Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Bab 21


__ADS_3

Sepulangnya dari mengurus wilayah tambangnya, Lizard mampir ke toko kado dan souvenir. ia membeli kotak kado berhias pita cantik.


Lizard hampir tertawa sendiri saat memasukan seekor tikus putih kedalam sebuah kotak kado yang di hias pita itu.


Sudah bisa di pastikan kotak kado itu akan ia berikan kepada siapa, jelas kepada Lily. Di dalam mobil Lizard menahan tawanya membayangkan Lily akan terkejut saat membuka kotak itu dan menemukan seekor tikus.


Tim menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya yang aneh.


Sejak mengenal Lily dan menikah dengan dokter itu Lizard jadi lebih periang dan aneh. Dia lebih jail dan suka usil. Wibawanya bahkan terkadang hilang di hadapan anak buahnya saat ia bersama Lily.


"Bagaimana jika dokter Lily marah tuan?"


"Siapa yang peduli? kenapa kau jadi takut kalau dia marah? memangnya dia yang membayar gaji mu!"


Anda memang tidak masuk akal tuan, terserah anda saja


"Cepat sedikit aku tidak sabar bertemu gadis bodoh itu" kata Lizard sembari menepuk kotak kadonya.


Mobil yang di kendarai Tim tiba di halaman rumah Lizard. tanpa menunggu Tim membukakan pintu mobil Lizard langsung keluar dari mobilnya dan berjalan cepat menuju rumah.


Lily terlihat memasak makan malam di dapur.


"Sedang apa kau? kenapa repot sekali" Lizard menghampiri Lily di dapur dan menuntun Lily menuju ruang tengah. Lily sudah mulai biasa dengan tingkah aneh Lizard, ia hanya diam dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Ini untuk mu cepat buka" Lizard menyerahkan kotak kado yang sudah dihias dengan pita kepada Lily.


"Apa ini? nanti saja aku sedang sibuk!"


"Eh tunggu buka sekarang!"


"Ah dasar!" gerutu Lily sembari membuka kotak itu. Lizard sudah bersiap menahan tawa begitu Lily kaget saat melihat tikus putih itu.


Lily terdiam dengan wajah datar melihat tikus putih di dalam kotak kado itu.


Dasar kekanakan! memangnya kau pikir aku akan terkejut dengan hewan lucu ini?


"Kenapa...kau tidak terkejut?" wajah Lizard nampak kecewa. Tim yang melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya pelan tidak habis pikir dengan tingkah kekanakan Lizard.


Lizard menerimanya dengan kecewa.


Dia sungguh wanita aneh kenapa bisa tidak terkejut.


"Kau urus ini!" Lizard menyerahkan kotak berisi tikus itu pada Tim sambil berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Lagi-lagi Tim hanya sedikit menggelengkan kepala pertanda tidak habis pikir dengan bos nya.


Makan malam tiba Lizard dan Lily makan bersama di meja makan.

__ADS_1


"Aku tidak mengatakan apapun pada papa soal..tangan mu"


Lizard diam dan tidak mempedulikan Lily, ia menghabiskan makan malamnya tanpa bicara lalu kembali ke kamarnya.


Lily lagi-lagi sudah biasa dengan tingkah ganjil Lizard. selesai mencuci piring Lily kembali ke kamarnya. Ia meraih ponselnya rupanya ada telepon dari Nicolas.


Lily memutuskan menelpon Nicolas besok pagi saja karena ia sudah mengantuk dan ingin segera tidur.


Keesokan paginya Lily bergegas berangkat ke rumah sakit ia ada praktik pagi. Di depan gerbang rumah Lizard sudah ada mobil Nicolas yang menunggu Lily.


"Nic?! kau disini?" Lily mengedarkan pandangannya takut tiba-tiba Lizard muncul dan menodong Lily dengan senpinya karena dianggap berselingkuh.


"Masuklah aku ingin bicara dengan mu"


Lily bergegas masuk kedalam mobil Nicolas dan meluncur pergi meninggalkan rumah Lizard.


Rekaman CCTV terhubung ke ponsel Timoti. ia melihat Nicolas menjemput Lily pagi itu.


"Ada apa?" tanya Lizard di sela makan paginya.


"Nicolas ..." belum selesai Timoti bicara Lizard merebut ponsel Tim dan melihat layar ponsel itu dengan marah.


"Beraninya kau dokter....!"

__ADS_1


__ADS_2