
Tim pergi ke salah satu rumah sakit guna memenuhi janjinya pada Lily. ia mendaftarkan untuk tes DNA antara Lizard dan Ozgy.
Tim menyerahkan persyaratan tes DNA itu kepada petugas.
"Jadi kapan hasilnya akan keluar?" tanya Tim pada petugas.
"Nanti kami akan menghubungi anda tuan"
"Baiklah, pastikan hasil tes ini hanya aku yang mengambilnya bukan orang lain, ingatlah wajahku jika bukan aku makan jangan pernah berikan kepada orang lain meski dengan ribuan alasan!"
"Baik tuan, saya mengerti"
Tim berbalik dan berjalan pergi meninggalkan rumah sakit itu. ia mengendarai mobilnya menuju VC group.
Tim tiba di ruang kerja Lizard tepat waktu. ia bergegas menyerahkan laptop yang berisi materi meeting nanti siang.
Lizard hanya diam, ia mengamati jam tangannya lalu memandang Tim dengan mata tajamnya.
"Kau masih beruntung karena datang tepat waktu" kata Lizard.
Tim tertegun, ia yakin Lizard mencurigai sesuatu tentang dirinya. menipu Lizard itu tidak mudah, Lizard itu cerdik banyak akalnya dan juga licik.
Tim menelan ludah sembari memundurkan sedikit langkahnya. ia berjaga-jaga siapa tahu tiba-tiba Lizard menarik senpi yang diselipkan di pinggangnya.
"Ada apa? kenapa kau jadi gelisah begitu?" tanya Lizard tanpa memandang Tim. ia sibuk mengamati layar laptopnya.
"Tidak tuan"
"Bagaimana menurutmu jika Grace bekerja di VC hospital?"
__ADS_1
"Berkerja di rumah sakit anda?" Tim sedikit terkejut. ia tahu Grace memang ada basic di dunia kesehatan tapi mana mungkin memperkerjakan Grace di VC hospital disana ada Lily.
"Tapi tuan, bukankah di VC hospital ada dokter Lily, apa anda tidak khawatir jika mereka saling bertemu?"
"Hmmm kau benar tapi aku tidak khawatir karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Grace aku hanya murni menolongnya untuk mendapat pekerjaan"
"Saya rasa anda harus berdiskusi dengan dokter Lily"
"Apa kau bilang? kenapa aku harus berdiskusi dengan Lily?! rumah sakit itu milikku! Lily yang harus menurut padaku!"
"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud..."
"Sudahlah! kau membuat mood ku jadi jelek! cepat atur agar Grace bisa bekerja di VC hospital" Lizard berdiri dari duduknya dan pergi ke ruang meeting.
"Baik tuan"
Sorenya selesai meeting panjang yang melelahkan Lizard ingin segera sampai di rumah. ia ingin melihat anak kembarnya.
Setibanya di rumah Lily sudah berdiri di depan pintu dengan wajah jutek.
"Hai sayang ..." sapa Lizard sembari mencubit pipi Lily.
"Lizard aku ingin bicara"
"Aku lelah sekali sayang nanti saja!"
"Aku ingin bicara sekarang Lizard!"
Tim memandang ke arah Lily dan menggelengkan sedikit kepalanya memberi tanda jika mood Lizard sedang tidak bagus sebaiknya nanti saja. tapi Lily tetap kekeh ingin bicara.
__ADS_1
Lily mengekor langkah Lizard menuju ruang kerjanya. Tadinya Lizard ingin menghampiri anak-anaknya tapi melihat Lily begitu keras kepala ingin bicara akhirnya Lizard ke ruang kerjanya.
"Ada apa?!" Lizard melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja hitam yang ia kenakan.
"Apa maksudmu mempekerjakan wanita itu di VC hospital?!" mata Lily tajam memandang Lizard. ia tidak terima bekerja satu lokasi dengan mantan pacar suaminya.
"Lily ini hanya masalah kemanusiaan, aku menolong Grace mendapat pekerjaan untuk bisa menghidupi dirinya dan anaknya"
"Tapi banyak tempat lain lalu kenapa harus VC hospital?!"
"Ayolah Lily jangan memperbesar masalah kecil!"
"Masalah kecil katamu?! kau juga tidak tahu jika wanita itu menipumu bukan?!"
Lizard terdiam kali ini emosinya benar-benar terpancing karena Lily. ia memandang datar ke arah Lily sembari memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.
Lily mewaspadai memastikan jika Lizard tidak mengambil senpi untuk menembaknya.
Melihat Lizard terpancing emosi Lily malah semakin menjadi. ia meletakkan sebuah amplop kecil bertuliskan nama sebuah rumah sakit. Lizard hanya melirik amplop itu ia sudah bisa menebak isinya.
"Kau pikir aku bodoh?!" gertak Lizard. rahangnya mengeras karena menahan marah pada wanita yang dicintainya itu. jika saja yang dihadapannya bukan Lily ia sudah menghabisi nya.
"Kau tidak tahu apa-apa Lizard" kata Lily dengan berani. Lizard menyeringai mengepalkan tangannya lalu membuka laci. ia melemparkan dua amplop putih ke atas meja kerjanya di hadapan Lily dan Tim yang berdiri di sudut ruangan menyaksikan pertengkaran bosnya.
Lily dan Tim terkejut melihat ada dua amplop bernamakan rumah sakit yang berbeda yang Lizard lemparkan tadi.
"Apa yang ingin kalian buktikan padaku?!"
Mendengar Lizard menyebut nama kalian, Tim langsung salah tingkah. pengkhianatan nya tercium oleh Lizard. sekarang ia hanya bisa harap-harap cemas bahwa esok ia masih bisa melihat mentari pagi terbit.
__ADS_1