
River sudah berdiri di halaman fila, ia mengamati sekelilingnya. pemandangan pagi yang indah dan udara yang sejuk membuat pikirannya rileks. semalaman ia tidak bisa memejamkan mata, jangankan melakukan malam pertama bahkan River dan Celine saling mengunci kamar mereka masing-masing.
River membuang rokoknya begitu Zivana datang mendekat. Zivana tersenyum ceria sembari memeluk River dengan erat.
"Pagi sayang" sapa Zivana.
River mengecup pipi istrinya itu lalu memeluknya lagi.
"Apa tadi malam kau tidur nyenyak?" tanya River sembari mengusap pipi Zivana dengan lembut.
"Hmm aku tidur sangat nyenyak saking bahagianya" jawab Zivana sambil tersenyum.
"Bagaimana kau dan Celine? apa kalian sudah melakukan malam pertama?" saat membayangkan hal itu ada yang terasa menusuk di hati Zivana tapi ia berusaha tegar dan bahagia. sudah menjadi keinginan nya untuk membuat River bahagia dengan menemukan seseorang yang tepat untuk nya. sejak pertama kali bertemu Celine di ruang rahasia, Zivana langsung tertarik dan merasa Celine adalah wanita yang tepat untuk River.
River terlihat malas Zivana menanyakan Celine. Zivana tahu itu tandanya tidak terjadi apapun antara River dengan Celine.
"Baiklah ayo kita makan pagi dulu" Zivana menggamit lengan River memasuki Fila.
Sementara di RV mansion, Celine bangun pagi merasa badannya lebih bugar dari sebelumnya. beberapa hari berada dalam ruang gelap sebagai tawanan, selalu ketakutan dan panik akhirnya tadi malam ia bisa tidur dengan nyenyak.
Celine membuka lemari pakaian di dalam kamar yang sekarang ia tempati. rupanya Zivana menyiapkan baju baru untuk Celine pakai.
Celine bergegas bersiap untuk pergi ke VC hospital. tentunya dengan pengawalan anak buah River. Khan sudah berdiri di ruang tengah menunggu Celine turun untuk makan pagi.
"Selamat pagi dokter Celine" sapa Khan yang sudah terlihat rapi dengan stelan kemeja hitam dan jas hitam. Celine mengabaikan Khan ia terlihat ketus.
__ADS_1
Lihat saja hari ini aku akan bertemu keluargaku jadi rasakan pembalasan dari ku!
Celine tidak mau makan pagi, ia takut makanan itu sudah di beri racun atau semacamnya. jika ia sampai tak sadarkan diri bisa-bisa River kembali mengurungnya di ruangan aneh itu.
"Aku tidak mau makan, ayo kita langsung pergi saja" kata Celine sembari berjalan menuju mobil di ikuti Khan dan dua orang anggota Loco yang bertugas menjaga Celine.
"Dokter, saya ingatkan jika kami bertiga akan mengawasi gerak gerik anda di rumah sakit jadi selesai dengan tugas anda segeralah pulang"
"Kau mengatur ku?! aku istri bos mu! enak saja kau main perintah begitu!"
Khan memejamkan matanya, Celine dan Zivana dua wanita yang sungguh berbeda. Zivana terlihat dewasa, lembut dan ramah sementara dokter Celine berkebalikan padahal sesuai profesinya itu seharusnya dia bersikap ramah.
"Itu bukan perintah dari saya tapi dari tuan River suami anda" kata Khan tak kalah menggertak.
Celine duduk dengan kesal di kursi belakang. selama perjalanan ke VC hospital banyak rencana berkecamuk di kepalanya.
"Ponsel anda di bawa tuan River"
Lagi-lagi Celine merasa jengah ia membuang pandangan menatap jalanan pagi yang ramai. selama berhari-hari Celine tidak melihat pemandangan lain selain mansion dan ruang penyekapan dirinya.
Mobil tiba di loby VC hospital, Celine bergegas keluar. ia berjalan cepat menuju ruang kerja dokter Maxime. sementara Khan menunggu di luar ruangan.
"Celine?!" Maxime bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Celine lalu memeluknya.
"Syukurlah kau baik-baik saja" kata Maxime terlihat gurat kelegaan di wajahnya begitu melihat Celine masih hidup dan dalam kondisi baik-baik saja.
__ADS_1
"Max aku perlu bantuan mu" bisik Celine.
"Anak buah River mengawal ku jadi waktu ku terbatas"
"Baiklah, aku dan daddy mu mencari ke mansion River tapi aku tidak bisa menemui mu penjagaan disana ketat sekali, katakan padaku apa yang terjadi dengan mu selama di sana"
Celine menceritakan semua termasuk pernikahan dan perjanjian gila dengan River dan Zivana hingga membuat Maxime terkejut ia sampai menghela nafas berkali-kali.
"Celine aku akan menolong mu tenanglah" Maxime menepuk bahu Celine.
"Cari tahu kejahatan besar apa yang sudah di lakukan para mafia itu, kita seret saja River ke pihak berwajib" kata Celine
"Kalau hal itu mudah pasti River sudah mendekam di sel sekarang!" kata Maxime setengah putus asa.
"Apa maksudmu Max?"
"Pria itu kebal hukum, kita buat rencana lain saja" kata Maxime.
"Apa?!"
Rencana pertama Celine untuk memenjarakan River gagal sudah. tadinya ia ingin mengorek kejahatan River lalu melaporkan pada polisi. tapi melihat reaksi Maxime sepertinya Celine memang harus melupakan idenya dan berganti rencana.
"Max aku akan kembali ke mansion milik River, tolong beritahu Daddy dan mommy jika aku baik-baik saja" air mata Celine membanjiri wajahnya. ia rindu orang tuanya tapi River melarang Celine menemui keluarganya.
"Cel maafkan aku, aku akan segera membantu mu keluar dari situasi ini" kata Maxime.
__ADS_1
Celine mengangguk lalu berjalan pergi.