
Sebuah mobil Van hitam melintas di samping mobil milik Lizard. seorang pria terlihat menodongkan senjata Laras panjang dari kaca mobil Van yang terbuka. ia menembak ke arah mobil Lizard.
"Kita di serang tuan" Tim melepas earphone di telinganya dan meraih senpi dari dasboard mobil.
"Cepat Tim cari tempat sepi saja"
"Iya tuan"
Tim mengemudi sembari menghindari tembakan dari arah mobil Van yang terus mengejar mobil Lizard.
Tim membelokan mobil di kawasan sepi. ia dan Lizard bergegas turun dari mobil.
Ternyata bukan hanya satu atau dua orang yang berada di mobil Van tapi lebih dari lima orang bersenjata.
Lizard di keroyok, ia mengeluarkan jurus karate sembari memainkan senpinya menembaki para gerombolan itu.
"Tim jaga dirimu, kita berpencar!" kata Lizard.
Tim berlari menyusuri gang sempit sembari berkelahi melawan tiga orang yang badan mereka lebih kekar.
Lizard berhasil mengatasi kondisi genting itu dan bergegas membawa mobilnya. ia memberi kode pada Tim agar segera masuk kedalam mobil.
"Kau terluka?" tanya Lizard yang melihat lengan kiri Tim berdarah.
"Hanya luka biasa tuan"
Lizard menambah kecepatan mobilnya menuju VC hospital.
Mereka tiba di loby rumah sakit. Lizard bergegas membantu Tim yang terlihat menahan sakit.
"Lizard ada apa?!" Lily terlihat panik berlari ke arah Lizard yang memapah Tim.
__ADS_1
"Lily, Tim terluka"
"Cepat ikut aku"
Lily mengajak Lizard dan Tim ke ruang perawatan. Lily segera memeriksa luka di lengan kiri Tim yang mengeluarkan banyak darah.
"Luka ini cukup dalam Tim, aku akan melakukan operasi kecil padamu. Lizard keluarlah dulu"
"Tapi...." Lizard terlihat cemas.
"Tidak apa, ia akan baik-baik saja"
Lizard mengangguk dan keluar dari ruang pemeriksaan. Ia meraih smartphone di saku jasnya dan memberi komando pada anak buahnya yang lain.
"Aku dan Tim di keroyok cepat cari tahu dimana markas gerombolan itu"
🌵🌵🌵
Jerry tertawa senang mendengar Lizard dan asistennya terluka.
"Kau yang berbisnis gelap, aku rasa Lizard tidak!" bela Rachel.
"Hei kau jangan membela nya seperti itu, dia tidak layak untuk kau bela Rachel sayang. dia itu penghianat sejak dulu!"
"Sebenarnya ada dendam apa diantara kalian?" tanya Rachel.
"Itu bukan urusan mu!"
"Kita bergerak ke rencana kedua!" kata Jerry pada anak buahnya yang berkumpul menunggu perintah darinya.
"Baik bos!" jawab anak buah Jerry serempak.
__ADS_1
______
"Dokter Frederic Van Camont?" seorang pria mendekati Eric yang sedang berada di bar seorang diri. ia sedang menikmati sedikit minum di akhir pekan.
"Hmmm kau siapa?!" tanya Eric ketus sembari mengepulkan asap rokoknya.
Pria itu menggerakan kepalanya memberi kode pada teman yang sedari tadi mengawasi dari kejauhan.
Dalam hitungan detik Erik di bungkam dengan obat bius dan tidak sadarkan diri.
"Bawa dia ke mobil!" Dua orang pria mengangkat tubuh Eric kedalam mobil dan membawanya ke suatu tempat.
"Hei bangun!" Eric merasa bahu nya di tendang seseorang. ia membuka matanya secara perlahan. tangannya sudah terikat tali dan kakinya juga terikat.
Eric tertawa keras melihat dirinya di culik. segerombolan orang yang melihatnya terheran kenapa Eric malah tertawa.
"Kenapa tertawa? apa kau sudah gila?!" tanya seorang pria yang berjaga di ruangan gelap itu.
"Kalian segerombolan orang bodoh kenapa menculik orang sepertiku? memangnya apa yang kalian harapkan dariku?! kau tahu aku kalah berjudi dan hutangku banyak! kalau tujuan kalian adalah uang maka lupakan saja!" kata Eric menahan tawanya.
"Sayang sekali tuan Frederic Van Camont, tujuan kami bukanlah uang melainkan kakak mu Lizard!"
Eric terdiam, mendengar nama Lizard disebut Eric sedikit menjadi cemas. ia tahu bukan orang biasa yang saat ini menyanderanya tapi mereka pasti gerombolan mafia.
"Kalau kalian berurusan dengan Lizard kenapa menangkap ku?! kalian salah sasaran Lizard tidak akan peduli padaku!"
"Diam kau tidak perlu banyak bicara, kita lihat saja apa benar Lizard tidak peduli pada adiknya yang satu ini. jika memang demikian bagaimana kalau aku ambil adik perempuannya?!".
Wajah Eric berubah pias mendengar mereka akan menyakiti Meri.
"Jika kalian berani menyentuh adikku akan kuhabisi kalian semua....!" teriak Eric.
__ADS_1
Segerombolan orang itu tidak peduli dan meninggalkan Eric di ruangan gelap sembari berteriak-teriak kesal memaki para mafia itu.
Bersambung ...