
Mobil yang di kendarai Tim tiba di rumah Lizard. ia membukakan pintu untuk Lily.
"Tim pergilah dan jaga dia" kata Lily sembari mencoba terlihat tenang.
"Tapi dokter, tuan Lizard meminta saya menjaga anda dan anak-anak"
"Kau pastikan saja beberapa anak buah mu berjaga di rumah ini. aku dan anak-anak akan baik-baik saja. tolong pastikan dia akan kembali Tim" kali ini air mata Lily mengalir tak bisa di bendung lagi.
"Anda jangan cemas dokter, saya pastikan tuan Lizard akan kembali dengan selamat!"
Lily mengangguk, perlahan ia berjalan memasuki rumah utama.
Sementara Tim bergegas pergi dengan mobilnya setelah ia memastikan anak buahnya berjaga di rumah Lizard.
Tim berhenti di pinggir jalan, ia mengisi senpinya dengan amunisi. sama seperti yang Lizard lakukan sebelum bertemu Jerry..
"Baiklah pertarungan akan dimulai!" Tim kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat dimana Lizard dan Jerry akan saling berhadapan.
Sementara di markas Jerry terlihat ketegangan. Lizard mendorong tubuh Grace ke arah Jerry.
"Kau sudah tidak berguna lagi!" kata Jerry sembari menodongkan senpi ke arah Grace yang terjatuh.
__ADS_1
Lizard memejamkan matanya saat Jerry menarik pelatuk senpinya. dalam hati Lizard sungguh hancur melihat Grace di habisi di depannya. tapi itulah balasan untuk pengkhianat.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama seperti saat kau melenyapkan adikku Nicolas!" kata Jerry pada Lizard yang berdiri di hadapannya.
"Silahkan saja jika kau bisa!" Lizard melepas jasnya dan melemparkan ke sembarang tempat.
Gerombolan anak buah Jerry mengeroyok Lizard dengan senjata tajam.
Baku hantam terjadi, pukulan demi pukulan Lizard layangkan pada anak buah Jerry secara bergantian.
Sebelah tangan Lizard terkena senjata tajam hingga terluka dan berdarah.
Tepat saat itulah Tim tiba di tempat. ia segera membantu Lizard mengatasi anak buah Jerry yang jumlahnya lebih banyak.
"Lizard aku menunggumu di ujung sana, jika kau selamat dan beruntung kau bisa melawan ku satu lawan satu!!" kata Jerry di iringi tawanya yang memenuhi ruangan.
Lizard meludahkan darah dari bibirnya, ia semakin bersemangat untuk sampai di tempat Jerry berdiri menunggunya.
"Tuan biar saya saja yang menghadapi Jerry"
"Tidak perlu Tim, ini akan jadi duel terseru sebelum aku pensiun jadi mafia"
__ADS_1
"Tuan Lizard tapi ....."
Lizard menepuk bahu Tim setelah berhasil menumbangkan anak buah Jerry hingga babak belur. Lizard tahu pasti Tim ingin melindunginya tapi Jerry bukan tandingan Tim.
Lizard menggulung lengan kemeja hitamnya, ia melepas jam tangan dan berjalan perlahan menuju Jerry.
Jerry pun bersiap melepas jas dan menggulung kemejanya. ia mengenakan sarung tinju untuk melawan Lizard sementara Lizard cukup dengan tangan kosong.
Duel pria sejati dimulai di awal Lizard memang terseok menghadapi Jerry yang tenaganya masih prima sedang Lizard sudah terkuras untuk melawan anak buah Jerry tadi.
Tim yang memandang Lizard tak kuasa menahan rasa hancur melihat bosnya babak belur.
Jerry terus memukuli Lizard hingga tumbang dan wajahnya berdarah.
"Apa hanya seperti ini saja kemampuanmu Lizard Van Camont! bukankah kau selalu unggul di semua hal dari mafia lain?! hahaha lihat dirimu tidak berdaya melawanku!!"
Lizard mencoba bangkit tapi Jerry melayangkan tendangan ke arah wajah Lizard yang membuat Lizard kembali tersungkur.
Tim tidak tahan lagi, tapi ini adalah duel antar pria. jika Tim ikut campur tentu harga diri Lizard akan hancur.
"Ayolah tuan, bangunlah ingat anda akan berlibur dengan dokter Lily dan anak-anak!" kata Tim dari kejauhan.
__ADS_1
"Oh sayang sekali aku akan mengirim mu berlibur panjang seorang diri Lizard!" Jerry mengangkat kakinya dan hampir menginjak kepala Lizard. dengan gerakan tangan Lizard meraih kaki Jerry dan menumbangkannya.
Ini kesempatan bagus untuk Lizard melihat Jerry jatuh tersungkur Lizard langsung menghajar Jerry tanpa ampun hingga pria itu tidak bergerak lagi.