Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 28


__ADS_3

Lily tersentak ketika ia terbangun dan tiba-tiba sudah berada di kamarnya.


Seingat ku tadi aku berada di kantor Lizard....lalu bagaiman aku bisa disini?


Lily pergi ke kamar mandi sembari mencoba mengingat apa yang terjadi sampai ia terbangun sudah berada di rumah.


Aku tidur di kursi kerja Lizard, yah aku ketiduran lalu aku sampai di kamar ku ketika bangun. berarti kalau bukan Lizard yang menggendongku ya pasti Tim.


Tapi tidak mungkin Lizard menggendongku, ruangan Lizard di lantai dua belas dia tidak akan mau di repotkan dengan membawa diriku....


"Besok aku akan berterimakasih pada Tim" gumam Lily. ia yakin jika Tim lah yang membawanya pulang dan mengantarkannya hingga ke kamar.


Paginya seperti biasa Lizard sudah tampil rapi dengan stelan jasnya. ia sedang menikmati pancake tawar buatan Lily. Lizard tidak suka rasa manis jadi Lily sengaja membuat pancake dengan rasa tawar.


Lizard tidak mengatakan apapun, berarti benar Tim yang sudah membawaku pulang kemarin malam.


Lizard melirik jam tangannya dan ia meraih ponselnya yang di letakan di atas meja makan.


"Aku pergi" kata Lizard pada Lily yang masih sarapan.


"Sampai jumpa" kata Lily disela mengunyah makanan nya.


Lizard yang ilfil langsung pergi memasuki mobil dan bergegas menuju kantor sebelum jalanan macet.


Timoti tiba di rumah Lizard untuk mengambil laptop Lizard yang tertinggal di ruang kerjanya.


"Pagi dokter" sapa Tim yang melewati meja makan. ia melihat Lily sedang menikmati sarapannya.


"Hai Tim, Lizard sudah berangkat baru saja"


"Saya tahu dokter, saya kemari mengambil laptop tuan Lizard"

__ADS_1


"Oh...iya Tim terimakasih kau sudah membawa ku pulang dan mengantarkan ku ke kamar ku"


"Apa maksud anda dokter?"


"Kau yang membawaku kemarin bukan? dari ruangan kerja Lizard di kantor hingga ke rumah ini?"


"Bukan dokter, sepertinya anda salah paham. saya tidak mungkin berani menggendong anda apa lagi memasuki kamar anda"


"Lalu siapa yang melakukannya?"


"Tuan Lizard"


"Apa? Lizard?!"


Tim hanya menggelengkan kepalanya sembari berjalan menuju ruang kerja Lizard untuk mengambil laptop.


Jadi Lizard yang sudah membawaku ke kamar? dia juga yang sudah menggendong ku?


"Tapi ini tidak mungkin, pasti ada yang salah. Lizard tidak sepeduli itu pada ku!"


Lily membulatkan matanya memandang siaran langsung yang sedang di siarkan di TV.


Terlihat wajah tampan Lizard berada disana. pria itu sedang mengklarifikasi sesuatu. Sepertinya permasalahan tambang besar milik VC group.


Lily mendengarkan dengan seksama acara di TV.


Apa benar yang di katakan Nicolas jika bisnis tambang Lizard ilegal? tapi....aku tidak percaya.


Seharian Lily gelisah menunggu Lizard pulang ke rumah. Setibanya di rumah Lizard malah menuju ruang bawah tanah bersama Tim dan diikuti beberapa nak buahnya yang mengenakan jas hitam.


"Silahkan tuan" seorang anak buah Lizard muncul dari pintu samping dan membawa seorang pria.

__ADS_1


Pria itu seperti tawanan, kedua tangannya terikat dan lagi-lagi wajahnya tertutup oleh kain hitam.


Lily mengendap menyaksikan apa yang terjadi di ruangan itu.


Pria itu terlihat gemetar dan meminta ampun pada Lizard.


"Maafkan saya tuan, bukan maksud saya menyebabkan permasalahan ini. Saya tidak memberikan informasi apapun pada polisi"


Jantung Lily semakin berdebar melihat tawanan itu bicara. Sementara Lizard seperti biasa memainkan senpi dan pisau di kedua tangannya.


"Kau tahu hukuman untuk penghianat?!" teriak Lizard dengan penuh amarah.


"Maaf tuan" pria itu meminta belas kasihan.


" Maaf mu tidak akan bisa mengembalikan reputasi ku, kau sudah membahayakan Bisnisku dan kau membahayakan ribuan karyawan perusahaan ku"


Hening untuk beberapa saat. Lily membekap mulutnya takut sewaktu-waktu ia terkejut dan berteriak. Ia tidak mau bernasib sama seperti pria tawanan yang ada di hadapan Lizard.


"Kau bisa memilih antara pisau atau senpi? mana senjata yang kau sukai?" gertak Lizard di iringi senyum yang tersungging di wajahnya.


"Tidak tuan, jangan habisi saya...saya hanya di perintah"


"Siapa yang memberi mu perintah?!"


"Kepala polisi Nicolas" kata pria itu sambil ketakutan dan pasrah.


Lizard memejamkan matanya dengan geram ia segera menembakan senjatanya ke dada kiri pria itu.


Seketika pria tawanan itu tumbang di hadapan Lizard.


Lily yang menyaksikan kejadian menakutkan itu terdiam gagu sambil terus membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya. ia terduduk lemas di lantai.

__ADS_1


Saat suasana sudah kondusif Lily segera mengendap endap dan memasuki rumah melalui anak tangga penghubung antara rumah utama dan ruang bawah tanah.


Lily berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Ia bersembunyi di balik selimut tebalnya. Apa yang ia saksikan barusan sungguh gila. Lizard Van Camont sungguh berbahaya !.


__ADS_2