
Lizard sudah selesai mandi, ia berdiri di tepi ranjang menatap Lily yang tertidur pulas di balik selimut.
Enak sekali dia tidur di ranjang ku..
Lizard menyunggingkan senyum dan mengangkat tubuh Lily. Ia menidurkan Lily di lantai beralas karpet tebal.
"Lihat seberapa lama kau tidur disana" gumam Lizard sembari menarik selimut dan mulai memejamkan matanya.
Tengah malam Lily terjaga karena merasa kedinginan. Ia membuka matanya dan menyadari kalau dirinya tidur di lantai. Lily memandang Lizard yang tidur nyenyak di ranjang.
"Lizard beraninya kau pindahkan aku ke lantai!"
"Lizard bangun ..!" Lily mengguncang tubuh Lizard agar terbangun.
"Lizard!..."
Sengaja Lizard tidak mau membuka matanya. Ia tahu Lily berusaha membangunkannya.
Rasakan kau dokter, siapa suruh menerima ide menginap di rumah papa!
"Dingin sekali, aku tidak bisa tidur..." Lily berjalan mondar mandir untuk mengusir dingin.
Rasa lelah dan dorongan besok pagi ia harus menangani pasien di meja operasi akhirnya Lily menyerah. Ia berbaring di samping Lizard yang memunggunginya.
"Dengar Lizard kau jangan macam-macam!" ancam Lily.
Keesokan paginya Lizard terbangun dengan raut wajah terkejut. Ia melihat Lily berada di pelukannya.
__ADS_1
"Hei Lily! bangun!" Lizard menepuk pipi Lily sedikit keras.
Lily membuka matanya dan tak kalah terkejut.
"Aaaaaaa....mau apa kau?!" teriak Lily.
"Sttttt! apa yang kau lakukan apa kau sudah gila? kau sendiri yang tidur di pelukan ku aku tidak tahu! setahuku kau tidur di lantai"
"Jam berapa sekarang?" Lily meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidur.
Lily bergegas bangun dan mandi, ia berganti pakaian dan meminta Lizard mengantarkannya ke rumah sakit.
"Kenapa aku harus mengantar mu?" aku masih mau tidur.
"Ayolah Lizard ini demi kemanusiaan, kau antar kan seorang dokter ke rumah sakit untuk bertemu pasiennya"
Lizard bangun dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi. sementara Lily mematut dirinya di cermin sembari mengepang serampangan rambut panjangnya.
"Lizard cepat sedikit" kata Lily sambil melihat jam tangannya.
Lizard menyembulkan kepalanya sembari menutup kembali pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca setengah transparan itu.
Ia memakai handuk putih yang melingkar di pinggangnya. tangannya sibuk mengeringkan rambutnya.
Lagi-lagi dia memamerkan otot tubuhnya.
Lizard berdiri di hadapan Lily sembari menyeringai menggoda Lily.
__ADS_1
"Kau ingin menyentuh tubuh ku?" tanya Lizard sembari tersenyum. Lily di buat salah tingkah tidak karuan. jantungnya serasa hampir lepas karena berdebar kencang.
Dasar Lizard sudah Gila! dia tidak sadar apa sudah membuatku hampir pingsan!
Tanpa aba-aba Lizard meraih tangan Lily dan menyentuhkannya ke dada bidangnya.
refleks Lily segera menarik tangannya.
"Kau gila Lizard!"
"Hahaha! lihat wajah mu merah padam seperti kepiting rebus, kau malu atau mau?"
Lizard menyentuh dagu Lily dengan jemarinya.
"Diam kau!" Lily bergerak meraih kemeja hitam yang sudah ia siapkan untuk Lizard.
Lily melemparkan kemeja itu ke dada Lizard lalu berjalan keluar kamar dengan jantung masih berdebar kencang.
"Hai Lily kau akan pergi?" Lily berpapasan dengaan Meri di luar kamar.
"Hai Meri selamat pagi, iya aku akan pergi ke rumah sakit"
"Oh baiklah, lain kali menginap lagi disini, aku senang ada kau dan kaka Lizard jadi rumah ini terasa ramai"
"Tentu saja jika perlu setiap weekend aku bisa kemari"
"Benarkah?" Lizard tiba-tiba muncul dan berdiri di ambang pintu kamar sembari berkacak pinggang menantang ucapan Lily barusan.
__ADS_1
"Ya tapi aku bisa kesini sendiri saja" jawab Lily sembari mendorong perlahan kursi roda Meri. ia malas menghadapi keanehan Lizard pagi itu.