Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 86


__ADS_3

Lizard berjalan menuju kamar mandi ia melepas semua pakaiannya dan berendam di bathtub dengan air hangat dan aroma terapi.


Lily memandang Lizard sejenak yang terlihat menyandarkan kepalanya dan menengadah ke atas memandang langit-langit kamar mandi.


Lily berjalan menuju kamar anak-anak tapi si kembar sudah tertidur karena ia dan Lizard pulang malam.


Lizard dan Lily belum makan malam, Lily bergegas ke pantry membuat tamagoyaki dan beberapa masakan lain.


Selesai mandi Lizard bergegas mengenakan pakaian santainya yaitu celana jeans warna biru dan kaos polos ketat berwarna hitam.


"Lily ...?" Lizard memandang istrinya yang sedang sibuk membuat makan malam di dapur.


"Duduklah tunggu disana aku hampir selesai" kata Lily sembari membawa piring berisi makanan menuju meja makan.


Lizard duduk dengan patuh sembari memandang Lily yang sibuk, sesekali senyum terlihat di bibir Lizard.


"Ayo makan lah kau belum makan malam" kata Lily sembari meletakkan potongan tamagoyaki ke piring Lizard dengan sumpit.


"Duduklah kau juga harus makan" Lizard memegang lengan Lily.


"Apa Tim sudah pulang?" tanya Lizard sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Belum ia masih ada di ruang kerja mu"


Terdengar deru mesin mobil di halaman. Lizard meletakkan sumpitnya ia tahu siapa yang datang selarut ini.


"Kenapa ada tamu larut malam begini?" tanya Lily yang hampir melangkah membukakan pintu.


"Biarkan saja itu suara mobil Eric" Lizard melanjutkan makan malamnya. Lily terdiam di samping Lizard sembari cemas jika terjadi pertengkaran lagi di antara kakak beradik itu.


"Selamat malam kakak ku dan kakak ipar ku" kata Eric yang mulai memancing amarah Lizard.


Lizard bergeming tidak memperdulikan Eric.


"Kau sudah makan malam?" tanya Lily pada Eric.


"Sudah tidak perlu basa basi kakak ipar. kau tentu tahu tujuan ku kemari"


Lily memandang Lizard yang masih terlihat tenang tidak terprovokasi oleh Eric.


"Apa mau mu?" Lizard selesai dengan makanannya. ia berdiri dari duduknya memasukkan kedua telapak tangannya kedalam saku celana.

__ADS_1


"Kau tanya apa mau ku?!" Eric mulai terlihat kesal.


Lizard berjalan menuju ruang kerjanya di ikuti Eric dan Lily di belakangnya. Tim yang terlihat hampir pergi mengurungkan niatnya karena melihat Eric datang.


Mau apa dia kemari? pasti mau membuat ulah lagi! batin Tim sembari melirik Eric lalu memandang Lizard.


"Cepat katakan apa mau mu aku tidak punya banyak waktu meladeni pecundang seperti mu" kata Lizard sembari menyalakan sebatang rokok lalu menghisapnya.


"Aku sudah memperingatkan mu agar tidak ikut campur masalah VC hospital terlebih untuk finansial rumah sakit. kenapa kau melanggar kesepakatan kita Kak Lizard?!" kata Eric penuh penekanan.


"Maaf tuan Eric saya akan mewakili tuan Lizard menjawab pertanyaan anda"


Lizard menghisap rokok nya sembari berdiri bersandar meja kerjanya memandang Tim dan Eric yang berdiri berhadapan.


"Kau tidak perlu ikut campur! aku tidak Sudi bicara dengan kacung seperti mu!" bentak Eric.


"Tidak masalah, saya akan tetap mengatakan jika pembekuan dana itu adalah karena tuan Lizard mendapat laporan dari saya"


"Oh jadi kau biang keladinya?! dasar brengsek?" makian keluar dari mulut Eric.


"Terserah anda tapi saya mendapat bukti anda menghamburkan dana operasional rumah sakit untuk main judi!"


Tangan Tim terkepal dan sudah siap mendarat di wajah Eric.


Lily terkesiap dan mendekat ke arah Lizard. ia meminta Lizard untuk melerai kedua pria itu.


"Diam kalian! apa kalian tidak tahu kepalaku serasa pecah memikirkan masalah yang sedang ku alami dalam perusahaan ku!"


Lizard mengeluarkan senpi dari dalam laci meja kerjanya.


"Pergi dari sini atau ku ledakan kalian berdua?!"


Eric melepas cengkramannya dengan kesal. ia melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Lizard begitu juga Timoti yang langsung pamit pulang.


🌵🌵🌵


Tim tiba di apartemennya ketika jam menunjukan pukul 02.00 dini hari.


Ia terkejut saat mendapati Wuri meringkuk di sofa ruang tamu tertidur lelap.


Dia masih disini, tadi aku memintanya menunggu ku pulang.

__ADS_1


Tim melirik meja makan yang sudah tersedia makan malam.


Tim pergi ke kamarnya mengambil selimut. Ia kembali ke ruang tamu untuk menyelimuti Wuri yang sedang tertidur di sofa.


Gadis itu bergerak lalu membuka matanya. Tim segera membuang selimut yang ia pegang ke balik sofa.


"Tuan kau sudah pulang?"


"Kenapa kau tidur di apartemen ku?!"


"Kau bilang tadi di telepon aku boleh pergi jika kau sudah pulang ke apartemen ini"


"Apa kau sudah makan?" tanya Tim sembari berjalan ke meja makan. ia melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja putihnya.


"Belum"


"Kemarilah dan makan bersama ku"


"Benarkah?apa tidak apa-apa kalau kita makan satu meja?" Wuri terlihat canggung.


"Hmmm...basuh wajah jelek mu itu lalu duduk disini untuk makan malam"


Wuri memanyunkan bibirnya karena Tim mengatainya jelek. ia berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar terlihat bersih dan segar. setelah itu Wuri kembali ke meja makan untuk makan malam bersama Tim.


"Sayang sekali makanan ini sudah dingin tuan, biar aku hangatkan dulu?"


"Tidak perlu, selesai makan aku ingin beristirahat. kau boleh tidur di sofa dan pulang besok pagi. di luar terlalu berbahaya untuk gadis bodoh seperti mu"


Lagi-lagi dia mengataiku.....


"Oh ya tadi siang aku membeli satu set gelas"


"Untuk apa?"


"Untuk....untuk..mmmm..untuk anda pecahkan" kata Wuri sembari menggaruk rambutnya.


Tim tersenyum mengunyah makanannya.


Baru kali ini Tim makan malam di apartemennya dan ada orang lain di ruangan itu. rasanya tidak sepi dan menyenangkan karena ada teman makan malam.


Pantas tuan Lizard selalu minta di temani dokter Lily jika makan malam di rumah.....

__ADS_1


__ADS_2