
Grace terlihat membawa anak perempuan berusia sembilan tahun ke pusat perbelanjaan. mereka terlihat dekat dan saling menyayangi.
Tim mengikuti dari kejauhan sembari terus mengamati apa saja yang di lakukan Grace dan anak itu di pusat perbelanjaan. barangkali mereka akan bertemu seorang pria yang ternyata ayah biologis anak itu, semua bisa saja terjadi.
Tapi nihil seharian Tim mengikuti Grace dan si anak perempuan itu. mereka tetap berdua sampai pulang ke apartemen Grace.
Sepertinya aku harus melakukan tes DNA diam-diam antara tuan Lizard dan anak itu.
Tim bergegas ke rumah Lizard dan menemui bosnya itu di ruang bawah tanah.
"Tuan saya ingin bicara tentang Grace dan anaknya"
"Katakan"
"Saya rasa anda harus bertemu anak itu dulu, lalu anda bisa mengajukan tes DNA pada Grace"
Lizard terdiam, untuk bertemu Grace saja Lizard harus menyiapkan mental dan hatinya dan sekarang dia harus bertemu Grace dan anaknya.
"Baiklah Tim, atur pertemuan ku dengan Grace beserta anaknya. aku akan mengajak istriku bertemu mereka"
"Apa? anda ingin mengajak dokter Lily bertemu dengan....." Tim tidak melanjutkan ucapannya.
"Aku rasa aku harus melibatkan Lily, dia adalah istriku dan dia berhak tahu semua yang terjadi. masalah nanti Lily akan menerima atau tidak, itu aku serahkan padanya" kata Lizard sembari berdiri dari duduknya dan merapikan jasnya.
"Apakah anda akan kembali ke kantor tuan?" tanya Tim melihat Lizard yang tidak melepas jasnya.
"Aku akan ke VC hospital menjemput istriku"
"Apakah dokter Lily sudah tidak marah pada anda?"
"Tentu saja masih! tapi aku harus membujuknya agar Lily tidak marah lagi padaku! aku bosan didiamkan oleh Lily"
Tim menghela napas sembari menggeleng sedikit kepalanya. ia tidak habis pikir dengan orang seperti Lizard, banyak sekali terlibat masalah dengan para wanita.
"Kau tahu bahkan Lily tidak mau tidur sekamar denganku, dia tidur di kamar anak-anak". kata Lizard sedih.
"Itu wajar tuan"
"Hei apa maksudmu wajar?!"
__ADS_1
"Saya tidak bermaksud tuan, maaf"
"Carikan aku buket bunga yang paling bagus dan indah, akan ku berikan pada Lily saat menjemputnya nanti"
"Baik tuan"
🌵🌵🌵
Grace menikmati makan malam bersama putrinya Ozgy. seharian keduanya berbelanja dan bermain di pusat perbelanjaan.
"Mom apa besok kita akan bertemu Daddy?"
"Iya nanti kita akan bertemu Daddy"
"Kenapa tidak besok mom?"
"Mommy harus menelpon Daddy dulu, Daddy sangat sibuk sayang"
"Apa Daddy baik mom?"
"Ya Daddy baik sekali"
Ozgy tersenyum senang ia tidak sabar bertemu dengan ayahnya.
"Ya .." jawab Grace ragu.
"Nyonya Grace?" terdengar suara pria di telepon.
"Benar, siapa ini?"
"Saya Timoti asisten tuan Lizard Van Camont"
Grace terdiam sejenak, ia melirik Ozagy yang sedang berusaha menghabiskan makan malamnya. Grace berjalan menjauh dari anaknya.
"Iya ada apa?"
"Apakah besok Anda ada waktu untuk bertemu tuan Lizard?"
"Besok? Lizard mau bertemu?"
__ADS_1
"Benar nyonya dan silahkan bawa putri anda juga karena tuan ingin melihatnya"
"Baiklah, dimana tempatnya? besok aku akan kesana bersama putriku"
"Di Western Resto"
"Baiklah"
Sementara di tempat lain Lizard sedang mati-matian membujuk Lily agar tidak marah padanya.
Lizard menyerahkan sebuah buket bunga Lily sesuai dengan nama istrinya itu.
"Yang cantik memang pantas untuk menerima hadiah indah ini" kata Lizard sok romantis.
Lily hanya terdiam, malas menanggapi Lizard.
"Ayolah sayang terima bunga ini, aku mohon"
Lily menerima buket bunga itu dengan wajah datar.
"Ayo kita pulang" Lizard mempersilahkan Lily masuk kedalam mobil.
Sepanjang perjalanan pulang Lily hanya diam memangku buket bunga pemberian Lizard. dalam hati Lily sebenarnya ia senang Lizard berusaha mengambil hatinya ketika ia marah. tapi disisi lain Lily sakit hati dan belum siap menerima jika Lizard memiliki anak dari wanita lain.
Lily melirik wajah Lizard yang sedikit gelisah. ia tahu pasti Lizard juga sedang kepikiran soal anak itu.
"Sayang bisa kita bicara nanti?" kata Lizard sembari menghentikan mobilnya di halaman rumahnya.
"Bicara apa?!" tanya Lily ketus.
"Bisakah kita bicara di dalam saja?" Lizard mengajak Lily ke ruang bawah tanah. Lily duduk tenang di sofa sementara Lizard gelisah lalu duduk di samping Lily.
"Kau sudah tahu tentang masa laluku dengan Grace, aku meminta maaf padamu Lily. aku sendiri tidak tahu jika ia akan kembali lagi dalam kehidupan ku"
"Lalu apa maumu? aku harus menerima wanita itu dengan anak kalian begitu?!"
"Lily sayang tenanglah, tapi dengan terpaksa aku ingin kau menerima jika anak itu memang anakku" mata biru Lizard terlihat pasrah dan memohon pada Lily.
Lily memalingkan wajahnya, mencoba menghindari pandangan Lizard yang membuatnya tidak tega.
__ADS_1
"Aku mohon Lily"
Lily menunduk dan menangis tersedu, Lizard meraih dengan lembut kepala istrinya kedalam dadanya. ia memeluk Lily dan membiarkan nya menangis melampiaskan semua amarah dan kekesalannya.