
Di VC hospital
"Katakan pada kak Lizard untuk tidak mencampuri urusan rumah sakit ini pa" kata Eric murka.
"Memaangnya apa yang sudah di lakukan kakak mu?" Tuan Rud terlihat santai saja.
"Lizard membayar semua administrasi untuk pasien bersalin yang menunggak"
"Bagus, berarti ia melakukan pekerjaan mulia kenapa kau marah?"
"Tapi Lizard menyalahi aturan pa!"
"Aturan yang kau buat berdasarkan apa Eric?"
"Berdasarkan pertimbangan operasional rumah sakit agar tetap terus bisa berjalan pa"
"Baiklah papa nanti akan bicara dengan kakak mu tapi yang ia lakukan juga sesuatu yang baik kau harus tahu itu"
"Kenapa selalu Lizard yang paling baik pa? dia gagal menjadi dokter dan menjadi penjahat papa tahu? beberapa bisnis Lizard ilegal"
"Eric jaga bicara mu dia kakak mu! Lizard memiliki alasan kuat kenapa ia tidak bisa menjadi dokter seperti dirimu. kau bisa menyelesaikan pendidikan kedokteran mu meski sedikit terlambat tapi kakak mu dia tidak bisa menjadi dokter bedah meski pendidikannya telah selesai"
"Kenapa memangnya pa?! papa selalu membelanya"
"Nanti kau akan tahu Eric" tuan Rud menepuk bahu anaknya.
🌵🌵🌵
Lizard dan Lily duduk di meja makan berdua untuk sarapan. Lily hanya mengaduk makanan di piringnya tanpa menyuap sedikit pun.
"Kau tidak berselera?" tanya Lizard.
"Aku tidak ingin makan rasanya mual"
"Baiklah, kau ingin sesuatu?"
"Aku ingin pergi sebentar apakah boleh?"
"Kemana?"
__ADS_1
"Ke pusat perbelanjaan, kalau kau cemas biar Timoti mengantar ku"
"Kenapa harus Timoti? aku sendiri yang akan mengantar mu"
"Apa? kau akan ikut pergi ke pusat perbelanjaan?"
"Iya kenapa tidak?"
"Bagaimana dengan pekerjaan mu yang sangat sibuk itu?"
"Aku memang sangat sibuk tapi demi calon bayiku aku akan meluangkan waktuku"
Siang itu Lily pergi ke pusat perbelanjaan di temani Lizard. keduanya menonton film terbaru, memborong baju sesuai keinginan Lily.
Lily membeli perlengkapan rias dan aksesoris. Lily bahkan memilihkan dasi untuk Lizard.
Keduanya pergi ke stand es krim. Lily memaksa Lizard memakan es krim coklat.
"Aku tidak mau, itu manis sekali terlalu banyak gula" kata Lizard menolak.
"Tapi aku sangat ingin melihat kau memakannya" kata Lily sambil mengulurkan satu sendok penuh es krim rasa coklat.
"Bagaimana enak bukan?"
"Iya tentu saja enak" Lizard melirik Timoti yang pura-pura tidak tahu.
"Setelah ini kita ke restoran Daniel ia akan memberimu makanan sehat"
"Tidak mau disana terlalu mahal!"
"Kenapa? kau tidak sanggup membayar? kalau begitu biar aku yang bayar" kata Lizard sembari meraih tangan Lily.
Timoti berjalan di belakang Lily dan Lizard menenteng banyak sekali kantung belanjaan.
"Kau terlihat berubah, apa pertanda kau sudah siap menjadi ayah?"
"Aku rasa begitu, jadi jaga dirimu dan calon anak kita baik-baik"
"Apa setelah anak ini lahir kau akan memisahkan ku darinya?"
__ADS_1
"Tergantung bagaimana sikapmu padaku"
Lily terdiam sesungguhnya naluri keibuannya mulai bangkit. Ia begitu menyayangi janin di dalam perutnya dan takut berpisah darinya. Jika setelah melahirkan nanti Lizard mendepaknya ia tidak tahu masih bisa bertahan tanpa anaknya atau tidak.
"Aku benci padamu!" kata Lily sembari melepas genggaman tangan Lizard.
"Kau tidak boleh berkata seperti itu pada ku, aku adalah ayah dari anak yang sedang kau kandung"
"Kau sengaja menghamiliku?"
"Iya aku sengaja"
"Kenapa kau melakukannya? kau mau menghancurkan aku?"
"Sudahlah Lily jangan berdebat lagi, hormon mu sedang tidak stabil aku tahu itu. jadi diam dan menurut saja atau aku bisa marah padamu!"
Setibanya di restoran tempat Daniel bekerja, Lily di suguhi berbagai makanan sehat rendah gula dan minyak.
"Aku tidak selera, aku ingin sup ikan pedas"
"Tidak bisa itu terlalu pedas, kau boleh memintanya asal tidak dengan rasa pedas"
Lizard berjalan menghampiri Daniel yang menunggunya di sudut ruangan untuk sedikit minum bersama.
Daniel menuangkan satu gelas minuman dan menyerahkannya pada Lizard.
"Jadi aku tidak salah dengar kalau Lily hamil?"
"Benar aku akaan menjadi seorang ayah" kata Lizard di iringi tegukan minuman nya.
"Hahaha! kau terjebak Lizard. salah maksudku Lily akan terjebak selamanya dengan mu"
Lizard hanya terdiam..
"Apa kau mulai mencintainya?"
Lizard kembali terdiam sembari memandang Lily di kejauhan yang sedang asyik menikmati makanan.
Semakin hari Lily terlihat semakin cantik, badannya terlihat sedikit berisi dan entah kenapa Lizard senang dan semakin hari ia ingin berada di dekat Lily melihat perut Lily yang semakin membuncit dan memahami tingkahnya yang terkadang kekanakan.
__ADS_1