
Lizard berjalan pelan mendekati Lily dan mencoba menyentuh kening Lily dengan jemarinya. Lily menghalau tangan Lizard dan berpindah duduk ke ranjang.
"Aku akan menemanimu ke rumah sakit besok"
"Tidak perlu"
"Lalu jika kau benar-benar hamil, apa langkah mu?"
"Apa kau menginginkan anak ini?" tanya Lily dingin.
"Aku belum siap menjadi ayah"
Jawaban Lizard membuat hati Lily hancur berkeping-keping.
"Kau hanya siap berbuat tapi tidak siap dengan tanggung jawabnya?" sindir Lily sambil tertawa.
"Lily, aku bingung tapi aku menginginkan anak itu. tolong jangan kau apa-apakan Janin didalam perutmu"
"Jika ayahnya saja masih bimbang kenapa aku harus mempertahankannya?"
Lizard menutup matanya geram , ia mencoba sabar menghadapi Lily.
"Aku sedang tidak ingin berdebat jadi keputusanku besok aku akan mengantar mu periksa ke rumah sakit memastikan kau benar-benar hamil"
"Tidak perlu, aku sudah bisa memastikan sendiri jika aku memang hamil"
"Kalau begitu pertahankan kehamilan mu"
"Aku akan mempertahankan asalkan kau juga memenuhi syarat yang ku ajukan"
"Syarat apa?"
"Aku ingin kembali bekerja, katakan pada adikmu untuk membersihkan namaku dari semua tuduhannya, selama aku hamil aku ingin bebas kemana saja. aku tidak mau di kurung"
"Aku akan membuat Eric mempertanggungjawabkan kesalahannya padamu"
"Bagaimana dengan mu? apa kau akan bertanggungjawab pada anak ini nanti?"
Lizard terdiam ia mendekati Lily dan mengusap rambut Lily dengaan lembut.
"Apa jika aku jadi ayah yang baik kau tidak akan pergi dari ku?"
Pertanyaan Lizard membuat Lily juga bungkam seribu bahasa. ia tidak menjamin betah disisi Lizard.
"Aku rasa kita sama-sama membutuhkan waktu untuk berpikir" kata Lizard sembari melangkah pergi.
🌵🌵🌵
Sejak pagi Lizard sudah pergi ke VC hospital tanpa di temani asistennya. Ia ingin menemui Eric untuk membahas kasus Lily.
__ADS_1
"Aku ingin kau membersihkan nama Lily di depan pers. Timoti akan mengatur semua jadi kau tinggal bicara saja" kata Lizard pada adiknya.
"Apa maksudmu aku harus melakukan semua itu? aku sudah minta maaf pada Lily dan memperbolehkannya kembali bekerja di VC hospital apa itu tidak cukup?!"
Lizard menarik kerah baju Eric dengan satu tangannya.
"Kau adikku karena itu aku mengampuni mu, aku minta terakhir kalinya dan dengan baik-baik kau katakan sebenarnya pada media jika istriku tidak bersalah. Kau yang sudah memfitnahnya!"
"Jika aku tidak melakukannya, kau bisa apa?" tantang Eric.
"Aku bisa melenyapkan mu" jawab Lizard santai tapi dengan sorot mata tajam menghujam mata Eric.
Eric tahu Lizard tidak pernah main-main dengan ucapannya.
Siang itu Eric menemui kerumunan media di ruang meeting rumah sakit. Lampu kamera mengarah padanya, semua terdiam menunggu pernyataannya. Timoti mengamatinya dari sudut ruangan, mengintimidasi Eric agar tidak membuat ulah kembali.
"Dokter Lily Van Camont tidak bersalah. aku yang sudah tledor dalam memberikan penilaian terhadapnya. Dan mulai hari ini kasus ini di tutup karena tidak terbukti adanya kesalahan dalam menangani pasien"
"Lalu bagaimana kondisi pasien itu?" tanya seorang wartawan.
