
Seperti biasa jika mafia dan Yakuza bertemu pasti tidak akan bisa duduk tenang membicarakan masalah. semua akan berakhir baku hantam dan berebut siapa yang paling hebat dan berkuasa. sama halnya seperti Vegas dan Reyzard keduanya tidak akan bisa akur layaknya saudara. meski orang tua mereka kembar tapi agaknya anak-anak Zack dan Bella tidak memiliki ikatan batin yang kuat.
Sejak satu jam yang lalu Vegas dan Reyzard hanya duduk diam saling menatap tajam satu sama lain sesekali mereka akan berdebat tentang VC hospital, mengungkit kematian Sidney, penipuan Reyzard pada Vegas dan masih banyak perseteruan lainnya.
Kinn yang berdiri tidak jauh dari Vegas bahkan sudah merasa muak dengan perdebatan dua Van Camont itu. rasanya ia ingin meraih senpi dan menembakkannya ke udara agar kedua tuan Van Camont di hadapannya bisa bersikap dewasa.
"Aku mau semua saham VC hospital hanya untukku! lagipula kau sudah ada bisnis farmasi aku tahu perusahaan itu amat besar! jadi jangan serakah ingin menguasai rumah sakit kakek!" kata Reyzard sembari menatap Vegas.
Tangan Vegas meraba pinggang kirinya, ia lupa jika sekarang kemana-mana ia tidak lagi membawa senjata seperti dulu. hampir saja ia ingin meledakkan kening Reyzard dengan senjatanya tapi sayang Vegas tidak membawanya.
"Kita bagi dua VC hospital! jika kau tidak setuju yasudah tidak perlu untuk meminta rumah sakit itu! apa kau sudah jatuh miskin sampai meminta warisan kakek?!" balas Vegas tidak kalah menohok.
__ADS_1
Reyzard mengepalkan tangannya, ia meminta warisan itu bukan karena dirinya tapi ibunya. ia ingin ibunya Bella Van Camont juga memiliki hak yang sama dengan Zack.
"Aku tidak sepakat! aku ingin rumah sakit itu atas nama ibuku!" kata Reyzard bersi keras.
Mendengar Reyzard menyebut ibunya, Vegas terdiam dan sedikit luluh. ia berdiri dari duduknya lalu berjalan pergi begitu saja. Vegas akan memikirkan kembali tentang VC hospital. saat ini ia sedang ada kasus yang lebih penting lagi. baru saja kepolisian menghubungi Vegas karena di temukan jasad tanpa kepala di dalam koper besar di tempat pembuangan sampah umum.
***
Reyzard menyesap kopinya sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran siang itu. di kejauhan ada yang menarik perhatiannya yaitu Amara. gadis itu nampak bersama teman-temannya akan makan siang di restoran yang sama dengan Reyzard.
Amara menatap Reyzard dari kejauhan. dengan wajah jutek ia langsung pergi menuju meja yang sudah ia dan temannya booking. gadis itu tidak mempedulikan Reyzard.
__ADS_1
Tapi dasar Yakuza bermental baja dan tahan malu. sudah tahu di cueki sama wanita yang ia sukai tapi Reyzard malah berjalan mendekati Amara dan teman-temannya.
"Hai Amara...kau makan siang disini juga?" tanya Reyzard basa basi. Amara tidak menjawab. sementara teman-teman Amara yang ada di meja itu malah terpesona dengan ketampanan Reyzard. gadis-gadis itu saling berbisik sembari melempar senyum manis ke arah Reyzard.
"Amara siapa dia? kenapa kau tidak pernah bercerita kalau mengenal pria tampan itu?" kata seorang teman Amara yang di dengar oleh Reyzard. pria itu tersenyum manis sembari menarik sebuah kursi dan ikut bergabung dengan para gadis-gadis cantik di meja itu.
"Mau apa kau disini?!" Amara berbisik geram pada Reyzard.
"Ikut bergabung dengan kalian, apakah keberatan jika aku duduk disini?" tanya Reyzard pada teman-teman Amara.
"Tentu saja tidak, kami malah senang"
__ADS_1
Reyzard tersenyum menang, ia melirik Amara yang kepanasan dan memasang tampang jutek tapi menggemaskan.
🖤🖤🖤