Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 171 Teror & Ancaman


__ADS_3

Dokter Emma terlihat diam duduk di ruang tunggu setelah ia berbicara dan menganalisa calon tersangka pembunuh Mariane. Emma tidak yakin jika pria itu pelakunya. ia bersandar di sandaran kursi ruang tunggu terlihat melamun. Vegas tersenyum sejak tadi ia melihat Emma dari kejauhan.


"Kopi?" Vegas mengulurkan segelas kopi untuk Emma.


"Ah melegakan sekali melihat mu masih disini" kata Emma seraya meraih gelas kopi.


"Bagaimana hasil wawancara calon tersangkanya?"


"Ummm aku rasa kau tahu jawabannya"


Vegas tersenyum ia sudah tahu tidak mungkin pria tadi tersangkanya. Vegas meminta bantuan Kinn untuk menyelidiki masa lalu keluarga Frans yaitu pejabat yang sekaligus adalah ayah mendiang Mariane.


"Mau makan malam?" tanya Vegas.


"Benarkah? kau mau makan malam denganku?"


Vegas meraih tangan Emma dan mengajaknya pergi ke restoran. ia tahu Emma pasti lelah setelah berjam-jam menggali informasi dari penjahat tadi.


Disela makan malam Emma tergelitik untuk mencari tahu juga tentang Vegas. pria itu memang terang-terangan adalah generasi Van Camont tapi Emma merasa ada sesuatu yang Vegas sembunyikan.


"Vegas sebelum kau datang ke Amsterdam aku dengar kau tinggal di New York, apa kau juga bekerja sebagai dokter?"

__ADS_1


"Kau sudah selesai makan? jika sudah aku akan pesankan taxi dan pulanglah untuk beristirahat"


Emma memanyunkan bibirnya, pertanyaannya selalu tidak terjawab oleh Vegas dan itu semakin membuat Emma penasaran.


***


Sementara Kinn menemukan semangat nya kembali. ia bekerja untuk Vegas lagi dan bertugas mencari tahu tentang Frans si pejabat yang sedang di bicarakan karena kasus kematian sang anak.


dua puluh tahun yang lalu ia adalah seorang agen rahasia yang bekerja untuk negara. Frans menangkap seorang mafia bandar obat terlarang tanpa mencari tahu dulu kebenarannya.


Di pengadilan mafia itu di hukum mati ia meninggalkan seorang anak lelaki berusia delapan tahun. saat penangkapan terjadi anak itu bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. ia melihat dengan jelas wajah Frans saat itu yang menyeret ayahnya.


Begitu laporan Kinn pada Vegas di rumah pribadi Vegas.


"Saya rasa kasus ini adalah dendam masalalu tuan" kata Kinn.


Vegas terdiam lalu menganalisa penjelasan Kinn.


Vegas tersenyum memiringkan sudut bibirnya sepertinya kasus ini akan penuh tantangan untuknya bahkan bisa menariknya kembali ke pusara kelam mafia.


***

__ADS_1


Di sebuah markas mafia,


David menembak salah satu anak buahnya karena kesal. ia meminta anak buahnya untuk mengatasi satu orang dokter forensik saja tidak becus.


"Tuan, dokter itu bukan orang sembarangan! ia sangat cerdas dan sepertinya ia tahu betul pergerakan kita" kata si anak buah menjelaskan sambil memegangi lengannya yang berdarah karena tembakan David.


"Apa maksudmu dia bukan orang sembarangan?! jangan banyak alasan!"


David tidak percaya dengan anak buahnya, ia menganggap mereka terlalu mengada-ada soal Vegas.


"Dimana rumah pribadinya? jika kalian tidak mampu mengatasi maka aku sendiri yang akan turun tangan untuk melenyapkannya agar dia bungkam selamanya!" kata David sembari tertawa.


Anak buah David saling lihat salah satu dari mereka memberikan alamat tempat tinggal dokter Vegas.


"Hmmm tengah malam nanti kita datangi rumah itu, buat rekayasa seolah-olah ia menghabisi dirinya sendiri overdosis obat tidur!"


"Tapi bagaimana jika ia melawan tuan? ilmu bela dirinya tidak main-main"


"Bodoh! bawa sebuah injeksi dan isi dengan obat bius dosis tinggi kita suntikan padanya lalu kalian pasti tahu apa yang harus kalian kerjakan bukan?!"


"Kami mengerti tuan!"

__ADS_1


__ADS_2