
Pagi hari di kediamannya Reyzard terlihat menikmati sarapan. Ia meminta asistennya untuk menyalakan televisi. hampir semua chanel tv memberitakan pembunuhan bos perusahaan bersar Luke Damon.
Rey menghentikan makan paginya ia berdiri dari duduknya meminta asisten pribadinya itu mengeraskan volume tv.
"Sepertinya aku tahu siapa pelakunya" Rey tersenyum memiringkan sudut bibirnya.
"Sho, siang ini aku ingin ke perusahaan Vegas aku ingin bertemu dengannya" kata Rey pada asistennya yang bernama Sho Kasamatsu.
"Baik tuan"
"Rey untuk apa kau bertemu Vegas?" nyonya Bella datang menghampiri putranya itu sembari mengulurkan secangkir kopi yang masih panas.
"Hanya ingin bertemu saja bu, sudah lama sejak pertemuan pertama kita di rumah uncle Zack aku tidak lagi bertemu Vegas"
Nyonya Bella terdiam, ia tahu seperti apa Reyzard pasti ia merencanakan sesuatu terhadap Vegas.
"Rey ibu harap kalian bisa berhubungan baik layaknya saudara"
"Tentu saja ibu, kenapa ibu cemas begitu? Aku menganggap Vegas adalah saudaraku" kata Rey dengan sorot mata tajam.
***
Sentara itu Vegas sedang merasa kehilangan karena ia tidak menemukan istrinya di reruntuhan gedung perusahaan Luke.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan" kata Kinn yang berdiri di belakang Vegas.
"Tidak Kinn ini bukan skesalahanmu"
Kinn merasa bersalah karena ia tidak bisa melindungi Sidney tapi Kinn juga tidak punya pilihan lain. Ia harus segera menghabisi Luke sebelum Reyzard menemui Luke dan mengajaknya bekerja sama. Itu akan lebih menyulitkan lagi bagi Vegas.
"Apa anda ingin saya mencari ke seluruh rumah sakit di kota ini untuk menemukan nyonya?"
"Apa itu berguna?"
"Mungkin saja tuan"
"Kinn aku harap kau tidak mengecewakanku"
Di salah satu ruang perawatan di rumah sakit pusat kota New York Sidney terbaring lemas di atas ranajang. Jane yang terluka di bagian tangannya duduk di samping Sidney menunggui rekannya itu.
"Jane?"
"Sidney kau sudah sadar?"
"Perutku?" Sidney meraba perutnya yang terasa sesikit nyeri.
"Kenapa kau tidak bilang jika kau hamil Sidney?! Kandunganmu..." Jane terdiam.
__ADS_1
"Jane apa yang terjadi?" Sisney mulai terisak. Sekuat apapun dirinya ia adalah wanita juga ia merasa bahagia saat ada janin di kandungannya tapi karena keangkuhannya ia kehilangan semua.
Sidney menangis sejadinya dan Jane memeluknya. Jane tidak pernah melihat Sidney sehancur ini sebelumnya.
"Apa kau ingin aku menelpon Vegas?"
"Tidak! Jangan katakan apapun padanya, aku yakin dia pikir kita pasti sudah terjebak di reruntuhan gedung itu ia tidak akan peduli padaku"
Jane terdiam, ia menenangkan Sidney yang masih tetap mengangis.
"Bagaimana dengan Grace?" Sidney tiba-tiba ingat satu rekannya tidak ada diantara mereka.
Jane menggeleng dengan wajah sedih.
"Grace belum di temukan"
"Semua karena Vegas!!"
"Jane biarkan saja Vegas mengira aku sudah tidak ada, aku akan membalasnya nanti!!" teriak Sidney.
Sementara di luar ruang perawatan itu seorang pria berdiri menyunggingkan senyum samarmya. Pria itu mencuri dengar pembicaraan dua wanita disalam ruangan perawatan.
"Baiklah sepertinya rasa bersalahku tidak perlu nyonya! Aku akan memberi tahu tuan Vegas jika anda masih hidup"
__ADS_1
Aku rasa kau tidak perlu merencanakan apapun nyonya Sidney karena apa yang kau alami saat ini pasti akan menghancurkan hati tuan Vegas.