
Satu bulan kemudian kasus Lizard telah selesai dan ia di bebaskan karena tidak bersalah. Tim yang korban penculikan telah bersaksi dan berhasil mengeluarkan Lizard tentunya dengan bantuan pengacara hebat serta uang untuk menebus dan membayar denda dalam jumlah fantastis.
Siang itu Tim menjemput Lizard keluar dari tahanan. ia membawakan bosnya stelan jas mahal, jam tangan bermerek dan sepatu kulit.
Lizard mampir ke sebuah hotel untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. ia ingin ketika tiba di rumah badan dan bajunya sudah bersih dan wangi sehingga bisa langsung menggendong kedua anaknya.
"Tuan dokter Lily sudah menelpon menanyakan keberadaan anda" kata Tim yang berdiri di luar pintu kamar hotel menunggu Lizard berbenah.
"Baiklah, aku sudah siap ayo kita pulang" senyum Lizard terlihat cerah, wajah tampannya terlihat segar.
Tim mengemudikan mobilnya menuju rumah Lizard. di depan sudah berdiri Lily yang terlihat cemas menyambut kepulangan suaminya.
Tim turun dari mobil membukakan pintu untuk Lizard.
Senyum Lily cerah sekali ketika melihat Lizard berdiri di hadapannya.
"Aku pulang sayang..." kata Lizard sembari merentangkan kedua tangannya menyambut Lily kedalam pelukannya.
Lily mengangguk merasa terharu, akhirnya masalah besar yang mereka hadapi mampu mencairkan hubungan beku Lily dan Lizard.
__ADS_1
Lily berharap tidak ada lagi dinding tebal antara dirinya dengan suaminya.
Lizard mengecup kening Lily dan menggandengnya untuk berjalan memasuki rumah.
Ia bergegas menuju kamar si kembar, Lizard rindu sekali dengan kedua anaknya.
"Sayang Daddy pulang" bisik Lizard di dekat ranjang Zack dan Bella.
Lizard menggendong kedua anaknya yang sedang tertidur secara bergantian. ia mendekapnya dan menciumi pipi anaknya.
"Daddy janji kita tidak kan berpisah lagi"
Selesai dengan anak-anaknya, Lizard mengajak Lily ke kamarnya untuk bicara.
"Aku ingin bicara" kata Lizard sembari menyentuh lembut wajah Lily. ia menggenggam tangan Lily dan membawanya ke kamarnya. Lily duduk di depan meja rias sementara Lizard duduk bersandar meja rias sambil memandang Lily.
"Lily terimakasih untuk semua yang kau lakukan saat aku terpuruk" kata Lizard sembari meraih tangan Lily dan kembali menggenggamnya erat.
Lily terdiam memandang wajah Lizard, ia menunggu penjelasan dari Lizard kenapa selama ini Lizard tiba-tiba berlaku kejam padanya.
__ADS_1
"Kau menunggu penjelasan dari ku? kenapa selama ini aku marah sekali pada mu?"
Lily mengangguk, Lizard berpindah mendudukkannya di atas ranjang.
"Aku kecewa saat kau bersikeras ingin berpisah dariku. di awal aku memang tidak menyukai mu tapi lama kelamaan kau terlihat menarik dan membuatku tidak bosan. aku mulai tertarik padamu dan secara tiba-tiba kau meminta berpisah dariku. hubungan kita selamat karena kau hamil tapi kau bisa bayangkan jika waktu itu kau tidak sedang hamil anakku? mungkin sekarang kita sudah berpisah"
Lily terdiam, ia juga sedang menyadari kekeliruannya.
"Kau tahu mama dulu pernah meninggalkan papa disaat aku dan kedua adikku masih kecil. hari-hari yang sungguh berat telah aku lalui bersama Eric dan Meri. kami menata hati tanpa mama dan mencoba menerima bahwa mama memilih pergi dari kami. itulah kenapa aku benar-benar benci ketika kau akan pergi dariku. aku mencoba menjauhkan anak-anak kita dari mu agar ketika kau pergi mereka tidak akan terluka seperti ku dulu"
"Maafkan aku Lizard, waktu itu aku emosi dan aku pikir kau tidak akan pernah bisa menyukai diriku. aku tertekan dengan kasus yang menimpa ku dan hubungan kita"
Lily terdiam sesat mengambil jeda untuk bicara lagi.
"Aku mengira kau menjadikan ku pelampiasan patah hatimu pada wanita lain" kata Lily lirih.
"Itu tidak mungkin Lily, kau tahu aku meninggalkannya demi dirimu lalu kenapa aku harus menjadikan mu pelampiasan? itu tidak masuk akal"
Lizard merapikan rambut Lily dengan jemarinya. Ia mencium lembut bibir Lily.
__ADS_1
Lily memejamkan matanya dengan dada bergetar hebat ia membiarkan Lizard melakukan sentuhan demi sentuhan padanya.