Vegas. ia sengaja memancing David agar keluar dari persembunyiannya. tapi David memilih Kabur dengan mobilnya.
__ADS_1
Paginya diadakan preskon untuk menerangkan sebab kematian Mariane. dihadiri tuan Frans dan jajaran dokter yang berkepentingan dari VC hospital termasuk dokter Vegas yang merilis pernyataan meninggalnya Mariane bukan karena ia Bun*h diri melain sengaja di lenyapkan.
Reporter ramai meliput berita itu, seharian berita di televisi di kuasai oleh kasus yang menimpa Frans dan keluarga. tentunya dokter Vegas menjadi sorotan publik karena dengan berani membantu penyidik membongkar kasus besar itu. ia mendapat simpati besar dari warga Amsterdam.
"Apa kau tidak terlalu berani dalam kasus ini?" tanya Emma yang mulai khawatir terhadap keselamatan Vegas.
"Tidak juga, aku bisa lebih berani dari ini"
"Aku tidak bercanda Vegas, kasus ini sangat berbahaya! bagaimana jika keselamatan mu terancam?!"
"Memangnya siapa yang berani mengancam ku dokter Emma? omelan mu setiap hari padaku itu terasa lebih mengancam di banding siapapun"
"Ayo kita makan siang, aku yang traktir" kata Vegas sembari berjalan melalui Emma yang berdiri mematung.
Dasar! aku sangat mencemaskan nya tapi kenapa dia bisa setenang itu?!
Vegas dan Emma menikmati makan siang mereka di restoran yang tidak jauh dari VC hospital. Emma bercerita tentang proses dirinya melakukan interview dengan penjahat yang di tuduh sebagai pelaku terbunuhnya Mariane.
Tiba-tiba suara Emma terhenti, Vegas menoleh ke belakang mengikuti gerak pandangan Emma pada seorang pria muda tinggi tegap yang berdiri di belakangnya mengenakan topi hitam dan kaca mata hitam.
__ADS_1
"Selamat siang dokter Vegas Van Camont! aku David!"
Vegas terlihat sedikit tidak nyaman saat David menghampirinya di waktu yang tidak tepat karena ada Emma disana.
"Kau berpesan pada anak buah ku bagaimana cara menjadi big bos mafia bukan? bagus sekarang aku sedang melakukan itu"
"Siapa dia Vegas?" Emma kebingungan melihat pria bernama David itu.
"Kenapa kau hanya diam dokter? apa kau takut masalalumu terbongkar?"
"Oh ya bagaimana kalau aku menyebarkan jati dirimu yang sebenarnya sebelum kau menjadi seorang dokter? apa kira-kira orang masih bersimpati padamu? kau dianggap pahlawan karena membongkar kasus besar tapi seketika pamor mu juga kan runtuh jika khalayak tahu siapa kau sebenarnya" ancam David.
"Vegas pria ini siapa? dia bicara tentang apa?!" Emma mulai panik.
"Baiklah tunggu saja berita di televisi dan harian online akan membahas tentang mu dokter Vegas. aku pastikan kau akan habis setelah ini!"
Vegas tersenyum, wajahnya tetap tenang bak psikopat ia datar-datar saja menanggapi ocehan David.
Vegas berdiri dari duduknya menatap ke arah David sebelum pria itu melangkah pergi dari hadapan Vegas dan Emma.
__ADS_1
"Lakukan sesukamu little boy!" kata Vegas meremehkan David.