Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 198


__ADS_3

River Vanares berdiri menatap kosong kearah jenazah Don adiknya. sejak tadi ia membuat takut seluruh anak buahnya karena tidak bicara apapun. itu menandakan River sedang marah besar. pria itu memang terkenal pendiam dan berbicara seperlunya tapi jika sedang marah ia tidak bicara sama sekali tapi tangan dan senjatanya yang berbicara.


Khan menyerahkan bingkai foto Don pada River. menandakan jika pemakaman River akan segera di laksanakan.


Pemakaman Don Vanares di jaga ketat oleh anggota Loco. ini adalah hari gencatan senjata dengan mafia lain untuk menghormati pemakaman Don. River nampak bersedih melepas adiknya untuk selamanya. ia bahkan terlihat meneteskan air matanya. selama ini ia tumbuh bersama dengan Don mengalami pahit getir kehidupan mereka hingga menjadi mafia besar seperti sekarang. lalu adiknya itu pergi jauh meninggalkan River.


"Tuan ayo kita kembali" Khan menyentuh bahu River. bahu yang biasanya terkesan kokoh itu terlihat rapuh sekarang. River berjalan menuju mobil di ikuti anak buahnya.


"Khan, kumpulkan anggota kita di markas sekarang juga"


"Baik tuan"


Khan mempercepat laju mobilnya menuju markas seraya ia menelpon salah seorang anak buahnya untuk memberi komando.


Semua anggota Loco telah berkumpul di markas ketika River dan Khan tiba disana.

__ADS_1


"Aku telah kehilangan Don, aku ingin dua hari ini dijadikan masa berkabung, tidak ada yang melakukan kegiatan apapun terkait Loco. semua berhenti dulu untuk kita memberikan penghormatan pada Don" kata River dengan wajah datar tapi semua di ruangan itu tahu jika bos mereka sedang bersedih.


"Baik tuan!" jawab anggota Loco secara serempak.


Khan mengantarkan River pulang ke RV mansion. tempat tinggal River dan Don selama ini dan kini River tinggal seorang diri setelah adiknya itu pergi.


***


Celine terlihat cantik sekali, ia baru saja melakukan perawatan di sebuah klinik kecantikan. ia juga menenteng tas belanjaan dan berjalan memasuki mobil mewah yang mengantarkannya.


"Baik nona"


Mobil melaju menuju sebuah rumah megah di pusat kota. Celine turun dari mobilnya berjalan menuju ruang utama.


Tercium aroma masakan mommy nya. nyonya Emma memang gemar memasak. meski ada pelayan ia tetap membuat masakan untuk suaminya Vegas dan putri kesayangan mereka Celine.

__ADS_1


Tuan Vegas yang terlihat sudah tua itu duduk di meja makan sembari membaca berita yang sedang update.


"Apa terjadi masalah mal-praktik di VC hospital?" tanya nya pada Celine yang baru saja tiba.


"Daddy tolong jangan bertanya begitu, aku Barus aja tiba di rumah" kata Celine yang malas membahas masalah rumah sakit.


"Celine benar sayang, nanti saja bertanya soal pekerjaan sekarang makan dulu" nyonya Emma muncul dengan semangkuk besar sup ikan yang aromanya menggugah selera.


Celine nampak bahagia menikmati makan malam nya bersama keluarganya. ia tidak tahu bahaya macam apa yang sedang mengintainya.


Selesai makan malam Celine pergi ke kamarnya untuk beristirahat. hari ini Maxime memarahinya habis-habisan sampai ia harus memperbaiki moodnya dengan pergi shoping dan ke klinik kecantikan.


Sejak kecil Celine yang merupakan anak tunggal dari dokter Vegas dan dokter Emma itu memang selalu di manja. karena Vegas dan Emma cukup lama menunggu kehadiran Celine di tengah pernikahan keduanya.


Jadilah Celine tumbuh dengan sikapnya yang menjengkelkan, arogan dan terkadang kurang dewasa dalam menyikapi masalah dan yang lebih heran lagi Celine seperti kurang berempati pada lingkungan sekitarnya termasuk para pasiennya.

__ADS_1


karena sikap Celine itu tak jarang Maxime di buat kerepotan. beberapa pasien melayangkan keluhan pada dokter Maxime soal kinerja dokter Celine. sekarang Celine berulah kembali dengan pasiennya yang merupakan seorang mafia.


__ADS_2