
Siang itu Lizard ada meeting dengan Laura di sebuah restoran ternama.
"Kau masih setampan dulu" kata Laura sembari melepas kaca mata hitamnya. wajah cantiknya nampak bersinar memancarkan aura yang sulit di jelaskan.
"Apa kau berharap aku akan memuji mu juga?"
"Tidak perlu Lizard sayang aku tahu kau tidak akan melakukannya" Laura melirik cincin pernikahan yang melingkar di jemari Lizard.
"Aku tidak menyangka kau menikah bukan dengan kekasih mu yang menyebalkan itu" yang Laura bicarakan adalah Rachel.
"Sudahlah kita mau meeting tentang pekerjaan!"
Selama meeting Laura mencoba merusak fokus Lizard tapi memang sulit karena Lizard bukan tipe orang yang mudah di pengaruhi.
Tim berdiri tidak jauh dari meja Lizard dan Laura. tidak berapa lama ada panggilan telepon dari Lily.
"Iya dokter ada apa?"
"Dimana Lizard kenapa tidak mengangkat telepon dari ku?"
"Sedang meeting dengan kolega"
"Apa kolega kalian itu wanita bernama Laura?"
"Benar dokter"
"Baik terimakasih!" Lily mematikan telepon. Lizard melirik wajah Tim seolah bertanya apakah yang menelpon adalah Lily, Tim mengangguk.
"Oh ya aku ada urusan lain kau lanjut meeting dengan Tim" kata Lizard berdiri dari duduknya.
"Tidak bisa Lizard, di perjanjian sudah tertera bahwa aku hanya akan meeting dengan mu yaitu pemilik perusahaan"
Sial! dasar licik...
Tidak ada pilihan lain Lizard tetap melanjutkan meeting bersama Laura sembari menahan godaan dari Laura yang terus mengintimidasi kejantanan Lizard.
Lizard mengendurkan sedikit dasinya dan melihat jam tangannya.
"Baik meeting selesai! aku harus pergi sekarang"
"Sampai jumpa Lizard..." kata Laura tersenyum nakal.
__ADS_1
Lizard bergegas menuju mobilnya dan kembali ke kantor. ia menelpon Lily tapi tidak di angkat.
Lizard duduk di kursi kerjanya sambil melihat laptopnya. gilirannya memeriksa email yang masuk.
"Tim aku mau kopi"
"Baik tuan"
Tim menelpon OB meminta secangkir kopi untuk tuan Lizard.
"Buatkan kopi untuk tuan Lizard seperti biasa. tidak ada campuran gula atau krim, di seduh dengan air yang baru saja mendidih agar aroma kopi harum, ingat mug yang di pakai adalah yang khusus untuk tuan Lizard jangan sampai tertukar!"
"Baik tuan" OB wanita di telepon akhirnya menyahut setelah instruksi panjang dari Tim.
Tim tahu yang mengangkat telepon pasti OB baru yaitu Wuri. gadis itu memang belum paham dan begitu mengerti tentang melayani bos utama di perusahaan itu.
Tidak berapa lama Wuri memasuki ruangan kerja Lizard dan membawa secangkir kopi.
Baru kali itu Wuri bertatap muka dengan pemilik perusahaan yaitu Lizard Van Camont. ia grogi dan sedikit gemetar melihat karisma Lizard yang duduk diam di kursi kerjanya sembari menatap layar laptop.
Saat meletakkan cangkir kopi di atas meja tidak sengaja Wuri menumpahkannya karena nervous. celakanya kopi panas itu tumpah dan mengenai paha Lizard.
Lizard berdiri terkejut dan mengusap pahanya dengan cepat. air panas itu menembus celananya dan mengenai kulit pahanya.
"Kau?!" kata Lizard marah besar memandang gadis yang gemetaran di hadapannya.
Lizard menarik kerah jas Tim mendekat ke arahnya.
"Orang seperti apa yang kau pekerjakan di perusahaan ku?!" teriak Lizard kesal.
"Maaf tuan, dia OB baru di sini"
"Maaf tuan, maafkan saya..." Wuri ketakutan dan terlebih ia cemas jika di pecat.
Tim melirik tajam ke arah Wuri dan memberinya isyarat untuk segera keluar dari ruang kerja Lizard.
"Anda tidak apa-apa tuan? akan saya pesankan kopi lagi"
"Tidak perlu! aku sudah tidak mood minum kopi lagi! sial kulit ku panas aku mau ke VC hospital"
"Saya antar tuan"
__ADS_1
"Tidak perlu! kau tetap disini dan cari tahu siapa gadis yang berani menyiram pahaku dengan air panas tadi! dia pikir itu tidak fatal jika mengenai ....."Lizard terdiam dan menggelengkan kepalanya.
"Baik tuan"
"Oh ya beri pelajaran gadis itu, jika perlu kau pecat lakukan saja"
🌵🌵🌵
"Buka celana mu"
"Apa?!"
Lizard sudah berada di ruang praktek dokter Lily.
"Kau bilang paha mu terkena air panas, aku akan memeriksanya jadi buka celana mu"
"Apa dengan pasien pria lain kau juga seperti ini?"
Lily terlihat jengah, ia mengenakan sarung tangan medis dan memandang tajam ke arah Lizard.
"Iya baik sayang aku akan buka celana ku, coba kau memintanya di rumah kita sendiri aku dengan cepat akan membukanya"
Seorang perawat terlihat menahan tawa mendengar ucapan Lizard. sementara wajah dokter Lily memerah karena malu.
"Kau keluar dulu..." kata Dokter Lily pada perawat.
"Baik dokter"
Lizard membuka celana panjangnya dan berbaring di ranjang.
"Tidak perlu berbaring kau bisa duduk" kata Lily.
Lizard menuruti ucapan Lily, ia duduk di atas ranjang dan Lily mulai memeriksa luka bekas air panas yang sudah terlihat memerah.
"Akan aku olesi salep dan minumlah obat anti nyeri ini" dokter Lily menyerahkan sebutir pil yang langsung di minum oleh Lizard.
"Bagaimana jika masih tetap melepuh atau berbekas? aku tidak mau!"
"Apa aku harus merekomendasikan mu untuk bedah plastik karena bekas lukanya nanti?!"
"Oh tidak perlu sayang ku, baiklah aku rasa aku hanya perlu istirahat sebentar di rumah"Kata Lizard sembari mengenakan celana panjangnya.
__ADS_1
"Oh ya dengan apa aku harus membayar pemeriksaan ini dokter Lily Van Camont?" Lizard mengecup pipi Lily.
Perawat yang baru saja memasuki ruangan langsung menutup matanya dengan tangan.