
Setelah meeting dengaan Lizard Tim pulang ke apartemennya larut malam.
Bel pintu apartemennya berbunyi, Tim mengawasinya dari Cctv siapa yang datang larut malam. rupanya anak buahnya membawa seorang pria asing.
Tim membuka pintu, seorang pria berlutut meminta ampun padanya.
"Maafkan saya tuan tolong lepaskan saya" pria itu memelas sambil menangis ketakutan. anak buah Tim berhasil membuatnya babak belur.
"Berapa hutang gadis itu?!" Tanya Tim sembari memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
"5000 dollar tuan"
"Aku akan melunasinya dan ingat baik-baik, tangan kotor mu jangan berani menyentuhnya apa lagi memukulnya!" Tim menendang bahu pria itu hingga terjengkang ke belakang.
"Baik tuan"
Dasar gadis ular, dia sengaja menggaet pria kaya untuk membayar hutangnya!
"Ini sejumlah 5000 dollar, kau bisa mencairkannya kapanpun" Tim melemparkan selembar cek pada pria di hadapannya.
Dengan gerakan kepala Tim meminta anak buahnya membawa pria itu pergi jauh dari hadapannya.
flash back
"Ketua, kami sudah dapatkan informasi tentang gadis bernama Wuri. Ia memiliki hutang pada seorang mafia rendahan. paman dan bibinya yang berhutang lalu melarikan diri dan membebankan hutang itu pada Wuri"
"Jadi dia membayar hutang paman dan bibi nya?"
"Benar ketua, sejak kecil ia di asuh paman dan bibinya. Oh ya luka lebam di wajahnya adalah karena pukulan si penagih hutang"
Tim meremas bungkus rokok yang ia pegang.
__ADS_1
"Seret penagih hutang itu ke hadapanku!"
"Baik ketua!"
🌵🌵🌵
Lizard berada di ruang bawah tanah seorang diri. ia menikmati rokok dan minum di ruangan itu.
Laura pasti sengaja di jadikan umpan, tapi siapa yang memberi perintah padanya?
Kalau dia ke lapas itu berarti ada seseorang yang mengendalikannya dari sana.
"Kau disini?" Suara Lily membuyarkan pikiran Lizard. ia mematikan rokoknya dan tersenyum menarik Lily ke pangkuannya.
Lizard membenamkan wajahnya ke leher Lily. aroma parfum yang harum tercium menyenangkan.
"Sudah malam tapi kau masih terlihat cantik dan wangi?"
Lizard tertawa sambil memandang wajah Lily.
"Apa kau memikirkan wanita mu disini?" sindir Lily.
"Tentu saja sayang wanita ku banyak, aku memikirkan mereka kala aku berada disini" Lizard sengaja membuat Lily semakin panas.
"Bagus kalau begitu jangan salahkan jika aku membalasmu" Lily turun dari pangkuan Lizard.
rahang Lizard mengeras ia menarik lengan Lily dengan kasar hingga Lily menghantam dinding kaca.
Lizard mencengkeram pipi Lily dengan sebelah tangannya.
"Apa kau bilang?! jangan main-main dengan ku Lily!"
__ADS_1
"Lizard...aku .."
"Jika ada yang berani mendekati dirimu aku tidak segan menjadikannya makanan hewan peliharaan ku!" Lizard mendekatkan bibirnya ke telinga Lily.
"Lizard aku hanya bergurau...!" Lily mencoba mendorong tubuh Lizard.
"Aku tidak suka dengaan gurauan mu Lily! kau membuatku sangat kesal!!"
"Maaf ...maafkan aku" kata Lily pasrah.
Lizard membenturkan tubuh kecil Lily ke dinding kaca tebal. Ia menindih Lily yang berdiri membelakanginya. tangan Lizard menyibak rok ketat yang di kenakan Lily.
"Lizard...tidak..." Lily merasa tubuhnya tidak siap jika Lizard akan melakukannya.
"Lizard ...tidak!" Lily pasrah ia tidak bisa mencegah kemarahan Lizard. salah bicara sedikit saja membuatnya terancam dengan kemarahan pria itu.
Lizard melepas jasnya dan melemparnya entah kemana. dengan marah dia membuka ikat pinggangnya.
Lily berteriak ketika Lizard memulai aksinya. tangannya mengepal menahan sakit. dinding kaca menjadi saksi keliaran Lizard Van Camont. tubuh kekar itu menghimpit Lily hingga terjepit di antara dinding kaca dan tubuh Lizard.
"Jangan pernah pergi dariku apa lagi kau berani dekat dengan pria manapun! walau itu hanya berteman aku tidak akan mengampuni mu meski kau ibu dari anak-anak ku!!"
Lily hanya bisa menangis tertahan, kedua tangannya terkepal menekan dinding yang terbuat dari kaca tebal. Lizard terus mendorong tubuh Lily menghantam dinding kaca.
Akhirnya Lizard mengakhiri permainannya, air mata Lily membanjiri wajah cantiknya. sementara Lizard menarik Lily duduk di sofa sembari membenarkan letak celananya.
"Lily..." Lizard terlihat cemas melihat Lily menangis dan wajahnya memerah. Lengan Lily terlihat membiru karena cengkraman tangan Lizard.
"Sudah diamlah sayang, aku minta maaf" Lizard meraih Lily kedalam pelukannya.
Pikirannya sedang kalut dan Lily membuatnya marah. Lizard tidak bisa mengendalikan dirinya.
__ADS_1