
"Carikan Lily seorang asisten pribadi" kata Lizard sambil memainkan ponselnya. Tim yang berdiri di samping Lizard segera tanggap.
"Baik tuan saya rasa saya punya kandidat asisten untuk dokter Lily"
"Siapa?"
"Viola tuan"
"Viola? gadis di pemukiman itu?"
"Benar tuan, dia sedang libur semester selama tiga bulan saya rasa tidak ada salahnya kita pekerjakan dia"
"Apa ada hubungan khusus kau dan gadis itu? kenapa merekomendasikan Viola?"
"Ah tidak ada tuan hanya saja menurut saya dokter Lily sudah pasti tidak akan menolak jika asistennya adalah seseorang yang sudah ia kenal"
"Baiklah bawa gadis itu bertemu denganku dan Lily besok malam"
"Baik tuan"
"Bagaimana schedule keberangkatan ku ke New Zeland?"
"Sudah siap tuan dua hari lagi anda akan berangkat"
"Baiklah Tim selama aku pergi kau jaga Lily dengan baik, antarkan dia periksa ke dokter"
"Baik tuan akan saya lakukan dengan baik"
Lizard pulang lebih awal karena ia ingin melihat Lily di rumah. Entah kenapa Lizard senang melihat berat badan Lily yang bertambah. Itu terlihat lucu dan menggemaskan baginya.
"Lily ....Lily...." Lizard mencari keberadaan Lily karena tidak ada di dalam rumah.
"Lily...." Lizard mulai cemas.
"Aku disini" Lily terlihat duduk di samping rumah yang teduh karena banyak tanaman bunga dan pohon yang cukup tinggi disana.
"Kenapa kau disini? angin nya tidak baik untuk mu" Lizard melepas jasnya dan menutupkan ke tubuh Lily.
"Oh ya aku sudah meminta Tim mencari asisten pribadi untuk mu, nanti malam dia akan kemari"
"Hmmm" jawab Lily pendek.
"Lusa aku akan berangkat ke New Zeland untuk mengurus beberapa pekerjaan"
__ADS_1
"Kau akan pergi? berapa lama?" tanya Lily terlihat kurang senang.
"Satu Minggu"
"Satu Minggu? itu lama sekali Lizard! siapa yang akan mengantarku ke dokter nanti?"
"Tim akan menjagamu"
"Kau pasti akan bersenang-senang disana!"
Lizard tersenyum menahan tawanya yang hampir meledak. Ia mencubit pipi gembil Lily.
"Kau cemburu lagi?"
"Bukan begitu, disini aku mengandung anak mu dan kau bersenang-senang di luar sana dengan wanita lain"
"Tidak ada wanita lain Lily ini hanya soal pekerjaan saja"
"Aku tidak percaya"
"Bagus kau memang tidak boleh percaya padaku"
Lily memukul pinggang Lizard. Ia kesal sekali karena Lizard akan pergi jauh. Lily sendiri tidak tahu kenapa saat hamil ia selalu ingin melihat wajah Lizard. mungkin ini pengaruh hormon kehamilannya. Tiba-tiba saja Lily menyukai aroma parfum Lizard, menyukai senyum, tingkah dan gaya bicara Lizard.
"Kau melamun? tidak baik ibu hamil melamun"
"Baiklah kalau begitu aku antar kau ke kamar, sebelum aku pergi kau boleh memelukku semalaman"
"Jangan harap aku akan memelukmu" kata Lily ketus tapi ragu.
Lizard membuka pintu kamar, ia melepas kemeja dan menggantinya dengan kaos hitam polos.
"Kemarilah gendut" kata Lizard usil sembari menepuk bantal di sampingnya.
"Kau bilang aku gendut?!"
"Kau memang gendut, lihat saja di cermin" Lizard tertawa geli.
Lily terlihat panik ia berdiri di depan cermin dan sekarang tubuhnya memang sangat berisi.
"Cepat kemari atau aku akan menggigit mu gendut!"
Lily melempar bantal ke arah wajah Lizard. Karena kepayahan dengan perut besarnya akhirnya Lily merebahkan diri di samping Lizard.
__ADS_1
"Boleh aku memeluk mu?" Lizard sudah melingkarkan tangannya ke perut Lily.
"Kau sudah melakukannya kenapa baru minta izin?!"
"Ahh hangat sekali memeluk mu seperti memeluk guling yang empuk"
"Berhenti membully ku Lizard"
Keduanya hanya terdiam, Lily sudah sangat mengantuk. ia tertidur di pelukan Lizard.
Lizard meraih ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Timoti.
,[Besok pagi saja kau dan Viola kemari].......
🌵🌵🌵
"Baiklah Viola kau bisa di percaya untuk menjaga istriku?"
"Saya akaan berusaha sebaik mungkin tuan"
"Bagaimana dengan mu Lily kau setuju gadis ini menjadi asisten sementara mu?"
"Setuju sekali" kata Lily senang.
"Baiklah aku anggap semua beres, Viola kau bisa menandatangani kontrak kerja mu bersama Tim"
"Baik tuan Lizard" jawab Viola senang.
"Tim kau urus koperku dan barang bawaan ku seperti biasanya"
"Baik tuan"
Lily memandang kecewa kearah Lizard yang benar-benar akan pergi jauh.
Siang itu setelah mengurus semua keperluan akhirnya Lizard terbang ke New Zeland. selama satu Minggu ia akan berada disana.
Lizard menginap di hotel paling mewah di negara itu. hari demi hari berlalu dengan pekerjaan dan meeting yang padat. Lizard sangat merindukan Lily.
Siang itu ia menyempatkan menelpon Lily sembari makan siang di salah satu restoran.
Lizard menanyakan kondisi kandungan istrinya apakah baik-baik saja selama ia tinggal pergi. dan semua berjalan baik. Lily rutin meminum vitamin dan menjaga pola makannya.
"Lizard ...?" Seseorang menyapa Lizard.
__ADS_1
Lizard menoleh dan seorang wanita berdiri di belakangnya sembari membuka kacamata hitam yang di kenakan nya.
"Rachel?"