Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 95


__ADS_3

Sambil menahan tangis Tim menelpon ambulan untuk meminta bantuan. Ia menyiapkan mental untuk mengatakan kondisi Lizard pada Lily yang berada di dalam mobil.


Tim sengaja mengunci Lily di dalam mobil agar lebih aman.


Tidak berapa lama ambulan datang dan segera mengevakuasi Lizard ke rumah sakit terdekat.


Lily semakin panik dan hampir pingsan melihat ambulan tiba di lokasi itu. ia menerka siapa yang terluka.


Apakah Lizard terluka?....


Dimana Tim?!


Tim berjalan gontai dengan tatapan kosong menuju mobilnya. ia membuka pintu mobil dan terdiam sejenak memandang Lily.


"Tim?...apa yang terjadi? Diaman Lizard?"


Tim hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Lily.


"Dimana Lizard?!" Lily mulai ketakutan sesuatu terjadi pada Lizard.


"Tim....jawab aku dimana Lizard?!" air mata Lily menetes membanjiri pipinya.


Tim menunduk dan ikut menangis ia meminta maaf pada Lily.

__ADS_1


"Maafkan saya dokter Lily...."


"Kenapa kau minta maaf?! Dimana Lizard?!! kenapa dia tidak pulang bersama kita Tim?!!!" Lily semakin histeris.


"Dokter, ...tuan Lizard di bawa ke rumah sakit. ia terluka karena tembakan dan pukulan yang mengenai kepalanya"


Lily terdiam beberapa saat, mencoba kembali menyadarkan dirinya.


"Cepat kita ke rumah sakit! cepat!!"


"Baiklah, tapi anda tolong tenanglah"


Lily menangis tersedu meringkuk di samping Tim yang mengemudikan mobilnya. .


"Lizard bertahanlah!!" Lily menjerit menangis histeris memeluk Lizard hingga bajunya terkena darah.


"Dokter Lily saya mohon tetaplah kuat dan bantu tuan Lizard" kata Tim menenangkan Lily sembari memegang bahu Lily memberi semangat.


Lily di izinkan masuk ke dalam ruang operasi karena ia juga seorang dokter spesialis bedah. hanya saja bukan Lily yang menangani Lizard karena kondisi psikis Lily saat ini tidak memungkinkan untuk memberi tindakan pada pasien dan lagipula ia juga bukan dokter yang praktek di rumah sakit itu.


Di ruangan itu air mata Lily tidak berhenti menetes. ia melihat Lizard sedang berjuang dengan hidupnya. Peluru berhasil di keluarkan dari dada sebelah kanan.


Setelah delapan jam akhirnya penanganan terhadap Lizard selesai.

__ADS_1


Lily terduduk lemas di lantai di depan ruang ICU. Tim tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa memandang Lily dengan iba.


Tidak berapa lama tuan Rud tiba di rumah sakit itu.


"Lily....Lily..." tuan Rud memanggil menantunya yang terlihat tidak berdaya.


"Papa...papa tolong Lizard pa..." kata Lily sembari terisak di dada tuan Rud.


disana berdiri Eric di kejauhan dengan wajah penyesalan yang mendalam. Ia tidak menyangka jika Nicolas akan sekeji itu pada Lizard. ia hanya meminta Nicolas menghancurkan bisnis Lizard dan memakai Lily sebagai umpan karena Eric tidak perduli dengan Lily.


"Lily tenanglah...tenanglah ..." kata tuan Rud yang sebenarnya juga setengah putus asa dengan kondisi Lizard.


Tuan Rud sudah berbicara dengan dokter yang menangani Lizard yang paling di khawatirkan adalah benturan benda tumpul di kepala Lizard.


"Pa Lizard akan selamat bukan?"


"Tentu saja Lily, kau tahu Lizard itu kuat ia pasti selamat dan segera pulih kau jangan khawatir" kata Tuan Rud menghibur Lily.


Tim di kejauhan hanya bisa terdiam dan menyesali dirinya yang tidak mampu melindungi Lizard.


Seandainya tadi aku tidak meninggalkan tuan Lizard seorang diri di gedung itu .....


"Bagaiman kau menjaga kakak ku?!" Eric terlihat marah pada Tim. kali ini ia tidak sedang berakting Eric memang mencemaskan kakaknya.

__ADS_1


Tim hanya bisa pasrah dan diam saat Eric memakinya.


__ADS_2