Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 78


__ADS_3

"Kenapa kau membayar hutang ku?" kata Wuri pada Tim. ia menatap pria di hadapannya dengan marah. Wuri tidak berharap orang lain membantu membayar hutang nya. apa lagi orang itu ada bos di tempat kerjanya.


Wuri masih cukup memiliki harga diri, ia masih bisa bekerja dan mencicil tanggung jawabnya.


"Siapa bilang aku memberikannya secara cuma-cuma?"


Wuri refleks memundurkan langkahnya dan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Jangan salah paham gadis bodoh! memangnya siapa yang mau tubuh mu?"


"Lalu kau mau apa dari ku tuan? aku tidak memiliki apapun. begini saja aku akan membayar hutang ku padamu setiap bulan dari gaji ku. bagaimana?"


"Tidak perlu, kau cukup menjadi pembantu untuk ku. bersihkan apartemenku setiap hari dan kau bisa memasak untuk makan malam ku. kunci apartemen ku akan ku serahkan padamu"


"Hanya itu?"


"Apa maksudmu hanya itu? memangnya kau punya apa yang berharga untuk membayar hutang mu pada ku?"


"Oh tidak ada tuan maksudku aku senang, baiklah aku akan melakukan semua yang kau sebutkan tadi"


"Sampai berapa lama aku akan melakukan pekerjaan itu?"


"Sampai aku bosan melihat mu!"


🌵🌵🌵

__ADS_1


Karena kejadian semalam Lily dan Lizard terlihat sedikit kaku.


Seperti hari biasanya Lily menyiapkan stelan kerja untuk Lizard. kali ini tanpa ada pembicaraan diantara keduanya.


Lizard masih terlihat kesal pada Lily. begitu juga Lily yang masih marah pada Lizard.


"Aku akan pulang malam" kata Lizard sambil mencium rambut Lily lalu pergi.


Lizard menuju garasi mobilnya yang luas. ia memanasi satu mobil sport nya. kali ini Tim tidak menjemput ke rumah karena Lizard memberinya tugas untuk memata-matai Laura.


Lizard meraih ponselnya di dalam saku celananya. Ia menelpon Tim bertanya tentang perkembangan informasi tentang Laura.


"Bagaimana Tim? apa yang terjadi pagi ini?"


"Sial! sebenarnya siapa yang dia temui di sana?!"


"Saya usahakan memasuki lapas untuk menemui kenalan saya yang sedang di tahan disana sekaligus mencari informasi"


"Baiklah berhati-hatilah segera kabari aku jika ada informasi baru"


"Baik tuan"


Lizard mengendarai mobilnya keluar dari gerbang rumah. Lily melihatnya dari balik kaca jendela kamarnya.


Lizard harus bagaimana aku menghadapi mu?

__ADS_1


Didiamkan Lizard semakin membuatnya kesal tapi di gertak Lizard balik semakin beringas. Lily menghela napas dan duduk di sofa kamarnya menikmati secangkir teh herbal agar pikirannya lebih rileks.


🌵🌵🌵


Tim menemui seseorang di dalam lapas. seorang pria kurus yang tim kenal sudah mendekam disana beberapa bulan.


"Aku akan membebaskan mu dari sini tapi ada syaratnya" kata Tim.


"Katakan Bos apa syarat mu" tanya pria kurus itu.


"Kau lihat foto wanita ini baik-baik, lalu pria ini" Tim memperlihatkan foto Laura dan Nicolas dari ponselnya.


"Setiap pagi wanita ini datang kemari, aku curiga dia menemui pria ini"


"Pria ini satu sel denganku, dia kepala polisi yang ditahan karena....oh karena mu" pria kurus itu terkekeh.


"Benar aku yang menjebloskan dia kedalam tahanan, jadi tugasmu cukup mengawasi selama dua hari ke depan apakah di setiap jam sepuluh pagi atau jam istirahat siang ada yang datang mengunjunginya itu saja"


"Baiklah akan ku lakukan dengan baik, tolong tepati janjimu"


"Aku pasti menepati janjiku, kau tenang saja"


Tim mengenakan topi dan kaca mata hitamnya saat keluar lapas. ia berpapasan dengan Laura pagi itu di ruang tunggu. tapi Laura tidak mengenali Tim karena penampilannya terlihat berbeda dari biasanya. Topi, kaca mata hitam dan ditambah sedikit jambang di dagu Tim itu sudah bisa mengelabuhi orang lain.


Selesai dari lapas Tim bergegas menuju VC group untuk meeting dengan Lizard.

__ADS_1


__ADS_2