
Lizard Van Camont duduk di kursi kerjanya dengan wajah marah. Tim berdiri menunduk tidak berani memandang wajah bosnya.
"Jelaskan padaku kenapa uang milik rumah sakit bisa cair sebanyak ini?!"
"Maaf tuan, sepertinya tuan Eric yang mencairkan uang itu dan menggunakannya untuk kepentingannya"
Lizard terdiam sudah saatnya ia membuat perhitungan dengan adiknya yang menyebalkan itu.
"Tim kita ke VC hospital aku akan bicara pada papa, sekalian kau telepon Eric dan suruh di datang ke VC hospital"
"Baik tuan Lizard"
Tidak berapa lama mobil Lizard tiba di VC hospital. ia menuruni mobil dan mengenakan kaca mata hitamnya. beberapa pekerja rumah sakit menyapanya dengan ramah.
Lizard melewati ruangan praktek dokter Lily ia melihat tulisan di pintu itu. dokter Lily Van Camont spesialis bedah'
Sejak kapan dia menggunakan nama Van Camont? kenapa aku baru tahu?
Kebetulan Lily membuka pintu ruangan nya dan tidak sengaja bertemu Lizard.
"Lizard? kenapa kau disini?"
"Ini rumah sakit milikku kenapa aku tidak boleh disini?" jawab Lizard sambil berlalu pergi menuju ruangan dokter Rud di ikuti Tim yang berjalan di belakangnya.
Lily sudah terbiasa dengan lagak Lizard yang sombong sekali. ia hanya menggelengkan kepalanya.
Tidak berapa lama Eric pun tiba di VC hospital. Lily berpapasan dengan Eric yang tidak menghiraukannya.
"Eric tunggu!" Lily mengejar langkah Eric.
"Kau juga ada disini? sebenarnya ada apa?"
"Kenapa kau tidak tanya sendiri pada suamimu?" Eric berjalan menuju ruangan dokter Rud meninggalkan Lily yang mematung.
Astaga kakak beradik yang tidak jauh berbeda...sepertinya hanya tuan Rud dan Meri yang waras di keluarga Van Camont!
__ADS_1
Lily mencoba menguping pembicaraan di ruang kerja dokter Rud.
"Dokter Lily masuklah" dokter Rud rupanya tahu jika menantunya itu mencoba menguping dan malah mempersilahkannya untuk ikut bergabung.
Lizard dan Eric duduk berseberangan. keduanya memancarkan ketegangan dan nampak tidak suka satu sama lain.
Lily merasa canggung dan duduk di samping Lizard.
"Kenapa Eric bisa mencairkan dana rumah sakit sampai sebesar ini pa?!" Lizard memulai pembicaraan.
"Kenapa memang nya? aku juga berhak atas uang papa" jawab Eric tak mau kalah.
"Bukan masalah uang itu, tapi kau gunakan untuk apa uang itu? berjudi atau kau ikut transaksi terlarang Eric?!"
"Kali ini Eric terdiam"
Tuan Rud terlihat pusing dengan kedua anak laki-lakinya yang tidak pernah akur.
"Aku ingin rumah sakit ini menjadi milikku!" kata Eric dengan berani.
Lily melihat kemarahan di wajah Lizard ia terdiam tidak ikut campur dan hanya menyimak rapat keluarga itu.
"Kata papa siapa yang berhasil menjadi dokter maka dia yang berhak atas rumah sakit ini bukan?"
"Benar papa pernah berkata seperti itu tapi kau bukan dokter Eric, kuliah kedokteran mu sudah berhenti di semester awal. jangankan mengambil spesialis kau bahkan tidak menyelesaikan pendidikan umum"
"Siapa bilang pa? lihat ini" Eric mengeluarkan ijazah kedokteran dari salah satu universitas ternama tempatnya menimba ilmu.
"Ini adalah ijazah asli aku sudah menyelesaikan pendidikan kedokteran ku dan sekarang seperti kata papa aku berhak atas rumah sakit ini"
"Pa jangan percaya padanya" kata Lizard malas melihat ijazah yang di tunjukan oleh Eric.
Tuan Rud memeriksa ijazah itu dan sepertinya memang asli.
"Selama ini aku menyelesaikan kuliah ku pa, karena kak Lizard selalu merendahkan ku dan sekarang kau lihat aku bisa melampaui dirimu"
__ADS_1
"Kau mau melampaui ku? hahaha!" tawa Lizard membahana.
"Sudah hentikan kalian berdua jangan membuat papa pusing!"
"Lalu apa papa sekarang akan menepati janji papa?" desak Eric.
"Kalau rumah sakit ini jatuh ke tangan Eric ,aku tidak akan ikut campur dengan semua yang terjadi di rumah sakit ini nanti"
"Lizard jangan begitu, coba kau beri kepercayaan terhadap adik mu. biarkan untuk sementara waktu ini dia memimpin rumah sakit. jika Eric membuat ulah maka rumah sakit akan kembali pada mu sepenuhnya" kata tuan Rud.
"Baik, karena papa yang meminta maka aku akan memberikan rumah sakit ini pada Eric dan melepaskan rumah sakit dari VC group. mulai detik ini aku tidak bertanggung jawab apapun atas VC hospital!" Lizard berjalan keluar ruangan dokter Rud dengan wajah kecewa.
Lily bisa melihat kekecewaan itu melalui mata Lizard.
"Lizard ..tunggu" Lily meraih lengan Lizard.
Lizard menatap tajam tangan Lily yang memegangi lengannya.
"Maaf aku ingin bicara"
"Kau tidak lihat mood ku sedang buruk? apa kau mau menjadi pelampiasan?"
"Pelampiasan apa?"
Lizard mendorong tubuh Lily ke dinding dan mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Lily.
"Dengar aku sedang marah jadi kau jangan coba-coba mendekat!.... kecuali kau mau menghibur ku?" Lizard menyunggingkan senyumnya dengan tatapan mata menuju bibir Lily.
Lily segera mendorong tubuh Lizard menjauh. Lily berjalan pergi menuju ruang praktiknya dengan dada berdebar.
Timoti yang menyadari reaksi Lily tadi terlihat tersenyum kecil.
"Kenapa kau tersenyum seperti orang bodoh?"
"Tidak tuan"
__ADS_1