
Lizard terbangun dengan malas, ia mendengar suara gemericik air di kamar mandi.
Siapa yang mandi di kamar mandi ku?
Lizard berjalan menuju kamar mandi yang terletak di kamarnya. Suara gemericik air semakin jelas terdengar.
Tidak mungkin Timoti berani mandi di kamar mandiku, pastilah ini kerjaan ...
Pintu kamar mandi terbuka, Lizard terkejut mendapati Lily muncul dari dalam kamar mandi mengenakan kemeja putih milik Lizard dan handuk kecil untuk menutup rambutnya yang basah.
"Kau?! berani sekali mandi di kamar mandi ku?!" Lizard mencoba mengalihkan pandangannya dari Lily yang pagi itu terlihat cantik dan sangat sexy menurut Lizard.
Bagaimana tidak sexy, Lily mengenakan kemeja milik Lizard yang kedodoran dan rambut panjang gadis itu terbungkus handuk kecil dan terlihat masih basah. Wajah cantiknya terlihat polos alami tanpa riasan.
"Maaf ...maaf, air di kamar mandi ku mati jadi aku kemari karena pintu kamar mu tidak di kunci yasudah aku langsung masuk saja"
"Dan kemeja itu?! siapa yang mengizinkan mu memakai kemeja ku sembarangan?!"
"Aku lupa membawa handuk baju ku terjatuh dan basah jadi aku lihat ada kemejamu tergantung di kamar mandi, apa boleh buat aku pakai saja"
"Sekarang cepat keluar dari kamar ku!"
"Iya...iya aku juga mau pergi..."
Lily melangkah dengan kaki telanjang tanpa alas. Sialnya ia malah terpeleset dan hampir terjatuh. Lizard dengan sigap menangkap tubuh Lily hingga handuk kecil yang menutupi rambut Lily terlepas. Rambut itu menjuntai liar dan nampak indah.
Untuk sekian detik Lizard dan Lily hanya saling pandang mirip seperti di drama-drama picisan. Lily menatap bola mata biru Lizard dan Lizard memandang wajah Lily yang manis.
__ADS_1
"Ehmmm!" suara dehman Tim membuyarkan adegan picisan antara Lizard dan Lily.
Tim berdiri di ambang pintu kamar Lizard menyaksikan keromantisan bosnya pagi itu.
Lizard melepas pegangannya di pinggang Lily hingga Lily terjatuh di lantai.
"Ouhh Lizard! kau sudah gila kenapa melepaskan tangan mu aku belum siap!"
"Cepat keluar dari kamar ku"
Lily berjalan memegangi pinggangnya keluar dari kamar Lizard. sementara Lizard yang salah tingkah langsung masuk kedalam kamar mandi.
Lizard mengguyur seluruh tubuhnya di bawah shower. Ia hampir tidak bisa melupakan wajah Lily pagi ini.
Kenapa tadi kau memandangnya Lizard Van Camont?! jadilah kau terbayang wajah polos Lily yang menyebalkan itu!
"Dasar gadis ceroboh, seenaknya memakai barang orang!"
Lizard tidak henti menggerutu untuk menghilangkan Lily dari pikirannya. tapi nampak nya ia tidak berhasil karena sejak tadi ia malah seperti orang gila.
Tim yang memperhatikan bosnya jadi tidak habis pikir, tidak biasanya Lizard bertingkah seaneh ini.
"Maaf tuan, anda nampak banyak pikiran?"
"Siapa bilang? aku hanya...hanya...."
"Hanya memikirkan dokter Lily?" tebak Timoti.
__ADS_1
"Menurutmu bagaimana aku tidak memikirkan nya?! pagi ini dia menerobos masuk ke kamar ku tanpa izin, dia memakai kamar mandiku, memakai kemejaku, memakai handuk kecil ku dan ...dan...dia "
"Dia apa tuan? apa dia sangat manis?"
"Ya kau benar dia memang sangat manis"
Lizard memejamkan matanya dan menggigit lidahnya menyesali perkataannya barusan.
"Tim, berhenti memancing ku atau ku pecat kau!"
"Baik tuan, saya akan diam"
Belum selesai berdebat dengan Timoti lagi-lagi Lizard harus melihat daya pikat Lily untuk sekian kalinya. Lily yang baru saja menuruni anak tangga itu terlihat cantik dengan dress bunga-bunga dan rambut panjang yang tergerai indah.
High heels yang di kenakan Lily terlihat pas dengan tubuh Lily yang tidak tinggi. itu malah membuatnya terlihat lincah.
"Aku pergi dulu" kata Lily sambil lalu tanpa memperdulikan Lizard.
"Bukankah dokter Lily lebih menarik jika di bandingkan nona Rachel tuan?"
"Iya kau benar" Lagi-lagi Lizard terpancing oleh asisten sialannya itu.
"Tim.."
"Iya tuan"
"Kau kupecat sekarang juga!"
__ADS_1