
Lily berbaring di pelukan Lizard. pria itu memejamkan matanya, diam tenang tapi Lily tahu Lizard belum tertidur.
"Lizard .."
"Hmmm"
"Boleh aku bertanya?"
"Hmmm"
"Kenapa waktu itu papa menunjukan foto mama dan terlihat bahagia?" tanya Lily ragu takut Lizard akan berubah moodnya.
Lizard membuka matanya dan memandang Lily.
"Karena setelah lama menghilang mama kembali pada kami"
"Apa hubungan kalian sempat membaik?"
"Papa menerima dengan lapang dada karena sangat mencintai mama. aku, Eric dan Meri juga menerima meski pengkhianatan itu menimbulkan trauma"
"Ada lagi?" tanya Lizard saat Lily hanya terdiam.
"Tidak ..."
"Oh iya saat kau di tahanan apa kau sangat menderita?" wajah Lily terlihat sedih saat bertanya hal itu.
"Bias saja"
"Kau di pukuli disana?"
"Aku ini gangster Lily sayang, pukul memukul dan berkelahi sudah biasa untukku dan Tim. hanya saja kemarin kami sedang tidak beruntung karena itu aku masuk tahanan dan Tim babak belur"
__ADS_1
"Apa Nicolas terlibat di masalah kalian kemarin?"
"Jelas dia terlibat dan aku tidak akan melepaskannya!" tatapan mata Lizard tajam dan rahangnya mengeras.
Lily terdiam memandang wajah Lizard dengan mata bulatnya. wajah Lily nampak takut dan cemas.
Lizard tersenyum meraih wajah Lily menghadap ke wajahnya. ia mengecup perlahan bibir Lily dan **********.
"Apa yang kau rasakan saat aku mencium mu?" tanya Lizard sembari memandang mata bulat Lily.
Dengan malu-malu Lily menjawab "Geli karena jambang mu mengganggu kulit ku"
"Hahaha!! kalau begitu rasakan ini!" Lizard malah sengaja menempelkan dagunya di wajah dan leher Lily secara bergantian membuat Lily kegelian dan menjerit sembari menutup mulutnya. ia takut jika ada yang mendengar dan salah paham.
"Sudah Lizard hentikan! ampun..!"
"Besok akan ku cukur"
"Baiklah tidak jadi"
Keduanya tertidur karena malam semakin larut. Besok pagi Lizard harus berangkat ke perusahaan menuntaskan masalah yang bertumpuk.
🌵🌵🌵
Tim duduk di depan layar laptopnya. Ia melihat prosentase pemilihan gubernur.
Lizard sudah di diskualifikasi karena terjerat kasus pengeroyokan dan penembakan di pasar.
Jika kemarin aku bisa melawan mereka pasti sekarang tuan Lizard akan menjadi pemenang karena ia menguasai delapan puluh persen suara.
Tim menghela napas ia mengalihkan ke folder berisi dokumen perusahaan.
__ADS_1
"Banyak sekali masalah di perusahaan" Tim menyadarkan tubuh lelahnya di kursi kerjanya. Ia melirik jam, perutnya terasa lapar sekali. ia ingat belum makan malam.
Tim mengenakan jaketnya dan keluar dari apartemen untuk membeli makan malam.
Saat memasuki mobilnya Tim merasa ada keanehan. Ia turun lagi dan memeriksa bagasi mobil yang ternyata sedikit terbuka.
"Keluar dari sana!" gertak Tim pada seseorang di dalam bagasi mobilnya.
"Cepat keluar atau aku akan meledakkan mu dengan ini?!" Tim mengeluarkan senpinya.
"Ampun tuan" Seorang gadis lusuh membuka bagasi dan turun dari sana.
Bagaimana dia bisa masuk kedalam bagasi mobilku?!
"Siapa kau?" Tim menurunkan senpinya karena gadis itu mengangkat kedua tangannya tanda pasrah tanpa perlawanan.
"Tolong jangan beri tahu para penagih hutang itu jika aku ada disini. tenanglah aku bukan pencuri tuan aku hanya bersembunyi di bagasi mobilmu" gadis itu ketakutan.
Dua orang berbadan kekar seperti sedang mencari seseorang. mereka hanya melewati Tim karena tidak berani bertanya pada Tim.
Gadis lusuh itu kembali bersembunyi di bagasi mobil.
"Mereka sudah pergi sekarang menyingkir dari mobilku"
"Tidak tuan, aku takut kumohon bawa aku pergi aku akan turun di jalan nanti"
Tim tidak peduli ia menarik jaket lusuh gadis itu dan mendorongnya menjauh dari mobil. Tim bergegas masuk kedalam mobilnya dan melaju pergi.
Dasar gadis aneh, masih muda tapi sudah banyak hutang sampai di kejar-kejar penagih hutang seperti itu larut malam begini.
Tim memutuskan makan di penjual kaki lima yang masih buka. ia malas jika harus ke restoran. Tim ingin segera kembali ke apartemen untuk beristirahat. .
__ADS_1
Selesai makan malam Tim bergegas kembali ke apartemen dan ia terkejut ternyata gadis lusuh itu masih disana menunggunya.