Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 70


__ADS_3

Di kamar pribadi Lizard dan Lily keduanya sedang bersantai. Lily tiduran di atas tubuh kekar Lizard.


"Lizard ...."


"Hmmm"


"Boleh aku praktek lagi?"


"Boleh" kata Lizard sambil matanya tetap terpejam.


"Benarkah?"


"Benar, tapi anak-anak tidak boleh sampai terlantar"


"Aku berjanji anak-anak tidak akan kekurangan kasih sayang kita. lagi pula aku hanya masuk dua kali dalam satu Minggu"


"Enak sekali, kau bekerja di tempat moyang mu?" canda Lizard.


"Jelas iya! memang kenapa? apa masalah mu?!" balas Lily.


Lizard memutar tubuh Lily dan menindihnya.


"Masalah ku adalah aku selalu tidak bisa menahan diri jika malam tiba" Lizard membenamkan wajahnya di leher Lily.


"Lizard hentikan aku geli!" Lily mencoba menarik rambut Lizard tapi percuma saja malah ia sendiri yang menggerakan kepalanya kesana kemari karena kegelian.


"Aku tidak mau menghentikan! aku tidak bisa berhenti sayang"


"Lizard!"


Lizard bangkit dan melepas kemejanya, ia membuangnya sembarangan ke sudut kamar. lalu dengan tidak sabaran ia melepas ikat pinggangnya dan kembali ke pelukan Lily.

__ADS_1


Tangan Lizard tidak berhenti menjelajahi seluruh lekuk tubuh Lily. bibirnya memagut dagu Lily dengan lembut membuat Lily melenguh dan mendorong bahu kekar Lizard yang berada di atasnya.


"Kau tidak pernah makan?" bisik Lizard di telinga Lily.


"Apa maksud mu? jelas aku makan setiap hari"


"Kenapa tubuh mu kecil? membuatku was-was kalau patah saat aku berada di atas mu"


"Kalau begitu kenapa kau tidak turun dan berbaring di samping ku saja?!"


Lizard tersenyum jahil, ia menarik tali piama tipis yang di kenakan Lily. piama berwarna merah maroon itu lolos dari tubuh kecil Lily.


"Bersiaplah mungkin kau tidak akan tidur sampai pagi"


🌵🌵🌵


Paginya Lily terbangun karena mendengar tangisan Zack yang keras. ia bergegas mengenakan baju terusan dan berlari ke kamar anaknya.


"Saya juga kurang tahu nyonya, tapi sepertinya perutnya kembung"


"Baiklah sayang anak pintar biar mommy periksa perut Zack ya" Lily menidurkan anaknya di pangkuannya seraya memijat pelan perut Zack. dalam hitungan menit Zack langsung buang angin dan terdiam dari tangisnya.


"Tolong gantikan bajunya" kata Lily pada suster Ana.


Baby Bella masih tertidur pulas, Lily mencium pipi gembil nya lalu kembali ke kamarnya untuk mandi.


"Ada apa? kenapa Bella menangis?" tanya Lizard setengah sadar dari tidurnya.


"Bukan Bella tapi Zack"


"Kenapa dengan Zack?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa perut nya kembung, nanti siang akan ku panggil dokter kerumah"


"Kau juga dokter kenapa bukan kau saja yang memeriksa anak kita?"


"Jangan bercanda Lizard aku dokter bedah bukan dokter anak"


"Hmmm aku lupa..." Lizard kembali memejamkan matanya ia ingin tidur sepuluh menit lagi sebelum alarm sialan di ponselnya berbunyi.


"Cepat bangun dan mandi, Tim sudah menunggu di bawah" Lily menyingkap selimut tebal yang menutupi separuh tubuh Lizard.


"Lima menit lagi"


"Tidak bisa, kau sudah terlambat ke kantor. katamu akan ada meeting pagi?"


"Hmm benar aku juga ada tamu dari jauh hari ini"


"Apa dia perempuan"


"Iya dia perempuan sayang tapi kau tenang saja dia jelek tidak secantik dirimu" kata Lizard merayu Lily yang sedang merias wajahnya.


Lily hampir tertawa melihat tingkah Lizard. ia mendorong tubuh suaminya agar bergegas ke kamar mandi.


"Nanti malam bersiaplah aku mau mengajak mu keluar dinner"


"Dalam rangka apa?" tanya Lily sembari memakaikan jas pada Lizard.


"Yasudah kalau tidak mau!"


"Hei siapa bilang?! aku bersedia" kata Lily dengan gemas mencubit pinggang Lizard.


"Ouch! sakit Lily......baiklah sayang jam delapan tepat Tim akan menjemput mu jadi jangan terlambat" Lizard meraih dagu Lily dan mencium bibir Lily dengan mesra.

__ADS_1


__ADS_2