Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 108


__ADS_3

Siang itu Lizard duduk di ranjang perawatannya. Lily sedang menggantikan kemeja Lizard dengan yang bersih. ia sempat meraba luka di dada kanan Lizard.


"Apa kau terganggu dengan bekas luka ini?" tanya Lily sembari mengancingkan kemeja Lizard.


"Tidak masalah, lagipula tato di bagian bahu kanan ku menutupi luka itu"


"Baiklah, aku akan menyisir rambutmu dulu"


Lily merapikan rambut Lizard dan menyisirnya perlahan. Lily merasa senang karena seharian Lizard tidak ketus, tidak marah atau membentaknya apa lagi mengusirnya.


Lizard bahkan sudah tidak menanyakan soal Rachel lagi. entah ia lupa atau ia memang sudah kembali mengingat semua.


"Selesai" Lily sudah selesai menata rambut Lizard.


"Apa kau bersedia pulang ke rumah?" tanya Lizard. ia merasa bersalah setelah mengusir Lily dan anak-anak mereka.


"Emmm, aku ingin di rumah papa untuk sementara waktu"


"Kenapa? kau marah padaku?" Lizard berdiri dari duduknya ia menunduk dan memandang wajah Lily.


"Bukan begitu tapi aku rasa aku dan anak-anak lebih nyaman tinggal di rumah papa untuk saat ini. kenapa kau tidak tinggal di rumah papa saja untuk sementara waktu?"


"Apa menurutmu aku dan Eric tidak akan bertengkar jika setiap hari bertemu?"


"Ayolah Lizard, dia baik sekali padamu. Eric sangat menyayangi mu meski dia terkadang menyebalkan dan membuat emosi"


"Akan ku pikirkan"


Ponsel Lizard berbunyi ada telepon dari Tim.


"Hmm ada apa?"


"Tuan ada masalah, saham kita turun"

__ADS_1


"Apa maksudmu saham kita turun? apa saja kerjamu selama aku tinggal?!" Lizard marah kepada Tim. ia menyambar jasnya dan bergegas pergi dari kamar rawatnya di VC hospital.


"Lizard mau kemana? kau belum pulih!" Lily berlari mengejar langkah Lizard menuju parkiran.


"Ah sial mobil ku tidak Disni!" Lizard segera mencari ide karena ia harus ke VC group secepatnya.


"Lizard!" Lily menahan lengan Lizard.


"Oh itu dia, mobil Eric"


Eric yang kebetulan baru saja turun dari mobilnya langsung di hadang oleh Lizard.


"Kemarikan kunci mobil mu!"


"Memangnya mau kemana?"


Lizard menyambar kunci mobil dari tangan Eric dan bergegas pergi.


"Lizard...."Lily menghela napas, menggelengkan kepala.


"Dia mau ke VC group, sedang ada masalah disana"


"Masalah apa?"


"Kata Tim saham perusahaan turun"


"Sudahlah jangan cemas, dia pasti baik-baik saja" kata Eric sembari berjalan menuju ruang kerjanya.


"Eric kau sudah makan siang?" tanya Lily.


"Belum aku tadi tidak sempat makan di rumah, nanti saja aku makan di restoran depan rumah sakit"


"Kalau begitu ayo kita makan siang"

__ADS_1


Eric terlihat berpikir sejenak, ia memasukan ponselnya kedalam saku celananya.


"Baiklah tapi kalau kak Lizard salah paham lagi aku tidak akan membantu mu untuk menjelaskan padanya"


Lily tersenyum menahan tawa, mengingat Lizard memang akhir-akhir ini cemburu pada Eric.


"Baiklah tidak masalah aku sendiri yang akan memberi penjelasan padanya"


Lily dan Eric pergi ke restoran yang terletak tak jauh dari VC hospital. keduanya menikmati makan siang bersama sembari mengobrol ringan tentang rumah sakit dan para pasien yang mereka tangani.


🌵🌵🌵


"Bagaimana ini bisa terjadi?!" Lizard marah pada Tim begitu tiba di ruang kerjanya.


"Maafkan saya tuan"


"Cepat adakan meeting untuk evaluasi"


"Sekarang tuan?"


"Memangnya kapan lagi?!"


"Ba..baik tuan" Tim bergegas membuat email dan mengirimkan kepada para staf dan petinggi perusahaan untuk berkumpul di ruang meeting utama.


Jika email dari Tim di bubuhi tanda seru di akhir kata berarti sedang ada yang urgent dan pasti si bos sedang marah besar.


Semua staf dan petinggi perusahaan langsung bersiap dengan wajah cemas dan was-was berjalan menuju ruang meeting. menyiapkan diri untuk amukan Lizard.


"Apa saja kerja kalian selama aku tinggal?! kenapa perusahaan bisa kacau seperti ini?!"


Semua menunduk tidak berani memandang Lizard yang memimpin meeting siang itu.


"Cepat kalian cari tahu apa yang sebenarnya terjadi lalu adakan perbaikan, atau kalau tidak aku akan membuang kalian semua ke tempat sampah!!"

__ADS_1


Tim memandang sekilas ke arah Lizard sebelum ia kembali menunduk. dalam hatinya ia merasa senang meski di marahi oleh bosnya.


Ini dia.. the real Lizard Van Camont! selamat datang kembali tuan ....


__ADS_2