"Pasien saat ini dalam kondisi baik dan sudah di pulangkan ke rumahnya untuk pemulihan sambil kami pantau kondisinya"
"Dimana dokter Lily kenapa tidak ikut serta di Jumpa pers ini?"
"Dokter Lily sedang memerlukan waktu untuk menyiapkan diri karena mulai lusa ia akan praktek kembali di VC hospital"
"Apakah ada paksaan anda untuk mengakui semua pernyataan ini?" tanya seorang wartawan.
"Apakah tuan Lizard Van Camont yaitu kakak anda yang mengintimidasi anda untuk membersihkan nama baik istrinya?"
"Tidak, kak Lizard tidak ikut campur dalam masalah ini. oke sekian terimakasih"
Eric berjalan pergi meninggalkan kerumunan media dan kembali ke ruang kerjanya.
Ia kesal setengah mati pada kakaknya.
Suatu hari aku akan membuatmu hancur kak Lizard. kau lihat saja! kau bilang aku tidak akan bisa mengalahkan mu? aku pasti akan mengalahkan dirimu!
Sementara Eric sibuk dengan klarifikasi nya Lizard sibuk ke ruang ibu dan anak VC hospital. Ia melihat di incubator para bayi yang baru dilahirkan.
Lizard juga pergi melihat perawat yang baru selesai merawat bayi yang baru saja lahir.
"Hei bayi itu menangis!" kata Lizard pada seorang perawat yang sedang mengganti diapers bayi.
"Tidak apa tuan, ini refleks yang bagus untuk bayi yang baru lahir"
"Benarkah?"
Setelah suster memakaikan baju ganti pada bayi itu ia menyerahkannya pada Lizard.
__ADS_1
"Anda ingin menggendongnya?"
"Tapi aku tidak bisa menggendong...aku..."
Perawat memberikan bayi itu di dekapan Lizard. sesuatu yang menakjubkan dan menggerakan hati Lizard melihat bayi mungil itu dalam pelukannya. Ia membayangkan itu adalah bayinya dan Lily.
"Silahkan ikuti saya tuan, letakkan bayi nya di sini" perawat menuju sebuah ruangan yang di sana ada berjajar bayi di dalam tempat tidur kecil.
"Kenapa tidak memberikan bayi ini kepada ibunya? dimana ibunya?"
"Ibunya sudah lebih dulu pulang tuan"
"Kenapa bisa begitu? apa ada masalah kesehatan dengan bayi ini?"
"Tidak tuan tapi masalah administrasi, bagi yang belum bisa melunasi biaya rumah sakit maka bayinya akan di tahan sementara di sini"
"Peraturan darimana itu?! siapa yang membuat peraturan semacam itu?"
"Kepala VC hospital tuan"
"Maksudmu Eric?"
"Benar dokter Frederic Van Camont yang memberlakukan peraturan itu"
"Dasar brengsek! cepat kau hubungi semua orang tua bayi-bayi ini asistenku akan mengurus semua pembayarannya"
"Benarkah tuan? baiklah kalau begitu" Suster terlihat senang dan mengambil bayi mungil dalam gendongan Lizard lalu meletakkannya di tempat tidur bayi.
🌵🌵🌵
Lizard pulang ke rumah menemui Lily yang berada di kamar seharian. ia terus mual sejak tadi pagi.
"Lily...." Lizard menunggui Lily di depan kamar mandi.
"Pergilah aku tidak apa-apa"
"Buka pintunya atau akan ku dobrak!"
Lily membuka pintu kamar mandi dengan wajah pucat.
"Lihat dirimu kau tidak bertenaga wajah mu pucat! ayo ke rumah sakit"
"Tidak perlu ini hal yang lumrah dialami wanita hamil. aku ingin tiduran saja"
"Baiklah kemari aku akan membantu mu"
Lizard membantu menata bantal agar Lily nyaman saat berbaring.
"Jika kau ingin sesuatu panggil aku"
__ADS_1
"Aku ingin kau pergi dari kamar ku"
Lizard menggelengkan kepala tapi ia menuruti permintaan Lily dan bergegas keluar dari kamar itu.