
Lizard pulang larut malam dan di rumah sudah terlihat sepi.
Pasti anak-anak sudah tidur ...
Lizard melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya. ia memasuki kamar sembari melepas dasinya.
"Lily?...." Yang di cari ternyata sedang tertidur di sofa memeluk buku tebal.
Lily ketiduran saat membaca buku tentang kedokteran yang ia pinjam dari perpustakaan kota.
Lizard mengangkat tubuh Lily ke ranjang dan menyelimutinya.
Senang melihat mu masih di kamar ini Lily berarti kau tidak benar-benar marah kepadaku.
Setelah selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian Lizard berbaring di samping Lily.
Lily terlihat menggeliat berbalik dan memeluk Lizard.
Senyum terlihat di wajah Lizard ia membiarkan Lily berada di pelukannya.
"Lizard....?" Lily seperti mengigau.
"Hmmm"
"Aku benci pada mu!" kata Lily sembari memegang wajah Lizard tapi mata Lily terpejam saat mengatakan itu dan napas nya teratur. rupanya ia benar-benar mengigau.
Lizard mencium kening Lily lalu ikut tertidur karena kelelahan. hari ini sangat padat, ia harus membereskan masalah tambang yang tak kunjung selesai, menyelidiki soal Laura dan masih banyak lagi yang harus ia handel.
Paginya Lily terkejut karena saat membuka mata ia berada di pelukan Lizard.
Kenapa aku bisa di pelukan Lizard? bukankah aku tidur di sofa?
__ADS_1
"Lizard kenapa aku bisa di sini?" Lily bergegas bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mandi Lily berdiri di depan cermin menatap rambut panjangnya.
Sudah saatnya aku memotong rambutku dan memberi warna yang pas. sepertinya warna kuning madu bagus juga...
Lily berpapasan dengan Lizard yang juga sudah terbangun dan akan ke kamar mandi.
"Sayang kenapa kau keluar lebih cepat? aku bahkan belum menyusul mu mandi" Kata Lizard mengangkat tubuh Lily.
"Lepaskan Lizard! jangan bercanda cepat mandi!"
"Baiklah tunggu nanti malam Lily aku akan ...." Lily langsung menutup wajah Lizard dengan handuk bersih.
"Cepat mandi!"
Lily bergegas mengenakan dress pendeknya dan menata rambut panjangnya agar lebih rapi.
"Iya aku ada janji dengan pasien, kemarilah dan buka handuk mu" kata Lily sembari meraih salep dari dalam laci meja rias.
"Apa?! membuka handuk? aku tidak mau aku malu"
"Hentikan Lizard jangan bercanda! "
"Baiklah kalau kau memaksa aku akan membuka nya"
Lily mengolesi salep di kulit paha Lizard yang terkena air panas kemarin.
"Oh ya siapa yang berani menyiram bos Lizard dengan kopi panas?"
"Sudah ku bilang dia OB baru sayang"
__ADS_1
"Apa kau memecat nya?"
"Aku meminta Tim untuk mengurusnya tapi sepertinya si bodoh itu tidak memecat gadis ceroboh itu"
"Oh ya? kenapa?"
"Apa lagi kalau bukan asisten ku tertarik dengan gadis OB itu"
"Wow ini menarik sekali, kau bilang Tim adalah robot tapi ia bisa juga tertarik dengan seorang gadis"
"Kalau urusan wanita dia sama bodohnya dengan ku" Lizard memandang wajah Lily sembari tersenyum.
"Di mana kau bertemu Timoti?"
"Di VC hospital, dia itu pasien papa"
"Oh ya?"
"Dulu papa menemukan Tim tergeletak di jalan dengan luka parah hampir di sekujur tubuhnya. usianya baru belasan tahun Waktu itu"
"Lalu?" Lily terlihat penasaran. ia sambil memakaikan kemeja pada Lizard dan mengancingkan kemeja itu satu per satu.
"Lalu papa dan aku merawatnya, waktu itu aku baru saja lulus dari kuliah kedokteran. setelah beberapa bulan akhirnya ia bisa pulih dan kembali ke jalanan. kami tidak tahu dimana keluarganya. setelah itu aku juga melanjutkan studi ke luar negeri"
"Bagaimana kalian bertemu kembali?"
"Saat aku kecelakaan dan bingung dengan masa depanku dia datang menemui ku. katanya dia siap menerima perintah apapun dari ku sebagai balas Budi nya pada papa"
"Aku mulai bisnis pertambangan ku yang pertama di bantu oleh Tim sebagai tangan kanan ku dan sampai sekarang ia ikut bersama ku. dia ibarat bayangan untuk ku"
"Pantas dia begitu setia padamu, baiklah sekarang pakai jas mu" kata Lily sembari menyerahkan jas berwarna maroon pada Lizard.
__ADS_1
Lizard menarik lengan Lily dan mengecup bibir Lily dengan mesra.