Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 38


__ADS_3

Lizard terbangun karena mendengar suara alarm di ponselnya. Kepalanya terasa berat, kulit wajahnya juga terasa perih. Lizard menyibakkan selimut dan mengamati lengannya yang memerah karena bekas cakaran.


Ia menoleh ke kanan rupanya sudah kosong, Lily sudah pergi dari sampingnya.


Lizard menutup wajahnya dengan satu telapak tangannya. wajahnya memerah mengingat kejadian semalam bersama Lily.


Lizard bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan segera berangkat ke VC Group. jika perlu ia ia tidak sarapan di rumah agar tidak bertemu Lily.


Ayolah Lizard Van Camont kau pengecut sekali!! kenapa kau malah menghindari Lily?!


Lizard memukul dinding kamar mandi dengan lengannya.


Selesai mandi ia segera memakai stelan jasnya dan seperti biasa bertingkah wajar di depan Lily jika mereka bertemu di rumah itu.


Di depan tangga Lizard berpapasan dengaan Lily yang sudah terlihat cantik dengan kemeja lengan panjang dan celana panjang berwarna putih. Pagi itu Lily tampak lebih cantik dari biasanya. itu menurut Lizard.


Kecanggungan terjadi diantara keduanya.


"Ehmm! kau mau berangkat bersama dengan ku?" Lizard memberanikan diri menyapa Lily lebih dulu.


Lily terdiam dan memalingkan wajahnya. ia berjalan menuruni anak tangga tanpa mempedulikan Lizard yang salah tingkah.


"Pagi dokter Lily" sapa Timoti yang baru saja tiba untuk menjemput Lizard.


Lily hanya melempar pandangan datar pada Tim.


Timoti heran ia memandang Lily lalu memandang ke arah Lizard.


"Ayo kita berangkat" kata Lizard tanpa memberi penjelasan pada asistennya.


"Dokter anda mau berangkat bersama?" Tim yang tidak tahu apa-apa menawari tumpangan untuk Lily.


"Tidak Tim terimakasih"


Lily bergegas pergi dan memasuki taxi online yang tadi ia pesan.


"Gadis itu membuatku tidak tahan!"


"Ada apa tuan?"


"Kejar dia aku mau bicara dengannya"


"Maksud anda dokter Lily?"

__ADS_1


"Siapa lagi?!"


"Baik tuan"


Tim mengemudikan mobilnya mengejar taxi online yang Lily tumpangi menuju rumah sakit.


Setibanya di pelataran rumah sakit Lizard segera menghadang langkah Lily.


"Aku mau bicara..."


"Aku tidak mau"


"Kenapa kau marah sekali padaku? kau lihat wajahku luka karena cakaran tangan mu semalam?" Beberapa perawat yang tidak sengaja melalui Lizard dan Lily tertawa cekikikan mendengar ucapan Lizard yang yang mengarah ke kegiatan tidak senonoh.


"Diam kau!" Kata Lily sembari mencubit pinggang Lizard.


"Ouch sakit Lily! kau mau melukaiku dengan cakaran dan cubitan baru kau puas?"


Lily menarik lengan Lizard menuju ruang praktiknya. Lizard duduk dengan tenang sementara Lily mengobati luka bekas cakaran di wajah Lizard.


"Aku rasa luka ini tidak akan sembuh dalam hitungan hari"


"Hei apa maksud mu dokter? aku malu jika ke kantor dengan wajah seperti ini!"


"Lalu bagaimana lagi? apa aku harus merekomendasikan mu ke dokter bedah kecantikan?" kata Lily gemas. sebenarnya ia masih marah pada Lizard.


Lily terduduk di kursi kerjanya, ia merasakan ada sesuatu yang masih nyeri akibat perlakuan Lizard semalam.


Kenapa aku melakukan ini dengan pria yang tidak mencintai ku? Lizard menjadikan ku pelampiasan rasa patah hatinya pada perempuan lain.


Lily segera fokus kembali, ia harus menangani pasien di meja operasi. Perawat membawakan baju ganti dan perlengkapan yang di butuhkan dokter Lily sebelum ke ruang operasi.


"Baiklah semua sudah siap?"


"Siap dokter"


"Mari kita berdoa terlebih dahulu"


Hening di ruangan itu semua mengambil waktu beberapa detik untuk persiapan sebelum menangani pasien.


🌵🌵🌵


Lily kembali ke ruang kerjanya selesai dengan operasi pasiennya. Ia duduk memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Dokter Lily anda di panggil ke ruangan dokter Rud" kata seorang perawat.


"Oh baiklah aku akan kesana sekarang"


Setibanya di ruangan dokter Rud disana sudah ada dokter Eric yang berdiri menatap Lily dengan pandangan curiga.


"Ada apa dokter memanggil saya?"


"Dokter Lily silahkan duduk"


"Apa benar kau menangani pasien ini?" dokter Rud menyerahkan data diri pasien pada dokter Lily.


"Benar dokter saya yang memberi tindakan darurat kepada pasien"


"Aku sudah bilang pa pasti ini kesalahan dokter Lily" kata dokter Eric sambil memandang tajam ke arah Lily.


"Ada apa ini? kenapa dokter Eric bicara seperti itu?" Lily di buat kebingungan.


"Sabar Eric jangan sembarangan menunduh dokter Lily, kita tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Begini Lily keluarga pasien komplain ada salah penangan dari rumah sakit dan mereka menggugat kita ke jalur hukum"


Lily terkejut dan tidak menyangka.


"Tapi ini tidak mungkin terjadi dokter, saya sudah sesuai prosedur. dan pasien itu dalam kondisi membaik ketika di pulangkan dari rumah sakit ini"


"Itulah yang sedang kita dalami. kau jangan cemas kami pasti berdiri di sampingmu menghadapi masaklah ini. karena ini adalah masaklah kita bersama, tenanglah"


"Tapi bagaimana bisa....?"


"Kau telah merusak reputasi VC hospital dokter Lily!"


"Dokter Eric saya tidak pernah merasa salah menangani pasien. saya sesuai dengan prosedur yang kita pegang"


"Kau ..."


"Eric cukup! Lily pulanglah kau pasti lelah karena baru saja selesai dengan pasien mu. Besok kita bahas lagi masalah ini"


Lily berjalan lunglai keluar dari loby VC hospital. pikirannya benar-benar tertekan sekarang.


Di luar Lizard menunggunya sembari berdiri di dekat mobilnya. Lizard akan menjahili Lily dengan kotak perhiasan padahal isinya adalah ular plastik.


"Lily coba lihat aku memberi mu hadiah ini" Lizard mengulurkan kotak perhiasan itu dengan tangan kanan nya.


Tanpa di duga Lily malah berhambur memeluknya sambil menangis. Lizard tertegun begitu juga Timoti yang melihat kejadian itu.

__ADS_1


"Lizard....aku lelah sekali aku mau pulang ke rumah sekarang" kata Lily disela tangisnya di dada Lizard.


Lizard terdiam, tidak bergerak tidak juga merespon Lily. Ia membiarkan Lily menangis di dadanya.


__ADS_2